<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286</id><updated>2012-02-16T03:57:43.340-08:00</updated><category term='Leo Tolstoy'/><category term='Chocolat'/><category term='Albert Camus'/><category term='Mortal Mischief'/><category term='Sejarah Cinta'/><category term='The Gambler'/><category term='J.D. Salinger'/><category term='Anna Karenina'/><category term='Pesta Perpisahan'/><category term='Victor Hugo'/><category term='The Medici Dagger'/><category term='A Spot Of Bother'/><category term='Les Misérables'/><category term='Belati Medici'/><category term='The Alchemist'/><category term='Frank Tallis'/><category term='Baudolino'/><category term='The Year Of Living Dangerously'/><category term='John Steinbeck'/><category term='Fyodor Dostoyevsky'/><category term='Gustave Flaubert'/><category term='Of Mice And Men'/><category term='A Thousand Splendid Suns'/><category term='Mark Haddon'/><category term='Truman Capote'/><category term='Paolo Coelho'/><category term='Cinta Yang Hilang'/><category term='Things Fall Apart'/><category term='O. Henry'/><category term='Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran'/><category term='Bumi Manusia'/><category term='Chinua Achebe'/><category term='To Kill A Mockingbird'/><category term='The Name Of The Rose'/><category term='In Cold Blood'/><category term='The Witch Of Portobello'/><category term='No Country For Old Men'/><category term='Harper Lee'/><category term='Moby Dick'/><category term='The Kite Runner'/><category term='The Farewell Party'/><category term='Pramoedya Ananta Toer'/><category term='Milan Kundera'/><category term='Elizabeth Gilbert'/><category term='The Curious Incident Of The Dog In The Night-Time'/><category term='Nicole Krauss'/><category term='A Death in Vienna'/><category term='The History Of Love'/><category term='Sang Alkemis'/><category term='F. Scott Fitzgerald'/><category term='Khaled Hosseini'/><category term='Herman Melville'/><category term='Cormac McCarthy'/><category term='The Great Gatsby'/><category term='The Outsider'/><category term='Cameron West'/><category term='Umberto Eco'/><category term='The Catcher In The Rye'/><category term='Christopher Koch'/><category term='Joanne Harris'/><category term='Madame Bovary'/><category term='Eat Pray Love'/><category term='Catatan Harian Seorang Lelaki Muda'/><title type='text'>Pojok Buku-Buku</title><subtitle type='html'>Saya sebenarnya tidak punya pojok buku. Saya hanya sempat baca di kereta listrik waktu berangkat dan pulang kerja. Ini adalah ruang kosong saya, antara keluarga dan pekerjaan. Semoga ruang kosong ini semakin berisi.

Saya sekarang hanya baca novel, tidak lagi membaca buku berat. Kereta listrik bukan sekolah filsafat Frankfurt. Takut keretanya anjlok.

Buku paling berharga adalah buku bekas. Energi dari buku tersebut telah berpindah. Ini adalah review dari apa yang saya lihat, dengar, dan baca.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-1986545487713006971</id><published>2011-09-19T23:16:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T23:16:41.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chocolat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joanne Harris'/><title type='text'>Chocolat - Joanne Harris</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TjpRcrE7-LA/Tm7ZWWQ9t4I/AAAAAAAAAGE/coYA0rYpIC4/s1600/Chocolat.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="128" src="http://3.bp.blogspot.com/-TjpRcrE7-LA/Tm7ZWWQ9t4I/AAAAAAAAAGE/coYA0rYpIC4/s320/Chocolat.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aya sudah menonton film Chocolat 11 tahun yang lalu, baru kali ini saya sempat membaca bukunya. Ternyata ada perbedaan mendasar antara buku dan adaptasi filmnya. Pendekatan yang dipakai di film adalah komedi, sedangkan narasi asli dalam bukunya lebih suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh utama Vianne Rocher dalam film digambarkan sebagai karakter yang misterius dan sedikit mistis, dengan diceritakan sebagai keturunan orang Indian Amerika Selatan yang mempunyai rahasia kuno, sedangkan dalam buku digambarkan lebih manusiawi, sebagai seorang wanita Prancis yang memiliki latar belakang psikologi yang kompleks. Nama toko coklat yang dibukanya pun berbeda, di film bernama La Chocolaterie Maya, sedangkan di buku bernama La Celeste Praline. Tapi baik di film maupun di bukunya, keduanya membahas detail tentang hal yang sangat saya sukai: coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya lebih menikmati filmnya daripada bukunya, tapi tidak bisa saya pungkiri Joanne Harris memiliki prosa yang luar biasa. Gaya bercerita Harris sangat menyenangkan untuk dibaca, membuat saya terpaku di depan bukunya tanpa kenal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bercerita mengenai pengembaraan seorang wanita bernama Vianne Rocher dan anak perempuannya bernama Anouk yang memiliki sesosok teman imajiner. Mereka memutuskan untuk tinggal di sebuah desa kecil bernama Lansquenet-sous-Tannes, dimana penduduknya sangat taat beragama karena dipengaruhi oleh sebuah gereja katolik pimpinan pendeta Francis Reynaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vianne Rocher piawai dalam mengolah coklat menjadi makanan, permen, dan minuman yang lezat tiada tara. Karena itu di Lansquenet-sous-Tannes dia mendirikan sebuah toko coklat bernama La Celeste Praline, tepat di depan gereja. Masa itu adalah masa menjelang paskah, dimana penganut Katolik dianjurkan untuk berpuasa dan menahan keinginan duniawi. Pendirian toko coklat ini membuat murka pendeta Francis Reynaud yang kemudian menganjurkan pengikutnya dan kelompok injil kota itu untuk berusaha sekuat tenaga menolak kehadiran Vianne Rocher di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok injil dengan aktivis taat yang bernama Caroline Clairmont menolak kehadiran toko coklat itu dan berusaha menghasut penduduk lain untuk mengusirnya. Dia bahkan mengungkit-ungkit status anak Vianne, Anouk, sebagai anak haram yang tidak berayah. Tapi ternyata tidak semua penduduk kota itu membenci Vianne dan anaknya. Ibu Caroline yang sudah tua tapi keras kepala, Armande Voizin, justru menyukai Vianne dan menjadi pelangan tetap La Celeste Praline. Caroline menentang keras kebiasaan baru ibunya meminum coklat manis, mengingat Armande pengidap diabetes. Caroline sudah lama melarang Armande bertemu dengan anak Caroline, Luc, meskpiun Armande sangat rindu akan cucunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan diperparah dengan datangnya sekelompok gipsi yang bersandar di sungai dekat kota tersebut. Penduduk pedesaan Prancis yang taat beragama itu mayoritas membenci orang gipsi yang mereka kira menyembah setan dan sering berbuat kriminal. Francis Reynaud, menjelang paskah, mengobarkan 'perang salib' kepada 2 musuh, Vianne Rocher dan orang-orang gipsi. ianne Rocher yang keras kepala tidak menyerah atas intimidasi Reynaud, justru dia mengumumkan bahwa dia akan mengadakan sebuah festival coklat, tepat di hari Minggu Paskah. Secara tidak terduga, penduduk kota itu mulai menyukai coklat dan hubungan sosial mereka membaik karena toko coklat Vianne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini membahas segala macam jenis coklat dan pengolahannya, akan tetapi benang merah dalam novel ini membahas tentang hal yang tak pernah selesai diributkan dari masa kegelapan sampai sekarang: dominasi akan kebenaran moralitas dan agama. Dalam novel ini seakan kita dibukakan kepada argumen bahwa semakin taat orang beragama tidak berbanding lurus terhadap kemaslahatan sosial. Dalam hal ini digambarkan dengan sikap pendeta Francis Reynaud yang membenci keberagaman, dan menganggap coklat adalah makanan dari setan yang menggoda umat manusia dengan kenikmatannya dan menganggap pemilik toko coklat adalah pembantu setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Francis Reynaud bukanlah gambaran mengenai agama katolik semata, melainkan semua agama mempunyai figur seperti itu, keras, militan, dan hanya mempunyai satu logika kebenaran, yaitu logika Tuhannya sendiri. Reynaud merasa berkewajiban untuk membela Tuhannya. Reynaud merasa paling dekat dengan Tuhan. Ini seharusnya tidak aneh, bukankah kita semua juga merasa seperti itu? Tuhan sendiri tidak akan turun ke bumi dan mengumumkan bahwa yang benar selama ini adalah si A bukan si B. Kalau ini terjadi, tidak akan ada lagi Islam Syiah, Islam Sunni, Mutazilah, Ahmadiyah, Katolik, Protestan, Kristen Ortodoks, Buddha, Hindu, Kejawen, dan sebagainya. Kadang umat manusia di dunia hanya menciptakan Tuhan-nya sendiri dalam kepalanya. Ketika mereka saling memusuhi, saling mengusir, saling membunuh dan berperang, kadang mereka berperang hanya karena isi kepala mereka berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang anti-kehidupan dalam kehidupan beragama yang taat di dunia ini. Coklat yang semata-mata hanya rempah-rempah, dituduh sebagai alat setan. Orang-orang taat beragama rela meledakkan dirinya di sekelompok orang agar ikut mati bersamanya. Mereka beranggapan bahwa Tuhan akan memberikan kehidupan yang lebih indah setelah mati apabila dia berhasil membunuh orang-orang kafir. Seakan tidak ada jalan lain dalam dialog antar peradaban, cara satu-satunya adalah saling memusnahkan dan merusak. Orang seperti itu menganggap kehidupan ini tidak layak diteruskan, baik kehidupan orang-orang di sekitarnya maupun (bahkan) hidupnya sendiri. Kenapa agama sampai sedemikian anti kehidupan? Ini adalah otokritik buat kita, umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, coklat (bukan agama) tidak membuat kita membenci orang lain atau merusak kehidupan. Minuman coklat panas membuat hari-hari kita yang penat dan melelahkan serasa ringan dan tenang, dia tidak anti kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-1986545487713006971?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/1986545487713006971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/09/chocolat-joanne-harris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/1986545487713006971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/1986545487713006971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/09/chocolat-joanne-harris.html' title='Chocolat - Joanne Harris'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TjpRcrE7-LA/Tm7ZWWQ9t4I/AAAAAAAAAGE/coYA0rYpIC4/s72-c/Chocolat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-8149990979086697176</id><published>2011-08-13T07:51:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T07:51:11.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belati Medici'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cameron West'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Medici Dagger'/><title type='text'>The Medici Dagger - Cameron West</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HwPE8jVhets/TkaCVFYzIqI/AAAAAAAAAFs/5hevdIyvDSM/s1600/medici.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-HwPE8jVhets/TkaCVFYzIqI/AAAAAAAAAFs/5hevdIyvDSM/s200/medici.jpg" width="121" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uatu saat saya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Bekasi, dalam rangka memenuhi janji rapat dengan beberapa orang. Selesai rapat, saya sempatkan berjalan-jalan berkeliling tempat perbelanjaan yang cukup lengang itu. Mata saya sempat tergoda oleh sebuah counter yang menjual gorengan. Saya berpikir dua kali untuk membeli gorengan, karena terpikir kolesterol, sehingga uangnya bisa dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat. Ternyata di seberangnya ada bazaar buku murah. Mungkin sebaiknya alokasi dana untuk gorengan di realokasi ke buku murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menemukan buku yang ingin dibeli, kecuali buku ini, The Medici Dagger. Buku tulisan Cameron West ini dijual lebih murah dari harga gorengan, mungkin karena tidak laku. Abstraknya cukup menjanjikan, seakan buku ini adalah masuk genre The Da Vinci Code.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya tidak menemukan apa yang saya cari dalam sebuah buku. Buku ini tidak memberikan apa-apa untuk saya. Dalam beberapa hari saya membacanya, semuanya datar, tak menemukan logika apapun yang membuat cerah hati dan pikiran. Saya tidak menyangka, karena Cameron West pernah terkenal dengan buku memoirnya yang menghebohkan yang berjudul First Person Plural, yang mengklaim bahwa dia memiliki kepribadian ganda. Buku ini lebih heboh dari Sybil, karena diceritakan oleh penderitanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Medici Dagger adalah novel pop laga biasa ternyata. The Medici Dagger mempunyai plot sangat khas Hollywood yang aneh. Semuanya serba kebetulan dan diselesaikan dengan cara jagoan. Apabila buku ini diangkat ke layar lebar (yang saya yakin itu memang tujuan penulisnya, terutama terlihat dari ucapan terima kasih penulisnya yang agak "menjilat" kepada Tom Cruise), saya yakin filmnya pun hanya menjadi film laga rating B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini dikisahkan seorang stuntman Hollywood yang jagoan bernama Reb Barnett yang dihantui oleh kematian ibu dan ayahnya yang seorang sejarawan terpandang. Ayah dan ibunya tewas terbunuh ketika Reb masih anak-anak, karena mengejar artifak yang diperebutkan kalangan kejahatan internasional, yaitu belati Medici. Belati Medici disebutkan sebagai ciptaan Leonardo Da Vinci paling berbahaya, terbuat dari logam yang tidak bisa dihancurkan namun sangat ringan. Da Vinci memutuskan untuk menyembunyikannya di abad ke-15 karena takut ciptaannya akan digunakan untuk kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, ketika Reb dewasa sudah kehilangan kesan akan artifak yang diburu mendiang ayahnya tersebut, dia tiba-tiba mendapat telepon yang memberi informasi tentang pembunuh ayahnya yang berada di Italia. Reb memutuskan untuk mencari tahu dan mengejar pembunuh ayahnya ke Venesia, Italia. Di sana dia bertemu seorang wanita asli New York yang bekerja sebagai kurator museum sejarah, bernama Antonia Gianelli, yang selalu Reb panggil "Ginny". Berdua mereka menjadi sasaran pengejaran Nolo Tecci, pembunuh ayahnya, dan gembong senjata internasional bernama Werner Krell. Juga mereka terlibat dalam kejar-kejaran dengan badan rahasia multinasional, lebih rahasia daripada CIA, bernama Gibraltar. Di akhir cerita, bisa ditebak, bahwa mereka menemukan belati Medici yang disembunyikan ratusan tahun oleh Leonardo Da Vinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa begitu menikmati buku ini, bahkan untuk sekadar sebagai hiburan. Saya sudah membaca The Da Vinci Code, yang walaupun menurut saya ditulis agak sembrono, namun cukup menarik. The Da Vinci Code adalah novel dengan genre thriller untuk mengungkap konspirasi internasional. The Medici Dagger berada di kaliber yang lebih rendah daripada The Da Vinci Code, apabila dibandingkan. Apalagi beberapa minggu sebelumnya, saya baru membaca buku 'raksasa' Foucault's Pendulum karya Umberto Eco. Setelah membaca Foucault's Pendulum, membaca The Medici Dagger seakan seperti makan permen kapas harum manis setelah minum segelas bir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya kembali memikirkan counter yang menjual gorengan di pusat perbelanjaan itu. Hmm, harum baunya masih terasa sampai sekarang...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-8149990979086697176?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/8149990979086697176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/08/medici-dagger-cameron-west.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8149990979086697176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8149990979086697176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/08/medici-dagger-cameron-west.html' title='The Medici Dagger - Cameron West'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HwPE8jVhets/TkaCVFYzIqI/AAAAAAAAAFs/5hevdIyvDSM/s72-c/medici.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-5478480385801711769</id><published>2011-07-27T11:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T01:58:53.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Death in Vienna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mortal Mischief'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frank Tallis'/><title type='text'>A Death in Vienna - Frank Tallis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cxkE-XMMG0U/TaK1e9xw2YI/AAAAAAAAAFk/lcXqP4oBc_s/s1600/mortalmischief.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-cxkE-XMMG0U/TaK1e9xw2YI/AAAAAAAAAFk/lcXqP4oBc_s/s200/mortalmischief.JPG" width="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;anyak hal yang membuat saya memutuskan untuk membaca sebuah buku. Kadang karena rekomendasi teman atau pakar. Kadang karena kekaguman saya akan penulisnya. Kadang juga karena buku itu adalah buku yang langka. Tapi yang satu ini, jujur saja, saya salah beli buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang berjalan-jalan ke sebuah bazaar buku dengan diskon (katanya) sampai 70%. Selesai melihat-lihat dan menimbang-nimbang, saya tidak menemukan buku yang menarik. Tapi daripada merasa rugi waktu, akhirnya saya memutuskan untuk membeli paling tidak sebuah buku. Buku A Death in Vienna ini saya beli, karena saya familiar dengan judulnya. Saya pikir ini sebuah karya klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya misinterpretasi. Buku klasik yang saya cari adalah Death in Venice, bukan A Death in Vienna. Setelah saya telusuri, A Death in Vienna sendiri bukanlah judul asli buku ini. Judul aslinya Mortal Mischief, ditulis oleh Frank Tallis. Tapi, ya sudahlah, saya memang sedang butuh bacaan, apapun bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar perkiraan, buku ini cukup menarik, dan sangat menghibur. Novel ini adalah sebuah thriller detektif ala Hercule Poirot, dengan pendekatan yang unik, yaitu psikoanalisis. Penulisnya, Frank Tallis (http://www.franktallis.com) adalah seorang praktisi psikologi klinis, peneliti dan penulis buku psikologi populer, yang berubah haluan menjadi penulis novel thriller detektif. Hasilnya sangat meyakinkan, novelnya sangat menarik dan enak dibaca. Saya ingat, pernah saya seharian membaca novel Dan Brown tanpa berhenti saking enaknya untuk dibaca, menurut saya novel ini lebih bagus dari novel tulisan Dan Brown. Saya tidak menghabiskan novel ini seharian, karena saya tidak punya banyak waktu luang, tapi buku setebal 580 halaman ini habis saya baca di kereta listrik hanya dalam waktu 5 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Frank Tallis cukup serius mendalami profesi barunya ini. Dia menulis novel ini sebagai seri pertama dari serial petualangan seorang dokter psikolog muda bernama Max Liebermann. Max adalah seorang praktisi psikologi klinis di Wina, tahun 1902, dan murid langsung dari Sigmund Freud. Buku ini adalah kasus pertamanya yang diselesaikan bersama inspektur polisi Oskar Reindhart. Buku ini diberi sub judul: The Liebermann Papers 1. Saat ini menurut website penulisnya, telah terbit sampai The Liebermann Papers 5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini seperti pengulangan stereotip cerita detektif cerdas dan pasangannya. Max Liebermann dan Oskar Reindhart adalah Poirot dan Kapten Hastings atau Sherlock Holmes dan Dr. Watson. Hanya saja, Liebermann lebih intelek, dengan pendekatan sains yang utama. Liebermann adalah Sherlock Holmes yang ilmuwan. Liebermann menjadi detektif yang cerdik semata-mata karena dia mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi dan anti takhayul. Dia adalah tipikal Yahudi cerdas dan terpelajar yang kritis terhadap budaya Eropa klasik yang kolot, itu pula yang menyebabkan dia selalu dicurigai masyarakat. Pun novel ini mengambil setting bibit kelahiran ultra nasionalisme Pan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, tersebutlah seorang cenayang cantik bernama Charlotte Löwenstein. Charlotte yang berprofesi sebagai medium untuk arwah-arwah penasaran, ditemukan terbunuh di dalam ruangan yang terkunci rapat dari dalam, dengan luka tembak, namun tanpa ditemukan sebutir pelurupun di tubuhnya. Tidak pula ditemukan senjata pembunuh. Sebuah kejahatan yang sempurna, seakan setan sendiri yang membunuhnya karena praktek paranormalnya yang hanya direstui iblis. Di dekat tubuh Charlotte Löwenstein ditemukan sebuah pesan yang seakan-akan mengesankan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti roman detektif a la Agatha Christie, Charlotte dikelilingi oleh calon tersangka, yaitu para pengikutnya yang setia. Charlotte Löwenstein beserta pengikutnya secara rutin mengadakan pertemuan untuk memanggil arwah di rumahnya. Pengikutnya antara lain: Karl Uberhost, seorang tukang kunci; Hans Bruckmüller, seorang pengusaha; Zoltán Záborszki, seorang bangsawan dari Hungaria; Otto Braun, seorang pesulap murahan; Natalie Heck, seorang wanita muda menarik yang pemalu; dan pasangan suami istri terpandang Heinrich dan Juno Hölderlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plot dalam buku ini sangat menarik. Liebermann adalah orang yang cukup sibuk, layaknya detektif dalam film TV Amerika. Selain banting tulang menyelesaikan kasus kriminal yang 'sempurna' tersebut, dia juga berusaha melakukan terapi terhadap Miss Lydgate, seorang wanita muda Inggris yang awalnya mengalami kelumpuhan, ternyata belakangan ketahuan mempunyai kepribadian ganda. Dia juga sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Clara, kekasihnya. Selain kesibukan-kesibukan di atas, dia masih sempatkan bermain piano di kafe, memainkan musik klasik dengan Oskar (selain psikoanalis handal, Liebermann adalah seorang pemain piano yang sangat ahli). Liebermann juga disegani oleh gurunya, Sigmund Freud sendiri. Benar-benar sebuah plot yang luar biasa. Terlalu luar biasa malah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, di novel ini kita tidak menemukan keraguan. Semuanya serba positivis, sesuai semangat pencerahan. Argumen yang ingin ditunjukkan dalam novel ini adalah bahwa bila Anda berusaha memasuki kondisi psikologis seseorang dan memahaminya, maka proses itu layaknya sebuah penyelidikan detektif Poirot. Dalam sub-conscious, Anda akan menemukan motif, tersangka, modus operandi, dan alibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, novel yang cukup tebal ini adalah novel yang bagus. Frank Tallis benar-benar tidak salah pilih profesi, meninggalkan praktek psikologinya untuk menjadi penulis novel. Novel ini kadang terjebak terlalu dalam untuk menjelaskan sejarah, latar belakang, dan wawasan. Sedikit pamer, semacam cerita Si Boy yang baik hati dan tidak sombong, jagoan lagipula pintar, tapi tetap menarik untuk dibaca. Sangat menghibur, seharusnya buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang tidak ingin menikmati diskursus terlalu berat, tapi tetap saja ingin mendapatkan 'sesuatu yang lebih' dari sebuah buku yang menghibur. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-5478480385801711769?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/5478480385801711769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/07/death-in-vienna-frank-tallis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5478480385801711769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5478480385801711769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/07/death-in-vienna-frank-tallis.html' title='A Death in Vienna - Frank Tallis'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cxkE-XMMG0U/TaK1e9xw2YI/AAAAAAAAAFk/lcXqP4oBc_s/s72-c/mortalmischief.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-6627485067725626666</id><published>2011-04-04T01:33:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T23:36:21.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Great Gatsby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='F. Scott Fitzgerald'/><title type='text'>The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IVaC_PipCwI/TZahNE-A9gI/AAAAAAAAAFg/uJfv5UxrrEs/s1600/9832190.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-IVaC_PipCwI/TZahNE-A9gI/AAAAAAAAAFg/uJfv5UxrrEs/s200/9832190.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uatu saat, ketika bertemu dengan seorang teman di sebuah kafe, saya iseng membawa buku The Great Gatsby karangan F. Scott Fitzgerald. Saat itu saya sedang berusaha menyelesaikan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya bilang, "Wah, aku suka sekali film The Great Gatsby! Sudah lama sih, tapi tetap berkesan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab bahwa saya belum menontonnya. Tapi saya paham yang dia bicarakan, tentunya dia berbicara tentang film The Great Gatsby tahun 1970-an yang dibintangi oleh Robert Redford. Sepanjang pengetahuan saya, menonton akting Robert Redford selama ini memang belum pernah mengecewakan. Tapi seandainya dia tahu bahwa Baz Luhrmann menggarap versi barunya tahun depan dengan bintang Leo DiCaprio dan Tobey Maguire, mungkin dia akan histeris (teman saya ini penggemar Moulin Rouge). Anda bisa bayangkan Baz Luhrmann menggarap karya F. Scott Fitzgerald, hasilnya pasti: Jazz!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Great Gatsby mulai ditulis tahun 1923 dan diterbitkan pertama kali tahun 1925. Oleh penerbit Modern Library, buku ini didudukkan di peringkat kedua 100 novel terbaik sepanjang masa. Orang Amerika Serikat sangat bangga dengan karya F. Scott Fitzgerald, beberapa kritik menyebutnya sebagai buku sastra terbaik Amerika. Di Amerika Serikat, pelajar SMA dalam pelajaran sastra wajib membaca buku ini. Namun sedikit yang tahu bahwa buku ini ketika baru terbit gagal meraup pasar. Para kritikus pun saat itu tidak menyambutnya dengan baik. F. Scott Fitzgerald sempat depresi atas kegagalan ini, dan belum pernah mengalami jaman dimana semua orang menghargai The Great Gatsby. The Great Gatsby mulai dilirik kalangan luas setelah Fitzgerald meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Great Gatsby adalah sebuah cerita klasik yang sederhana tentang cinta yang terpinggirkan dan rindu dendam. Fiksi ini berpusat pada kehidupan misterius seorang milioner eksentrik bernama Jay Gatsby. Narator dalah tokoh ini adalah Nick Carraway, seorang pemuda lulusan Yale yang baru saja pindah ke New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan tugasnya di Perang Dunia I sebagai tentara, Nick pulang ke Amerika untuk bekerja di bidang penjualan obligasi dan investasi. Dari Amerika barat, dia pindah ke timur, tepatnya ke New York, untuk bekerja di sebuah perusahaan investasi. Dia menyewa sebuah bungalow sederhana di pinggiran kota, yang terletak tepat di sebelah kastil besar, yang tidak dia ketahui siapa pemiliknya kecuali hanya namanya yang disebut dengan tuan Gatsby. Di kastil itu, tiap hari diadakan pesta besar-besaran yang selalu meriah, dengan cahaya yang gemerlap dan musik jazz hingar tak henti-henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya keluarga yang Nick kenal di New York adalah sepupunya yang cantik bernama Daisy, yang tinggal bersama anaknya yang masih kecil, dan Tom, suaminya yang juga kaya. Daisy mengundang Nick untuk makan malam di rumahnya yang megah, dalam rangka menyambut kepindahan Nick ke New York. Dalam makan malam itu hadir pula teman dekat Daisy, yaitu Jordan Baker, seorang pemain golf wanita profesional. Jordan bertanya, apakah Nick kenal Gatsby. Kebetulan, kata Nick, Gatsby adalah tetangganya. Ketika pasangan Tom dan Daisy meninggalkan mereka berdua sebentar untuk mendiskusikan sesuatu yang pribadi, Jordan membisikkan ke Nick bahwa Tom memiliki pasangan selingkuh, dan Daisy mulai curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Tom mengajak Nick naik kereta bersama ke tengah kota New York. Di perjalanan, Tom mengajak Nick mampir ke sebuah bengkel milik seseorang bernama Wilson. Wilson memiliki istri bernama Myrtle, yang ternyata adalah wanita simpanan Tom. Diam-diam Tom mengajak Myrtle pergi bersama mereka. Meskipun tidak nyaman karena mengetahui mereka bercinta sembunyi-sembunyi dari pasangan masing-masing, Nick setuju ketika diajak oleh Tom dan Myrtle ke apartemen mereka di tengah kota. Ternyata mereka sudah lama punya apartemen bersama itu untuk menyalurkan asmara mereka yang terlarang. Di apartemen tersebut, Myrtle dan Tom juga mengundang adik Myrtle, Catherine, juga pasangan suami istri Chester dan Lucille. Mereka pesta minuman keras hari itu. Dalam perbincangan dalam pesta, Catherine membicarakan legenda tentang Gatsby, yang membuat Nick makin penasaran dengan tetangga sebelah rumahnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, sebuah undangan pesta datang ke rumah Nick, berasal dari Tuan Gatsby di sebelah rumah. Nick pergi ke rumah Gatsby untuk mengikuti pesta meriah yang biasanya diadakan tiap hari itu. Dia pergi sendirian, dan tak kenal siapa-siapa dalam pesta yang riuh itu. Bahkan dia tidak tahu mana orang yang bernama Gatsby yang telah menundangnya. Semua orang sepertinya mengenal Gatsby, kecuali Nick. Ketika sedang menikmati pesta, Nick bertemu Jordan, dan mereka berdua kemudian memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di pesta. Dalam pesta itu, mereka bertemu dengan bermacam-macam orang dengan bermacam-macam kepribadian yang aneh, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Gatsby. Gatsby yang kaya raya mengajak Nick untuk berteman lebih akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari lain, Gatsby menjemput Nick untuk mengajaknya makan siang di kota. Dalam perjalanan Gatsby mengaku bahwa kekayaan yang diperolehnya adalah dari warisan keluarga. Dalam makan siang, Nick dikenalkan dengan seorang Yahudi licik bernama Wolfsheim. Wolfsheim adalah orang yang bergerak di bidang perjudian dan penipuan untuk mencari kekayaan. Ketika makan siang usai, kebetulan Nick melihat Tom disitu. Nick mengenalkan Tom dengan Gatsby, tapi seolah Gatsby tidak nyaman dengan perkenalan itu. Tahu-tahu, Gatsby sudah menghilang entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Nick menjalin hubungan asmara dengan Jordan. Jordan dalam suatu kesempatan bercerita bahwa dia baru ingat pernah melihat Gatsby sebelumnya di masa mudanya. Gatsby sebagai seorang tentara berseragam pernah berpacaran dengan Daisy sebelum mereka semua pindah ke New York. Setelah itu, Gatsby dikirim ke perang di Eropa, dan Daisy memutuskan untuk melupakan Gatsby dan menikahi Tom. Tapi Gatsby tidak pernah melupakan cintanya kepada Daisy. Setelah perang selesai, dia pergi kuliah di Oxford, kemudian pindah ke New York dan bertekad untuk mendapatkan kembali cinta Daisy. Jordan juga mendapat pesanan dari Gatsby untuk membujuk Nick agar mempertemukan dirinya dengan Daisy kembali dalam sebuah kebetulan. Nick mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nick mengundang Daisy untuk makan siang di rumah sewanya yang kecil. Yang tidak diketahui Daisy adalah bahwa Gatsby akan datang juga mengunjungi rumah Nick. Daisy terkejut akan kedatangan Gatsby. Pertemuan kembali keduanya sangat canggung. Gatsby kemudian mengajak mereka ke kastilnya, memamerkan kekayaannya. Daisy mulai terpesona kembali oleh Gatsby, dan mereka berdua mulai jatuh cinta kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daisy yang sudah curiga akan hubungan selingkuh Tom, mengundang Gatsby ke villanya, untuk bertemu Tom. Nick dan Jordan juga diundangnya. Tom juga mulai curiga bahwa Gatsby mengejar cinta Daisy. Belakangan Daisy mengusulkan agar mereka berlima pergi bersenang-senang di Plaza Hotel. Daisy akan pergi satu mobil bersama Gatsby, sementara Tom akan pergi bersama Jordan dan Nick. Tom memaksa membawa mobil kuning Gatsby, sehingga Gatsby terpaksa membawa Daisy dengan mobil Tom. Dalam perjalanan, Tom mengisi bensin mobil Gatsby di bengkel Wilson. Wilson dan Myrtle melihat Tom dan merasa bahwa mobil itu adalah mobil Tom. Sesampainya di hotel, dipengaruhi oleh minuman keras, mereka bertengkar. Tom mengonfrontir Gatsby bahwa dia sengaja merebut Daisy dari Tom. Gatsby mengaku bahwa dia memang mencintai Daisy sejak dulu. Dia mengaku bahwa dulu dia terlalu miskin untuk menikahi Daisy. Tom menuduh bahwa Gatsby memperoleh kekayaannya dari menyelundupkan minuman alkohol ilegal. Gatsby mempertanyakan Daisy, siapakah yang sebenarnya dicintainya, apakah Tom atau Gatsby. Karena depresi, Daisy tidak menjawab pertanyaan itu, alih-alih, lari keluar dari kamar hotel. Gatsby menyusul Daisy, dan dengan mobil kuningnya sendiri, dia berniat mengantarkan Daisy pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Gatsby melewati melewati bengkel Wilson. Myrtle menyangka bahwa selingkuhannya, Tom, sedang berada dalam mobil itu, jadi dia pergi mendekatinya. Tidak disangka-sangka, mobil Gatsby malah menabrak Myrtle sampai tewas. Mobil Gatsby melesat melarikan diri. Wilson yang menyaksikan langsung istrinya ditabrak sampai tewas, sangat terpukul akan kejadian ini. Polisi pun dipanggil oleh penduduk untuk menyelediki kasus tarak lari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, Nick menemui Gatsby, dan Gatsby menceritakan segalanya. Gatsby mengungkapkan bahwa yang menabrak Myrtle adalah Daisy. Gatsby juga bercerita bahwa dia memperoleh kekayaannya dengan tidak wajar dari tindakan kriminal yang dijalankannya untuk Wolfsheim. Dia memperjuangkan kekayaan itu hanya untuk mengejar Daisy. Dia mengadakan pesta tiap hari dan mengundang semua orang di kota itu agar Daisy suatu saat akan datang. Nick menyarankan Gatsby untuk pergi, karena polisi akan melacak mobilnya, tapi Gatsby menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilson, suami yang marah, berniat membalas dendam atas kematian istrinya. Dia mengunjungi Tom dengan pistol, menyangka bahwa yang menabrak istrinya adalah Tom. Tom menyangkal, dia bilang ke Wilson bahwa mobil yang menabrak Myrtle adalah mobil Gatsby. Wilson pergi ke kastil Gatsby dan dia menemukan mobil yang menabrak istrinya tempo hari dengan &lt;i&gt;bumper&lt;/i&gt; yang penyok. Dia masuk ke dalam, menemukan Gatsby sedang berenang. Dia menembak Gatsby sampai tewas, kemudian membunuh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tragis ini adalah kisah seorang &lt;i&gt;accidental hero&lt;/i&gt;. Gatsby tidak berniat untuk menjadi orang yang bernilai maupun disukai orang lain. Dia hanya ingin mendapatkan cinta sejatinya dan dicintai kembali. Novel Fitzgerald ini adalah salah satu cerita moralitas kepahlawanan ala Amerika yang digemari baik oleh dunia buku maupun film Hollywood. Gatsby adalah seorang pria sejati, pecinta sejati, dan pribadi yang dikagumi banyak orang. Dia adalah orang yang konsisten, tapi dia tidak pernah berniat untuk menjadi orang baik-baik. Dia adalah penyelundup minuman keras. Dia adalah sang penjahat yang memiliki kapasitas sebagai pahlawan, orang baik yang menyeberang dan terjebak di sisi jahat. Dan sebenarnya dia tahu pasti apa yang pantas dia dapatkan atas pilihannya. Moralitas kepahlawanan ala Amerika seperti ini memandang dunia dan nilai-nilainya dengan sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin familiar dengan tokoh Rick yang dimainkan Humphrey Bogart, dalam film Casablanca. Atau karakter Clint Eastwood sebagai koboi tak bernama dalam A Fistful of Dollar (sebenarnya produksi Italia, tapi menjadi legenda besar di Amerika), dimana awalnya dia hanya berpikir untuk mendapatkan uang, malah akhirnya membabat habis sebuah gang pengacau di suatu kota. Atau bahkan Anda ingat tokoh John McClane, seorang polisi pemabuk bermasa depan suram di film Die Hard yang dimainkan oleh Bruce Willis. McClane tak pernah bermimpi muluk untuk menegakkan kebenaran, akhirnya malah pergi sendirian melawan satu pasukan penjahat bersenjata lengkap (yang satu ini tidak mati-mati, makanya diberi judul Die Hard). Ini adalah sedikit banyak bagaimana cara pandang orang Amerika terhadap kepahlawanan. Idealisme itu murah. Nilai dan moralitas sudah bankrut. Tapi seorang pahlawan tidak dibentuk, dia dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatsby adalah pahlawan Fitzgerald. Dia perlu menciptakannya dan menjadikannya hidup, dengan segala referensi yang ada. Bahkan kastil Gatsby pun dibuat berdasarkan bangunan sebenarnya yang ada di Long Island. Wolfsheim dan Daisy pun adalah tokoh yang diinspirasi dari tokoh nyata. Fitzgerald juga menciptakan Nick. Nick Carraway adalah Fitzgerald sendiri, karena dia membutuhkan tokoh untuk bercerita. Nick diciptakan Fitzgerad sebagai tokoh yang dipercaya oleh semua pihak sebagai "penampung" rahasia, sehingga dia meneruskan rahasia-rahasia kepada pembaca. Tanpa Nick, buku ini tidak akan pernah ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menceritakan kembali Era Jazz, tahun 1920-an di Amerika Serikat, dimana Jazz muncul sebagai musik pemberontak, sama halnya ketika tahun 1950-an dengan Rock n' Roll, atau tahun 1980-an dengan musik Metal, atau musik Grunge di tahun 1990-an. Buku ini sangat trendy pada masanya. Masa itu ditandai dengan gelombang kejahatan penyelundupan minuman keras yang dilarang oleh pemerintah. Orang Amerika saat itu menyebut penyelundup minuman keras sebagai "&lt;i&gt;bootleggers&lt;/i&gt;". Al Capone di Chicago adalah salah satu mafia &lt;i&gt;bootlegger&lt;/i&gt; yang paling terkenal saat itu. Masa itu juga ditandai dengan munculnya generasi wanita baru, yaitu apa yang disebut dengan "&lt;i&gt;flappers&lt;/i&gt;", dimana para wanita ini memakai rok mini, berdandan berlebihan dengan potongan rambut bob, berdansa gila-gilaan dengan musik Jazz, merokok di tempat umum, dan terbuka secara seksual. Para &lt;i&gt;flappers &lt;/i&gt;ini menggantikan generasi ibu-ibu mereka yang pendiam. Jordan, Daisy, dan Myrtle adalah gambaran para &lt;i&gt;flappers &lt;/i&gt;sebenarnya, para wanita pemberontak. Masa yang sentimentil sebenarnya. Sekarang semua sudah terlewati hampir seabad lamanya. Sekarang musik Jazz dan pesta-pestanya sudah menjadi foto lama yang sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu suka membayangkan Amerika tahun 1920-an. Itu adalah jaman keemasan sebelum Malaise, dan perang Dunia kedua. Jaman itu adalah jaman pemberontakan musisi Jazz kenamaan seperti George Gershwin dan Benny Goodman. Jaman yang gempita dengan Art Deco dan Surealisme. New York terlihat seperti Paris yang sentimentil. Buku ini menggambarkan era itu dengan sangat menarik dan romantis. Novel yang sangat enak untuk dibaca. Entah kenapa, mengingatkan saya akan prosa Seno Gumira Ajidarma yang romantis. Buku ini tidak cukup hanya kita baca sekali. Prosanya indah dan selalu ada hal yang baru setiap kali kita membacanya kembali. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-6627485067725626666?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/6627485067725626666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/04/great-gatsby-f-scott-fitzgerald.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/6627485067725626666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/6627485067725626666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/04/great-gatsby-f-scott-fitzgerald.html' title='The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IVaC_PipCwI/TZahNE-A9gI/AAAAAAAAAFg/uJfv5UxrrEs/s72-c/9832190.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2984200809436956526</id><published>2011-03-22T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T02:27:30.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moby Dick'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Herman Melville'/><title type='text'>Moby Dick - Herman Melville</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-2AuL6lR0XvE/TYhRgHz7gJI/AAAAAAAAAFM/FP6627yoxxc/s1600/823573.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh4.googleusercontent.com/-2AuL6lR0XvE/TYhRgHz7gJI/AAAAAAAAAFM/FP6627yoxxc/s200/823573.jpg" width="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uatu saat, di sebuah toko buku di sebuah pertokoan di daerah Pejaten, Jakarta, saya menemukan buku-buku klasik berbahasa Inggris dengan harga hanya Rp 30.000 saja. Tentu saja saya merasa girang bukan kepalang. Semuanya dipatok dengan harga yang sama, baik buku Leo Tolstoy, Charles Dickens, William M. Thackeray, Jane Austen, maupun penulis besar lainnya. Tidak mau merasa rugi (meski kalau dipikir lagi, agak naif logika saya waktu itu), saya memilih buku yang paling tebal. Buku yang paling tebal disitu adalah Anna Karenina karya Leo Tolstoy, yang ternyata saya sudah punya dan baca edisi bahasa Indonesianya. Saya mencari yang paling tebal kedua setelah Anna Karenina, menemukan buku Moby Dick karya Herman Melville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu saya ingin membaca buku ini, tapi belum ada terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Buku setebal itu tentunya saya bayangkan akan menemani saya dalam perjalanan yang sering saya lakukan, sehingga terasa lebih asyik, ringan, dan cepat. Lagipula, Moby Dick termasuk ke dalam 100 novel terbaik sepanjang masa, dimana saya mempunyai ambisi terpendam untuk membaca semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata belakangan saya merasa salah memilih buku. Buku Moby Dick sangat sulit dibaca, apalagi dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang pas-pasan. Buku ini sangat aneh dan memiliki struktur yang asing. Belum pernah saya membaca buku seperti tulisan Herman Melville ini. Alhasil, saya menghabiskan waktu hampir dua bulan untuk menghabiskan dan mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat, saya hanya sempat membaca di perjalanan, baik di kereta listrik maupun di lobi bandara. Sehari mungkin hanya bisa membaca 5-10 halaman, ditambah dengan kesulitan bahasa Inggris saya, jadi kadang lebih lambat lagi saya membacanya. Kadang setelah membaca beberapa halaman, saya balik lagi, membaca ulang, demi memahami apa yang sebenarnya tersirat dari kata-kata penulisnya. Sekarang setelah selesai membacanya, buku ini sudah tidak berbentuk, kucel dan keriting. Alih-alih merasa asyik dan terhibur, saya selalu mengernyitkan dahi ketika dalam perjalanan sambil membaca buku ini. Berat sekali. Tapi tak apalah, kepuasan menyelesaikan sebuah buku sungguh tiada tara rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Moby Dick menurut saya 10 kali lebih rumit dari The Name of The Rose-nya Umberto Eco. Ditambah lagi kenyataan bahwa Herman Melville adalah seorang ahli bahasa Inggris dan pendalam filsafat. Buku ini sulit dimengerti, terutama juga karena Herman Melville sendiri tidak berusaha keras untuk dimengerti oleh pembacanya. Dia tidak mengharap sembarang orang bisa menikmati bukunya. Namun setelah selesai membacanya, saya menjadi mengerti bahwa kerumitan dari buku ini adalah sebuah berkah. Setelah lama membaca dan mempelajari, saya semakin mengagumi buku Moby Dick ini sebagai sebuah buku yang hebat dengan tema yang luar biasa. Buku ini bercerita tentang perburuan seekor ikan paus, sementara buku ini sendiri bisa dianggap sebuah karya 'ikan paus' dari segi kebesarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melville seakan sedang terlibat dalam sebuah proyek mahakarya yang menggambarkan segalanya dalam sebuah buku fiksi, dan dia berhasil. Hasilnya adalah buku setebal 469 halaman dengan 135 bab yang menggambarkan perburuan ikan paus putih yang dijuluki Moby Dick, dimana si Moby Dick itu sendiri hanya muncul pada tiga bab terakhir. Jelas ini bukanlah sebuah novel laga, karena ada 132 bab lain yang tidak terkait dengan pertempuran melawan Moby Dick. Anda yang bermaksud membacanya untuk mencari aksi laga pertempuran melawan ikan paus raksasa yang buas Moby Dick, sebaiknya melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini dimulai dengan kalimat pembuka yang sangat terkenal, yaitu, "&lt;i&gt;Call me Ishmael.&lt;/i&gt;" Narator dalam novel ini adalah Ishmael. Dia adalah seorang anak muda (yang ternyata digambarkan sebagai orang yang mempunyai referensi luar biasa) yang ingin ikut dalam sebuah kapal pemburu ikan paus. Pada masa itu, abad 19, minyak ikan paus adalah sumber energi utama karena minyak fosil belum banyak digunakan. Dia berteman dengan seorang pagan barbar yang kanibal bernama Queequeg, seorang penembak harpoon. Berdua mereka bergabung dengan kapal Pequod, yang berangkat dari Nantucket, yang dikomandoi oleh kapten Ahab, seorang tiran yang obsesif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ahab mempunyai dendam membara untuk membunuh ikan paus putih raksasa yang dijuluki Moby Dick. Ahab hanya mempunyai satu kaki, karena dalam perburuan sebelumnya Moby Dick merampas sebelah kakinya. Dibakar oleh kesumat, dia mengarahkan semua kru kapalnya untuk mengejar Moby Dick sampai ke ujung dunia dan membunuhnya. Kapal Pequod tak akan kembali sebelum berhasil membunuh Moby Dick, meskipun pada akhirnya Pequod memang tak pernah kembali ke Nantucket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh dari novel ini adalah, bahwa sang narator, Ishmael, dalam buku ini semakin dalam semakin menghilang perannya. Buku ini lebih mirip sebuah jurnal daripada sebuah novel, menggambarkan catatan perjalanan kru pelaut. Tapi bukan hanya itu, buku ini juga kadang menjadi buku yang sangat ilmiah, dengan pembahasan &lt;i&gt;Cetology &lt;/i&gt;(ilmu tentang ikan paus) yang rinci. Pada suatu titik tertentu, buku ini berubah menjadi panduan yang detail tentang bagaimana cara berlayar dan berburu ikan paus. Kadang secara tak terduga penulis membawa kita ke perdebatan filsafat yang dalam dan pembahasan agama dan mitos-mitos. Dalam beberapa bagian tertentu, seolah buku ini berubah menjadi drama &lt;i&gt;Shakespearean&lt;/i&gt;. Bahkan buku ini juga dalam beberapa sudutnya berubah menjadi sebuah buku puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah proyek besar Melville, dimana dia menggabungkan fiksi, biologi, puisi, drama Shakespeare, perdebatan filosofi, dan panduan menangkap ikan dalam satu buku. Proyek sebesar ini memerlukan stamina luar biasa dan kekayaan referensi seluas lautan itu sendiri. Melville menulis seakan dia berada di kapal itu ikut berburu ikan paus. Tapi dalam waktu yang sama, dia juga menulis seolah dia sedang melakukan perenungan yang dalam di sebuah perpustakaan ilmu. Dia bisa menjadi keduanya dengan sangat magis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman Melville tak pernah mendapatkan gelar sarjana. Dia menulis tentang perburuan ikan paus karena dia memang pernah menjadi kru sebuah kapal pemburu ikan paus selama 14 bulan. Tapi dia adalah pembaca yang luar biasa. Dia seorang otodidak. Dia mempelajari segalanya sendirian, dari hasil pengamatannya dan membaca buku yang sangat banyak. Dalam novel ini (tidak seperti novel lain yang melulu fiksi) dia mengutip dan menceritakan pemikiran banyak sumber. Bible, Shakespeare, Milton, Sir Thomas Browne, Jefferson, William Scoresby, Champollion, John Locke, Immanuel Kant, dan masih banyak lagi. Dia juga membuat terobosan baru dalam dunia intelektual, yaitu dalam bab 32 tentang &lt;i&gt;cetology&lt;/i&gt;, dimana dia mengklasifikasikan ikan paus ke dalam 3 kelas, Ikan Paus &lt;i&gt;Folio &lt;/i&gt;(terdiri dari &lt;i&gt;Sperm Whale&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Right Whale&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Fin Back Whale&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Hump-backed Whale&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Razor Back Whale&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Sulphur Bottom Whale&lt;/i&gt;), Ikan Paus &lt;i&gt;Octavo&lt;/i&gt; (terdiri dari &lt;i&gt;Grampus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Black Fish&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Narwhale&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Trasher&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Killer Whale&lt;/i&gt;), dan Ikan Paus &lt;i&gt;Duodecimo &lt;/i&gt;(terdiri dari Lumba-Lumba &lt;i&gt;Huzza&lt;/i&gt;, Lumba-Lumba &lt;i&gt;Algerine&lt;/i&gt;, dan Lumba-Lumba Bermulut Penuh). Melville membahas mengenai anatomi seekor ikan paus, dari paru-parunya, matanya, semburannya (&lt;i&gt;spout&lt;/i&gt;), ekornya, tulang belakangnya, dan semuanya secara detail. Seakan Melville sedang menerbitkan sebuah karya ilmiah dalam sebuah novel. Novel seperti ini, untuk itu, adalah novel besar yang aneh dan susah dikategorikan. Ini adalah potret sebuah kekayaan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melville sendiri menghabiskan satu tahun untuk menulis buku ini. Anda bisa bayangkan betapa luasnya referensi Herman Melville, betapa banyak dia telah membaca buku filsafat, buku drama, buku puisi, buku agama, dan buku &lt;i&gt;zoology&lt;/i&gt;. Sebuah energi yang dahsyat yang diperlukan Melville dalam menulis buku ini kalimat per kalimat. Seandainya dia hidup di jaman sekarang, dimana informasi dapat diperoleh dengan mudah memakai internet, mungkin dia akan menjadi raja pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan buku yang mudah yang pernah saya baca. Bahkan untuk orang Amerika sendiri, buku ini sempat dianggap tidak berarti. Itu mengapa saya kira kita belum menemukan terjemahan buku ini dalam bahasa Indonesia. Buku ini terlalu susah untuk diterjemahkan, juga sulit dicerna oleh pembaca. Tapi saya beruntung telah membacanya. Setelah membaca buku ini, saya seperti telah melangkah melewati batas pemikiran yang selama ini ada sebagai konvensi. Sekali lagi, buku ini membuat saya kagum luar biasa. Saya telah membacanya. Seperti Yunus, saya membiarkan diri saya ditelan oleh ikan paus, dan kembali dengan selamat. Anda berani?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2984200809436956526?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2984200809436956526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/03/moby-dick-herman-melville.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2984200809436956526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2984200809436956526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/03/moby-dick-herman-melville.html' title='Moby Dick - Herman Melville'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-2AuL6lR0XvE/TYhRgHz7gJI/AAAAAAAAAFM/FP6627yoxxc/s72-c/823573.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7074821154420697945</id><published>2011-03-21T10:59:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T02:28:05.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='O. Henry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Yang Hilang'/><title type='text'>Cinta Yang Hilang - O. Henry</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-_IQU-5k8FNI/TYdCgrr7wGI/AAAAAAAAAFE/Bd8lOAFu-fc/s1600/10727858.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh5.googleusercontent.com/-_IQU-5k8FNI/TYdCgrr7wGI/AAAAAAAAAFE/Bd8lOAFu-fc/s200/10727858.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;da saatnya, ketika masih belia, saya bermimpi untuk menjadi penulis cerita pendek (cerpen). Tapi hingga kini mimpi itu belum terjadi, dan hasrat untuk mewujudkannya juga semakin memudar. Yah, paling tidak saya pernah bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, saya mengidolakan O. Henry. Setiap penulis cerpen pasti menjadikan O. Henry pahlawan mereka, selain Chekov dan Kafka. Sejak duduk di bangku SMA, saya sudah terkagum-kagum membaca cerita pendek O. Henry di sebuah majalah remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O. Henry mempunyai nama asli William Sydney Porter. Dia memakai nama pena karena dia mulai menulis ketika dia dipenjara karena sebuah dakwaan kriminal. O. Henry adalah master dalam penulisan cerpen. Ciri khas cerpennya adalah permainan-permainan kata yang cerdas, plot yang mengalir, dan ending yang mengejutkan. Begitu populernya O. Henry di Amerika Serikat, namanya diabadikan sebagai penghargaan untuk sastrawan-sastrawan terbaik, menjadi O. Henry Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, saya menemukan buku O. Henry kembali ketika sedang berada di sebuah toko buku di luar kota. Bukunya sangat tipis, berjudul Cinta Yang Hilang, terdiri dari tujuh cerpen terkenal dari O. Henry yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku ini sangat cocok untuk menemani perjalanan, mengingat ringannya untuk dibawa, juga ceritanya yang tidak bersambungan. Namun dalam waktu hanya 5 jam untuk menghabiskannya (mungkin Anda malah bisa lebih cepat lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata saya merasa penerjemahannya kurang begitu layak. Bahkan mungkin buku ini terbit atas dasar pertimbangan ekonomi belaka. Satu buku hanya berisi tujuh cerita yang sebenarnya beberapa sudah pernah saya baca atau saya dengar ceritanya. Buku ini diberi judul Cinta Yang Hilang, berdasarkan judul cerpen pertama dalam buku ini. Akan tetapi, setelah disimak dengan teliti, tidak ada cerpen O. Henry yang berjudul 'Lost Love' atau yang diterjemahkan sebagai 'Cinta Yang Hilang'. Cerpen pertama dalam buku ini yang diberi judul Cinta Yang Hilang adalah terjemahan dari cerpen berjudul The Furnished Room. Terjemahan dari The Furnished Room mungkin  kurang komersial dibandingkan dengan Cinta Yang Hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerjemahkan judul, menurut saya, tidak bisa menggantinya dengan semena-mena. Judul adalah ruh dari sebuah karya tulis. Ini penerjemahan yang buruk. Seburuk menerjemahkan judul acara 'Bill Cosby Show' di TVRI jaman dahulu menjadi 'Keluarga Pak Huxtable'. 'Bill Cosby' adalah ruh dalam acara itu, adalah logika utama yang ingin disampaikan, bukan 'keluarga Huxtable'. Dalam puisi, penerjemahan judul seperti ini malah bisa berakibat fatal. Misalkan puisi Sitor Situmorang yang berjudul 'Malam Lebaran'. Puisinya hanya berisi satu baris: 'Bulan di atas kuburan'. Bila judulnya bukan lagi 'malam lebaran', maka keseluruhan 'bulan di atas kuburan' itu tidak akan berlaku. Demikian pula 'The Furnished Room', yang mengesankan sebuah kamar yang mistis, alih-alih sebuah cinta yang &lt;i&gt;menye-menye&lt;/i&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O. Henry memiliki cara yang khas dalam menyelesaikan novelnya dengan memberi kejutan. Apabila Anda berniat membacanya, sebaiknya Anda berhenti membaca review ini sampai disini, karena bila Anda teruskan, Anda akan kehilangan kesenangan membaca cerpen-cerpen ini. Mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Furnished Room atau Cinta Yang Hilang bercerita mengenai seorang lelaki muda yang mengembara mencari kekasihnya yang pergi entah kemana. Kekasihnya adalah seorang penyanyi panggung yang berkulit cerah, berambut merah keemasan, bertahi lalat di alis kirinya, dan tinggal berpindah-pindah. Lelaki muda itu berpindah-pindah tempat, demi mencari kekasihnya, dan akhirnya menyewa sebuah kamar di lantai tiga di sebuah rumah. Dia bertanya kepada induk semangnya, apakah kekasihnya pernah tinggal disana. Induk semangnya bilang dia tidak pernah melihatnya. Lelaki muda itu tinggal di kamar lantai tiga dan membayangkan bahwa wanita yang dicintainya pernah tinggal disitu. Akhirnya dia membunuh dirinya di dalam kamar itu dengan membuka keran gas. Pada waktu yang sama induk semangnya sedang mengobrol dengan orang lain tentang rahasia seorang wanita bertahi lalat di alis kirinya yang bunuh diri di kamar lantai tiga seminggu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Gift of The Magi, atau dalam buku ini diganti menjadi Hadiah Kejutan, adalah cerpen paling populer dari O. Henry. Cerpen ini sering sekali diceritakan kembali, diadaptasi, diubah, dan diterjemahkan. Saya sendiri sudah membacanya sejak dulu, tapi pangling karena diberi judul Hadiah Kejutan. Cerpen ini bercerita tentang Della yang ingin memberikan hadiah natal istimewa untuk suaminya James, meskipun uang tabungannya pas-pasan. Akhirnya dia memutuskan untuk menjual rambutnya yang indah menjuntai untuk mendapatkan uang untuk membeli hadiah istimewa untuk suaminya, James. Uang hasil penjualan rambutnya dia belikan rantai emas untuk jam suaminya yang sangat dibanggakan. Dia ingin memberikan kejutan untuk suaminya. Begitu pulang, suaminya terkaget-kaget karena rambut indah Della sudah tiada. Della menyatakan bahwa dia mengorbankan rambutnya agar bisa memberikan hadiah natal istimewa untuk James, yaitu sebuah rantai emas untuk jamnya. James memberikan kabar lebih mengagetkan lagi, bahwa dia telah menjual jam kebanggaannya untuk membelikan hadiah natal istimewa untuk Della, yaitu satu set jepit rambut mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti Cerita atau judul aslinya Proof of The Pudding bercerita tentang redaktur sukses sebuah majalah bernama Westbrook. Ketika sedang berjalan-jalan di taman, dia didekati oleh seorang lusuh yang meminta waktunya sebentar untuk berbicara. Orang yang lusuh itu ternyata teman lamanya, Shackleford Dawe. Dawe adalah seorang penulis fiksi gagal. Ketika masih makmur, mereka berteman baik, begitu pula istri masing-masing. Sekarang tidak ada orang yang menerima tulisannya, bahkan temannya sendiri, redaktur Westbrook. Dia mempertanyakan kenapa tulisan terakhirnya ditolak oleh Westbrook. Westbrook menganggap karyanya tidak sesuai dengan kaidah sastra. Westbrook menganggap karya yang bagus adalah karya yang dramatis. Dawe menolaknya, dengan mengatakan bahwa di kehidupan nyata, orang akan melupakan drama. Mereka berdebat. Akhirnya Dawe mempunyai ide untuk membuktikan teorinya. Walaupun segan, Westbrook setuju untuk ikut serta. Dawe berencana untuk menulis surat perpisahan kepada istrinya, dengan menyatakan bahwa dia menemukan jodoh yang baru. Mereka berniat bersembunyi untuk melihat reaksi istrinya pertama kali membaca surat bohongan itu. Begitu mereka berdua sampai rumah Dawe, sebelum sempat menulis surat bohongan, mereka menemukan sebuah surat dari istri Dawe. Dalam suratnya, Istri Dawe pamit meninggalkan Dawe karena tak tahan hidup dengannya. Dia juga mengajak istri Westbrook yang juga tidak betah, dan mencoba mengejar mimpi berdua dalam dunia pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita keempat adalah Strictly Business, atau diterjemahkan menjadi Semata-mata Bisnis. Hart adalah seorang aktor yang serius. Dia juga mencoba menulis sebuah skenario. Suatu saat dia melihat sebuah pertunjukan dan terpesona dengan akting aktris tak terkenal bernama Cherry. Hart mendekati Cherry untuk mengajaknya bermain dalam drama tulisan skenario Hart. Hart serius dengan rencananya, ternyata Cherry juga serius. Mereka sangat ambisius, sehingga mereka mempunyai rencana-rencana bisnis tertentu. Mereka dikenal sebagai Hart &amp;amp; Cherry, dengan drama tulisan mereka berjudul Mice Will Play. Drama itu sukses besar, sampai bertahun-tahun selalu mendapat review yang bagus. Suatu saat dalam pertunjukan di New York, terjadi kecelakaan. Secara tak sengaja Cherry menembakkan pistol ke Hart di tengah pertunjukan. Hart terluka, tapi dia merasa tidak apa-apa. Seorang rekan Hart bercerita bahwa Cherry menangis meraung-raung ketika Hart terluka. Itu adalah bukti bahwa Cherry sebenarnya mencintai Hart. Hart bilang, sudah terlambat untuk cinta, karena mereka sebenarnya sudah resmi menikah sejak dua tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kelima berjudul Kenyataan Adalah Sandiwara, diterjemahkan dari The Thing's The Play. Ini adalah cerita favorit saya dalam buku ini. Frank dan John adalah sepasang teman, namun mereka memperebutkan cinta dari orang yang sama, Helen. Ketika Helen yang seorang gadis cantik tiada tara itu memilih Frank sebagai suaminya, John menjabat tangan Frank. Namun pada hari pernikahan mereka, John tiba-tiba masuk ke kamar ketika Helen sendirian. Dia memohon agar Helen meninggalkan Frank. Helen menolak, namun John tetap mencium-cium tangan Helen. Tiba-tiba Frank masuk ke dalam kamar, mendapati John mencium tangan Helen. John loncat keluar jendela, melarikan diri. Frank pun marah karena cemburu. Frank pergi keluar rumah dengan kesal. Selama 20 tahun, Helen menunggu Frank yang tidak pulang-pulang. Dia menolak pinangan banyak orang karena tetap setia pada Frank, walaupun dirinya sendiri sudah menua. Suatu saat dia menyewakan kamar di rumahnya kepada seorang pemain biola bernama Ramonti. Ramonti tertarik kepada Helen dan dia mengungkapkan perasaan cintanya kepada Helen. Ramonti mengungkapkan masa lalunya, bahwa Ramonti adalah nama buatan manajernya. Dia sendiri tidak ingat kehidupannya yang dulu, karena ditemukan orang tergeletak di pinggir jalan, pingsan dengan kepala berdarah. Karena lupa akan masa lalunya, dia mengejar masa depannya dengan nama Ramonti dengan belajar biola dan berkelana ke Paris. Helen sangat tertarik kepada Ramonti, akan tetapi dia bilang tidak bisa mencintainya, karena Helen bilang bahwa dia sudah punya suami, walau pergi entah kemana selama 20 tahun. Ramonti segera berlalu kembali ke kamarnya. Tiba-tiba muncul lelaki asing di depan Helen. Laki-laki itu minta maaf karena telah membuat perkawinan Helen berantakan dulu. Helen tidak mengenalnya, ternyata laki-laki itu adalah John. John mengaku bahwa setelah dia melarikan diri dari kamar Helen 20 tahun lalu, dia mencegat Frank karena cemburu. John memukul kepala Frank sehingga pingsan dan berdarah. Selanjutnya dia melihat orang lain membawa Frank ke rumah sakit, 20 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita keenam berjudul Perempuan dan Suap Menyuap, atau terjemahan dari The Girl and The Graft. Cerita ini adalah tentang seorang bernama Vaucross yang ingin terkenal di kalangan masyarakat di New York. Dia telah mencoba apapun, tetapi tetap belum berhasil. Dia meminta bantuan seorang licik bernama Ferguson Pogue. Pogue menyiapkan sebuah skandal untuk Vaucross yang akan membuat dia terkenal. Vaucross setuju untuk melakukannya. Pogue merencanakan bahwa dia harus medekati seorang wanita, yang sudah disiapkannya, bernama Artemisia Blyte. Sesudah Artemisia dan Vaucross (pura-puranya) berhubungan, Vaucros akan (pura-puranya) memutuskan Artemisia. Setelah itu, Pogue merencanakan bahwa Artemisia akan (pura-puranya) menuntut Vaucross ratusan ribu dolar, dan hal itu akan membuat Vaucross terkenal. Tak disangka-sangka, ternyata Vaucross dan Artemisia sama-sama jatuh cinta, dan mereka (benar-benar) memutuskan untuk hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul terakhir adalah Demi Cinta, atau dari versi bahasa Inggris A Service of Love. Joe, seorang seniman lukis bertemu dengan Delia, seorang penyanyi. Mereka berdua adalah seniman dan mencintai seni, yang satu seni musik, yang lain seni lukis. Mereka akhirnya menikah. Joe kuliah seni rupa dan Delia kuliah seni musik. Akan tetapi dalam perjalanannya, mereka sering kekurangan uang. Masing-masing tak ingin pasangannya putus kuliah karena biaya. Suatu saat Delia bilang Joe bahwa dia sudah memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan seni musik, yaitu memberi pelajaran menyanyi privat pada anak seorang jenderal. Dia membawa pulang uangnya dan diberikan kepada Joe. Pada saat yang lain, Joe pulang membawa uang yang menurutnya hasil penjualan lukisannya. Akhirnya pada suatu hari, Delia pulang ke rumah dengan tangan yang luka bakar. Dia beralasan bahwa itu terluka kena panggangan ketika anak sang jenderal memanggang kelinci. Joe tidak percaya cerita itu. Akhirnya Delia mengaku bahwa selama ini dia hanya bekerja sebagai tukang setrika di sebuah binatu. Tangannya terluka karena terkena setrika. Ternyata Joe tahu kebohongan Delia, karena Joe juga tidak pernah menjual lukisannya. Diam-diam Joe kerja sebagai operator mesin di Binatu yang sama, dan hari itu dia mendengar ada kecelakaan tangan pada seorang tukang setrika. Akhirnya mereka gembira karena saling jujur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca O. Henry sangat mengasyikkan. O. Henry adalah pencerita yang ulung, dimana kata-kata mengalir secara pandai. Pada akhirnya, kita terkagum-kagum akan ending dari ceritanya. Kita akan bertanya-tanya, darimana dia mendapatkan bakat seperti itu. Ada ironi yang mencekat seperti dalam The Furnished Room, maupun humor yang cerdas seperti dalam Proof of The Pudding. O Henry seperti seorang pesulap, yang memasukkan sapu tangan ke dalam sebuah topi, memantrai topi itu, alih-alih malah mengeluarkan kelinci hidup dari topi itu. Karya-karyanya magis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7074821154420697945?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7074821154420697945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/03/cinta-yang-hilang-o-henry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7074821154420697945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7074821154420697945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/03/cinta-yang-hilang-o-henry.html' title='Cinta Yang Hilang - O. Henry'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-_IQU-5k8FNI/TYdCgrr7wGI/AAAAAAAAAFE/Bd8lOAFu-fc/s72-c/10727858.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-6620176342917495196</id><published>2011-01-19T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-09-12T19:13:01.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milan Kundera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Perpisahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Farewell Party'/><title type='text'>The Farewell Party - Milan Kundera</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TTaHlMCWjbI/AAAAAAAAAEI/nX0i69jPuks/s1600/6692468.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TTaHlMCWjbI/AAAAAAAAAEI/nX0i69jPuks/s200/6692468.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ilan Kundera adalah satu dari sedikit penulis novel yang dinominasikan untuk Nobel Sastra. Untuk itu, jelas kita punya banyak yang dipelajari dari karyanya. Salah satu buku yang kita bahas disini (yang saya temukan dari penjual buku bekas seharga Rp 10 ribu), juga mempunyai kekuatan "magis" khas Kundera dalam menulis prosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berjudul The Farewell Party (Pesta Perpisahan), diterbitkan pertama kali di Cekoslovakia (ketika kedua negara itu masih akur dalam payung komunisme) pada tahun 1972. Edisi Bahasa Indonesia yang saya baca konon diterbitkan tahun 2004 oleh Obitiana Agency, yang merupakan terjemahan dari edisi bahasa Inggris. Ada dua versi judul dalam bahasa Inggris: The Farewell Party dan The Farewell Waltz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini adalah sebuah roman urban dalam sebuah negara komunis yang totaliter. Milan Kundera menuliskannya sebagai sebuah komedi satir yang dalam. Meskipun novel ini bercerita tentang hubungan cinta/benci anak-anak manusia, novel ini dengan cerdas menyentuh banyak macam tema besar (dan meta-tema) antara lain eksistensi ketuhanan, komunisme dan totalitarianisme, pilihan akan kematian dan kehidupan, absurdity, bahkan sekedar memerbincangkan warna rambut dan pengaruhnya terhadap kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini merupakan cerita yang berlatar waktu 5 hari di sebuah kota kecil yang memiliki spa tempat perawatan orang sakit dan wanita yang tak kunjung punya anak. Tokoh utamanya adalah Ruzena, seorang perawat muda di spa yang hamil. Dia mengaku dihamili oleh Klima, musisi jazz terkenal yang ahli memainkan trumpet. Klima berasal dari kota metropolitan, baru sekali mengunjungi kota kecil itu untuk melakukan konser, yang kemudian berkenalan dengan Ruzena dan berhubungan badan sekali dengannya. Klima sendiri mempunyai istri cantik sakit-sakitan yang pencemburu, bernama Kamila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruzena meminta Klima bertanggung jawab atas kehamilannya, akan tetapi Klima dengan kata-kata manisnya meminta Ruzena untuk menggugurkan kandungannya. Yang tidak diketahui Klima adalah bahwa Ruzena juga berhubungan dengan seorang pria tanpa masa depan dari kota itu bernama Frantisek. Meskipun Frantisek mengaku sebagai ayah dari bayi dalam kandungan itu, Ruzena mencemoohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klima benar-benar tidak menginginkan bayi hasil perselingkuhan. Dia meminta tolong kepada Bartlef, seorang Amerika kaya yang tinggal di kota spa itu untuk memulihkan kesehatan. Hanya Bartlef yang dikenal Klima di kota itu, karena seusai konser musik, dia dijamu oleh pesta yang diadakan oleh Bartlef, dan dalam pesta itu juga dia pertama kali bertemu Ruzena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Bartlef dia dikenalkan dengan dokter ginekolog yang mengepalai spa di kota itu, dokter Skreta. Dokter Skreta yang aneh dan eksentrik (dan sedikit megalomaniak) ini adalah juga kepala komisi aborsi di kota itu. Skreta setuju untuk membantu Klima, dengan syarat, Klima bersedia untuk tampil bersamanya dalam sebuah konser jazz. Skreta mengaku sebagai pemain drum amatir dan akan mengajak temannya seorang apoteker untuk turut serta dengan mereka memainkan piano. Klima tidak ada pilihan selain setuju, konser trio dadakan itu akan digelar lima hari lagi di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Skreta kedatangan seorang teman lama, mantan aktivis bernama Jakub. Anak angkat Jakub, Olga, dirawat di spa yang dikelola oleh Skreta. Olga adalah anak dari bekas teman baik Jakub yang karena kesetiannya yang berlebihan terhadap partai dan revolusi, akhirnya mengirim Jakub. Ayah Olga kemudian dihukum mati oleh negara karena orang partai yang lain belakangan menuduh ayah Olga yang anti revolusi. Olga yang dirawat menjadi seorang gadis dewasa, tidak pernah tahu jelas mengapa ayahnya dihukum mati. Olga juga menolak Jakub sebagai figur ayah, dia sebagai remaja putri jatuh cinta kepada Jakub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakub adalah teman masa kuliah dokter Skreta. Dokter Skreta pernah membuatkan pil beracun yang akan Jakub gunakan di negeri yang tak pasti itu. Apabila sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya, berbekal pengalaman pahitnya dipenjarakan, dia memilih untuk bunuh diri dengan menelan pil. Sekarang dia akan mengembalikan pil itu ke Skreta, karena merasa tidak akan membutuhkannya lagi. Dia mendapat pekerjaan baru sebagai pengajar di luar negeri, dan dalam beberapa hari harus pergi selamanya dari negeri itu. Dia datang sekaligus untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Skreta dan Olga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skreta mengulur kepergian Jakub dan berkeras agar menunggu sampai konser musiknya selesai. Jakub akhirnya berkenalan dengan Bartlef, dan bertemu dengan Ruzena. Secara tak terduga, Kamila yang curiga akan suaminya yang mempunyai affair, menyusul ke kota itu untuk menyaksikan konser dadakan dan melihat sendiri teman selingkuh suaminya. Disinilah novel ini menjadi seru. Semua tokohnya saling berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kejadian dalam lima hari itu sangat berpengaruh dan mengubah hidup Ruzena, Klima, Kamila, Frantisek, Skreta, Jakub, Bartlef, dan Olga. Bahkan seseorang bisa kehilangan nyawa akan pilihan yang absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini adalah novek komedi percintaan di permukaan, tapi di dalamnya merupakan perdebatan yang gelap dan absurd. Novel karya Milan Kundera ini berlapis-lapis seperti bawang. Ketika kita mengupas satu lapisan, terlihat lapisan yang lain. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang nyata adalah dalam hal penokohan, semuanya ambigu dan berlapis. Ruzena yang hamil oleh Klima--atau oleh Frantisek? Klima yang memiliki istri cantik dan cemerlang tapi selalu membutuhkan teman selingkuh. Frantisek yang menerima Ruzena apa adanya, namun di sisi lain posesif dan pencemburu. Kamila yang mengabdikan diri pada Klima sebagai istri tapi rindu gemerlapnya dunia. Olga, seorang anak pungut yang mencintai bapak angkatnya. Bartleff, seorang filsuf yang seperti malaikat (benar-benar malaikat) tapi ternyata juga sangat manusia. Dr Skreta adalah seorang dokter yang membantu ibu-ibu untuk mendapatkan keturunan, yang ternyata banyak membuahi sendiri ibu-ibu tersebut. Sementara Jakub, seorang protagonis yang baik, ataukah seorang pembunuh? Semua terjalin dalam kerumitan yang tak pelak menghilangkan interpretasi tunggal. Semuanya terjalin dalam bentuk ironi-ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milan Kundera beranggapan bahwa sebuah novel adalah anti pesan. Penulis novel bukanlah pembawa pesan. Tugas sebuah novel adalah menyampaikan ironi. Ketika ironi muncul, siapa yang peduli akan pesan? Misalkan, ada kesan seolah novel ini menyampaikan pesan anti aborsi. Hal itu ditolak Kundera, karena dia tidak sengaja mengeluarkan pesan anti aborsi. Tapi hal itu juga disyukuri olehnya karena ironi akan pesan anti aborsi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel pendek ini adalah sebuah ironi besar. Saya menemukan nilai-nilai yang ambigu dalam novel ini. Ini yang menjadikannya sebuah karya seni. Sebuah komedi yang pedih. Saya tidak tahu harus menangis atau tertawa. Buku ini membawa apresiasi pembaca ke level berikutnya. Sebaiknya Anda siap-siap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-6620176342917495196?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/6620176342917495196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/01/farewell-party-milan-kundera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/6620176342917495196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/6620176342917495196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/01/farewell-party-milan-kundera.html' title='The Farewell Party - Milan Kundera'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TTaHlMCWjbI/AAAAAAAAAEI/nX0i69jPuks/s72-c/6692468.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2166402057453749337</id><published>2011-01-14T00:40:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T20:38:29.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fyodor Dostoyevsky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian Seorang Lelaki Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Gambler'/><title type='text'>The Gambler - Fyodor Dostoyevsky</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TSH0qfPIVSI/AAAAAAAAAEE/h7BIbRx30Z8/s1600/8796221.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TSH0qfPIVSI/AAAAAAAAAEE/h7BIbRx30Z8/s200/8796221.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;F&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;reud pernah menulis tinjauan psikoanalisis khusus untuk Dostoyevsky. Freud sangat "terganggu" oleh buku-buku Dostoyevsky, akhirnya membuat artikel yang khusus memetakan psikoanalisis Dostoyevsky, berjudul "Dostoyevsky and Parricide". Nietzsche, filsuf yang juga menggemari bukunya, menyebut Dostoyevsky sebagai satu-satunya psikolog yang dapat mengajarinya tentang apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab-bab awal saya tidak berharap banyak dari Dostoyevsky. Semakin lama, saya jatuh cinta pada karyanya. Dia begitu piawai menguak sisi psikologi manusia yang paling dalam. Novelnya sangat intens. Penuh dengan kecemasan-kecemasan, represi psikologis, pertentangan conscious dan sub-conscious, katarsis-katarsis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Gambler adalah sebuah novel pendek. Bukan karya unggulan, karena menurut kritikus, masterpiece-nya adalah Crime And Punishment dan The Brother Karamazov. Tapi meskipun begitu, The Gambler menurut saya sudah seperti 'Godzilla', bukan sekedar 'ayam sayur', sehingga saya penasaran untuk membaca masterpiece lainnya suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengantar penerbitnya (diterbitkan oleh penerbit Liris) disebutkan, Fyodor Dostoyevsky menulis buku ini dalam waktu kurang dari satu bulan saja. Dostoyevsky sendiri adalah seorang penjudi frustrasi yang akut. Kegemarannya berjudi membuat dia bankrut dan hidup terlantar. Kemudian dia terikat kontrak yang menjepit dirinya, dimana dia harus menyerahkan sebuah novel tulisannya pada seorang penerbit, penerbit itu berhak atas karya-karya Dostoyevsky tanpa harus membayar apapun padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menulis buru-buru. Dia menulis tentang apa yang dia ketahui, dia alami. Dan hasilnya justru luar biasa. Intensitas buku ini sangat terasa, seakan kita didesak untuk mengambil keputusan untuk mempertaruhkan semua yang kita miliki dalam hidup. Kita melihat orang-orang sakit dalam perjudian. Kita bersorak sorai akan manisnya kemenangan dan turut depresi atas kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menceritakan tentang seorang guru privat bernama Alexey Ivanovitch. Dia bekerja untuk seorang kaya Rusia yang di ambang kebankrutan yang dipanggil dengan sebutan sang Jenderal. Alexey memiliki cinta tak terbalas kepada Polina, anak tiri Jenderal. Jenderal adalah orang Rusia yang tinggal di sebuah hotel mewah di sebuah kota perjudian fiktif di Jerman bernama Roulettenberg. Karena hartanya yang semakin menipis, Jenderal berharap bibinya yang dipanggil dengan nama "Granny" (nenek) buru-buru meninggal agar dia mendapat warisan hartanya. Jenderal mempunyai hutang kepada rentenir Perancis yang menjadi temannya bernama Monsieur de Grieux. Jenderal juga selalu ditemani wanita cantik pengejar harta yang penuh skandal bernama Madamoiselle Blanche. Jenderal jatuh hati padanya, sehingga dia berniat menikahinya sesudah Granny meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexey juga bertemu Mr. Astley, teman sang Jenderal, seorang bangsawan Inggris yang pemalu dan kaya-raya, yang sepertinya juga jatuh hati pada Polina. Meskipun begitu, Alexey sanagt terbuka terhadap Mr. Astley. Sedangkan Polina memperlakukan Alexey yang putus asa seperti budak, kadang hanya untuk permainan saja. Apabila Polina menyuruh Alexey loncat dari jembatan, dia bertekad akan sungguh-sungguh loncat. Tapi Polina hanya memberikan uang untuk Alexey untuk berjudi secara diam-diam. Alexey sudah dilarang berjudi oleh Jenderal mengingat dia adalah guru dari anak-anak Jenderal yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perkenalan Alexey Ivanovitch dengan roulette. Alexey ternyata menang. Uang kemenangannya dia berikan ke Polina. Suatu saat, ketika mereka berdua sedang berjalan-jalan, Polina mempermainkan Alexey. Mereka bertemu dengan suami istri Baron (bangsawan Jerman) yang mereka kenal. Polina menantang Alexey untuk membuktikan cintanya, dengan melakukan tindakan konyol, menghina pasangan bangsawan itu. Alexey melakukannya, dan membuat pasangan Baron itu tersinggung. Mereka meminta kepada Jenderal agar Alexey sudi minta maaf. Alexey menolak, yang akhirnya membuatnya dipecat oleh Jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alexey kebingungan karena dia berada di kota yang asing tanpa pekerjaan, Granny secara tiba-tiba dengan kursi roda muncul ke Rouletenberg. Dia mengenal Alexey, dan segera menyuruhnya untuk menjadi guide. Granny mendatangi Jenderal dan teman-temannya. Jenderal kaget luar biasa, mengingat dia tahu bahwa Granny sakit parah dan dia berharap Granny meninggal di Rusia. Granny dengan suara keras berbicara di depan Jenderal, de Grieux, dan Blanche bahwa Jenderal tak akan mendapat warisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granny benci sekali dengan Jenderal dan wataknya yang menginginkan hartanya. Granny memilih untuk ditemani Alexey untuk menemaninya berjalan-jalan di Roulettenberg. Entah mengapa Granny yang sudah tua tapi keras kepala minta Alexey menemaninya ke Casino. Awalnya Granny hanya menonton orang berjudi. Lama kelamaan dia tertarik untuk berjudi. Dia meminta Alexey mengajarinya berjudi. Granny berjudi dengan keras kepala, dimana dia hanya memasang pada satu nomor secara terus-menerus. Nasihat Alexey untuk lebih hati-hati tak didengarnya. Tak disangka, justru Granny menang besar. Granny makin menggila, memasang segala yang dia punya untuk menang lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dimabuk kemenangan dengan memasang taruhan di satu nomor saja, Granny lengah. Seharusnya dia mengambil hasil kemenangannya dan pergi. Alih-alih, dia malah mempertaruhkan semua kemenangannya. Granny kalah. Seperti orang kalap, Granny ingin memenangkan kembali apa yang hilang dalam taruhan. Tapi bukannya kembali menang, Granny malah semakin banyak kehilangan uang. Jenderal semakin cemas Granny akan menghabiskan semua hartanya di meja judi sehingga nantinya tidak akan ada lagi harta warisan. Jenderal meminta Alexey menghentikan Granny. Granny tidak menyerah, dia terus menghabiskan uangnya. Akhirnya Granny benar-benar bankrut, tinggal uang untuk pulang ke Rusia yang dia punya. Granny kalah kira-kira 100 ribu rubel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan Granny semakin berkurang karena kekalahan di meja judi yang hanya sehari. Akhirnya dia pulang ke Rusia dengan patah hati, sambil berterima kasih pada Alexey yang telah mengajarinya main judi. Mengetahui Jenderal tidak akan mendapatkan apa-apa dari Granny, Madamoiselle Blanche meninggalkannya. Jenderal sekarang tidak berarti di matanya, dia mencari orang kaya lain untuk dihabiskan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang mengantarkan Granny, Alexey mendapat kunjungan dari Polina. Polina mengungkapkan rahasia bahwa dia tidak bisa mencintai Alexey karena Polina terikat hutang dengan de Grieux. Mendengar hal ini, Alexey bergegas pergi ke Casino dan berjudi, dimana akhirnya dia menang lebih dari 200 ribu rubel dan menjadi orang kaya mendadak. Alexey yang kaya mendadak pulang ke rumah dan bertemu kembali dengan Polina. Ketika itu Polina malah mengungkapkan kalau dia berhubungan dengan Mr. Astley. Polina pergi terburu-buru dan tidak pernah kembali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexey, meskipun menjadi kaya mendadak, menjadi bimbang karena kehilangan pekerjaan dan kehilangan Polina. Pada saat itu, Madamoiselle Blanche, sudah putus dari Jenderal, mendekati Alexey. Blanche mengajaknya pergi ke Paris dan bersenang-senang. Alexey, merasa tidak punya tujuan hidup lagi, setuju untuk pergi bersama Blanche ke Paris dan tinggal bersama. Di Paris, Blanche menghabiskan harta hasil kemenangan Alexey dalam waktu hanya satu bulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hartanya habis, Alexey berpisah dengan Blanche. Alexey kemudian berjudi untuk bertahan hidup. Tapi dia tidak pernah menang lagi. Setiap dia mendapat uang, dia habiskan di meja judi. Ketika uangnya habis, dia melakukan pekerjaan kasar apa saja. Uang tidak seberapa yang didapatkan dari bekerja kasar itupun kemudian akan habis di meja judi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir cerita, di suatu kota di Jerman, Alexey yang hidup seperti orang jalanan kembali bertemu dengan Mr. Astley. Dia bercerita bahwa Polina sekarang tinggal di Swiss. Mr. Astley memberi sedikit uang kepada Alexey, tapi dia yakin sekali bahwa berapapun yang dia beri pasti akan berakhir di meja judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini adalah dongeng tentang bagaimana roulette menjadi sebuah agama. Semua orang akan gampang terpengaruh padanya, juga gampang menjadi bankrut olehnya, secara finasial maupun sosial. Misteri probabilitas yang menyandera kehidupan kita. Menurut Alexey Ivanovitch, tokoh utama dalam buku ini, Roulette adalah identitas rakyat Rusia. Pilihan antara kerja keras mengumpulkan modal seumur hidup atau menghabiskan uang secara ceroboh di meja judi untuk hidup untuk hari ini. Mungkin bukan hanya bangsa Rusia. Kita sendiri hidup tiap hari di negeri ini tanpa kepastian. Kita sendiri tiap hari sedang berjudi dengan harkat dan martabat kita, sehingga judi sebenarnya sangat dekat dengan nadi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita fiktif yang sangat dalam. Dostoyevsky seperti duduk di sofa dan menjalani terapi psikologi ketika menuliskannya. Segala emosi dan pengingkaran diri terasa sangat nyata. Prosa yang mengalir elegan seperti suangai kecil yang akhirnya berujung ke jeram yang luas dan gemuruh. Sebuah buku yang berharga dari berbagai perspektif dimana kita melihatnya. Menurut saya, buku ini sebuah karya yang sempurna. Tanpa cela. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2166402057453749337?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2166402057453749337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/01/gambler-fyodor-dostoyevsky.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2166402057453749337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2166402057453749337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2011/01/gambler-fyodor-dostoyevsky.html' title='The Gambler - Fyodor Dostoyevsky'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TSH0qfPIVSI/AAAAAAAAAEE/h7BIbRx30Z8/s72-c/8796221.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2885343231006423818</id><published>2010-12-22T22:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:44:40.688-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nicole Krauss'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The History Of Love'/><title type='text'>The History Of Love - Nicole Krauss</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TRLCxImB_oI/AAAAAAAAAD8/jVa-o6p62NQ/s1600/4033740.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TRLCxImB_oI/AAAAAAAAAD8/jVa-o6p62NQ/s200/4033740.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aya jarang membaca buku dua kali. Menurut saya, itu membuang-buang waktu, sementara banyak sekali buku yang ingin saya baca belum tersentuh. Salah satu buku yang saya baca dua kali adalah buku History of Love tulisan Nicole Krauss. Tentunya ada sesuatu yang istimewa dari buku ini hingga saya melanggar kebiasaan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pertama kali membacanya tahun 2007, saya terganggu, dan mulai membuat puisi berratus-ratus kata setelahnya. Sekarang saya membacanya lagi karena sudah lupa isinya. Yang saya ingat, saya suka sekali buku ini. Setelah membacanya, saya buru-buru menuliskan kembali review dan plot dari buku ini. Inilah tujuan utama saya membuat website ini dari awal, menuliskan kembali apa yang pernah saya baca agar tidak lupa, sehingga saya tidak perlu membacanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali atau kedua kali baca, pendapat saya tetap: Nicole Krauss adalah orang yang sangat cerdas dan penulis yang sangat berbakat. Buku yang luar biasa ini ditulis ketika wanita ini berumur 31 tahun, usia emas untuk seorang sastrawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menurut hemat saya adalah sebuah tribut untuk Kafka. Terlihat sekali pengaruh Franz Kafka dalam buku ini. Buku ini juga sebuah perayaan untuk penulisan sastra. Buku ini merayakan Kafka, Tolstoy, Bruno Schulz. Terlihat bahwa Krauss sangat menghormati Nicanor Parra, penyair, dengan beberapa kali menyebut namanya dalam buku ini. Krauss juga terpengaruh dengan Don Quixote-nya Cervantes, dengan beberapa kali menyebutkan namanya dan dalam badan cerita, buku ini mirip Don Quixote. Buku ini adalah cerita tentang sebuah cerita dalam sebuah buku berjudul The History of Love. Dalam buku Don Quixote, tokohnya, Quixano terlalu sering membaca buku yang seakan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang mungkin resisten terhadap buku ini, karena buku ini membahas tentang agama Yahudi dan bangsa Israel. Bahkan disana-sini terdapat dipakai abjad Ibrani (Hebrew). Penulisnya memang seorang Yahudi asli (seperti juga Franz Kafka dan Boris Pasternak), jadi sangat wajar kalau dia menulis tentang apa yang dia tahu. Menurut saya, unsur-unsur Yahudi dan bangsa Israel yang kental dalam buku ini tak lebih penting dari penggambaran tentang dekorasi sebuah ruangan. Buku ini tetap imajinatif secara universal, di luar batas-batas peradaban, agama, dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah tentang perjalanan sebuah buku berjudul History of Love, dan penulisnya, seorang penulis berbakat tak terkenal bernama Leo Gursky. Tokoh pencerita dalam buku ini berpindah-pindah dengan sangat dinamis dan brilian. Pertama Leo Gursky sendiri. Kedua seorang gadis kecil yang tak ada hubungannya dengan Gursky, hanya saja dia dinamakan berdasarkan tokoh dalam buku tulisan Gursky, yaitu Alma. Ketiga adalah Zvi Litvinoff, teman masa kecil Gursky yang membawa pergi naskahnya ke Chile, dan tak pernah bertemu lagi sejak itu. Ada juga Bird, adik Alma yang suka berniat baik turut campur dalam urusan kakaknya dan orang lain, karena menganggap dirinya adalah seorang nabi Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gursky dalam buku ini diceritakan lahir di Slonim, Polandia. Dia gemar sekali mengarang, beberapa temannya ternyata diam-diam mengakui bakatnya ini. Sebagai kritikus yang membangun, adalah seorang Zvi Litvinoff, teman mudanya yang bekerja di surat kabar sebagai penulis obituari yang selalu menyarankan bagaimana seharusnya Gusky menulis. Gursky menjalin hubungan percintaan dengan seorang gadis bernama Alma. Sebagai memoar atas rasa cintanya ke Alma, dia menulis sebuah buku berjudul Sejarah Cinta (The History of Love).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu belum sempat diberikan kepada Alma, ketika Alma dibawa pergi oleh ayahnya ke Amerika. Alma tidak sempat memberitahu Leo Gursky bahwa percintaan terakhir mereka telah berbuah janin dalam perutnya. Tak lama kemudian pecah perang dunia kedua. Nazi merangsek maju ke Polandia. Zvi Litvinoff melarikan diri ke Amerika Selatan dengan membawa naskah Sejarah Cinta yang ditipkan Gursky padanya. Sementara itu, Gursky menghundari pembantaian orang Yahudi, melarikan diri dan bersembunyi selama bertahun-tahun di hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang selesai. Gursky pergi ke Amerika menjemput Alma, yang ternyata tidak kesampaian karena Alma sudah menikah dengan orang lain. Anak dari Gursky, bernama Isaac, dipelihara oleh bapak tirinya, dan belakangan juga menjadi penulis yang dihormati. Isaac tak pernah tahu ayah aslinya. Patah hati, Gursky memutuskan untuk tidak pernah lagi jatuh cinta dengan orang lain. Dia tinggal di Amerika seorang diri, sembari terus mengawasi anaknya diam-diam, dan mengoleksi buku-buku tulisan anaknya. Ketika usianya semakin tua di Amerika, Gursky bertemu teman masa muda lainnya yang juga penulis berbakat bernama Bruno. Bruno sudah cukup lama tinggal di Amerika, dan ketika istrinya meninggal, dia pindah ke gedung apartemen Gursky. Sejak itu mereka menjadi sahabat dan tetangga yang saling menyemangati untuk terus menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Zvi Litvinoff akhirnya menetap di Chile, dengan bekerja sebagai buruh, pegawai apotik, sampai belakangan seorang guru. Zvi bermimpi menjadi penulis, tapi dia tak kunjung menghasilkan karya yang bagus. Dia berkenalan dengan Rosa, seorang gadis muda yang tertarik akan intektualitas Zvi yang fasih membahas puisi dan karya sastra. Keduanya akhirnya menikah. Karena merasa tidak percaya diri, Zvi yang merasa tua dan miskin berusaha untuk menulis sebuah buku. Tapi karena tidak berbakat, dia menjiplak karya Gursky, menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol, kemudian membawanya ke penerbit. Buku Sejarah Cinta akhirnya diterbitkan dalam bahasa Spanyol dengan nama Litvinoff sebagai pengarangnya tanpa diketahui Gursky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tapestry fiksi yang nyaman dan menarik, cerita bergulir sampai akhirnya Gursky mendapatkan kembali naskah Sejarah Cinta. Masing-masing pencerita mempunyai plot suspense sendiri dan unik tiap karakter, baik dalam diksi maupun perspektif. Seperti sidik jari yang rumit dan unik, Krauss harus menggambarkan sidik jari untuk banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Gursky adalah orang yang imajinasinya berlebih tanpa mampu dikeluarkan. Dia hidup sendiri sampai tua. Bahkan ketika kekasihnya Alma mati, dia tetap hidup sendiri. Bahkan ketika anaknya Isaac mati, dia tetap hidup sendiri. Ini adalah orang yang luar biasa kesepian. Orang yang sangat kelelahan. Dia sudah mengalami terlalu banyak dalam hidupnya, sampai akhirnya kehilangan batas realitas maupun fiksi. Leo terlihat begitu kesepian sampai temannya adalah suara nuraninya sendiri. Orang yang sendiri dan kesepian tidak bisa tidak selalu berpikir tentang kematian dalam segala cara. Itu juga yang ada di benak Gursky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak ingin mati dalam kesendirian. Dia tahu waktunya semakin dekat. Untuk itu dia selalu menjadi pembuat onar, sekedar mencari perhatian di depan umum, agar dia bisa mati di tempat dia terlihat orang. Gursky menjadi model telanjang untuk para pelukis, agar dia berada di sekeliling orang yang melihatnya. Dia sering berpikir, siapa yang akan terakhir melihatnya hidup. Apakah tukang antar masakan Cina? Ataukan dia mati sendirian di dalam apartemennya sampai tiga hari kemudian baru ditemukan, seperti salah seorang tetangganya? Satu hal yang Leo Gursky lebih khawatir adalah bila pikiran dan imajinasinya mati. Dia penulis yang hebat karena dia bermain-main dengan imajinasinya. Kadang tidak ada batas antara realitas dan imajinasi. Bahkan kadang saya mempunyai kesan bahwa Bruno, sahabat dan tetangganya yang sama-sama tua, adalah tokoh imajinernya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno dalam buku ini, meskipun hanya sebagai background, mempunyai peran yang sangat vital. Perlu dicatat, dalam sebuah surat dimana secara implisit Bruno memakai samaran "Jacob Marcus", dia bercerita bahwa dia gemar membaca buku Street of Crocodiles. Street of Crocodiles adalah sebuah karya kumpulan cerpen yang cemerlang dari seorang Yahudi yang pendek umurnya dan mati mengenaskan bernama Bruno Schulz. Imajinasi liar kita bisa berkembang, bahwa Bruni teman Leo adalah Bruno Schulz yang lepas dari jeratan maut dan hidup anonim. Tapi ini imajinasi liar saya, Anda tidak perlu mengikutinya, juga tak perlu berusaha untuk membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Gursky digambarkan sebagai seorang penulis cemerlang yang anonim. Dia telah menulis buku Sejarah Cinta dengan dalam. Disinilah kekuatan Nicole Krauss. Dia menulis buku tentang seseorang tua renta bernama Gursky. Sekaligus juga dia berperan sebagai Gursky untuk menulis masterpiece imajiner berjudul Sejarah Cinta. Krauss seakan menulis dua buku. Dan jika pembaca percaya bahwa Gursky adalah penulis yang hebat, tentunya Krauss jauh lebih hebat, karena dia menciptakan Gursky, dan menulis karya hebat untuk tokoh ciptaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat terkecoh dengan judulnya. Saya pikir buku dengan judul The History of Love terdengar cukup melankolis. Seperti chicklit yang ringan ber-haha-hihi. Kalau boleh jujur, seorang pengarang pria biasanya akan menghindari menulis buku berjudul The History of Love. Tapi ternyata isinya sangat dalam, sangat berbobot. Buku ini (atau kedua buku ini) ditulis dengan cara yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2885343231006423818?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2885343231006423818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/12/history-of-love-nicole-krauss.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2885343231006423818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2885343231006423818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/12/history-of-love-nicole-krauss.html' title='The History Of Love - Nicole Krauss'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TRLCxImB_oI/AAAAAAAAAD8/jVa-o6p62NQ/s72-c/4033740.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7111918570827169145</id><published>2010-12-06T00:37:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T22:44:05.472-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anna Karenina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leo Tolstoy'/><title type='text'>Anna Karenina - Leo Tolstoy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TPygYugkjyI/AAAAAAAAADo/GyNeErxrQSw/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TPygYugkjyI/AAAAAAAAADo/GyNeErxrQSw/s200/Untitled-1.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aya beruntung punya keluarga kutu buku. Suatu saat ketika saya berada di toko buku bersama istri, saya menunjuk buku Anna Karenina karangan Leo Tolstoy sebagai buku yang ingin saya baca sejak lama. Istri saya malah menaruh kembali buku itu ke rak. Dia bilang saya tidak perlu beli karena di rumah sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, istri saya mulai membongkar-bongkar lemari tua milik mertua saya. Ternyata memang benar dia menemukan buku bekas Anna Karenina milik mertua saya yang sudah lapuk dan menguning. Buku itu terdiri dari 4 jilid, sudah apak dan saya harus sangat hati-hati membalik-balik halamannya karena beberapa kali saya tak sengaja merobeknya. Dalam hati saya bilang, oke, memang Tolstoy adalah penulis tua, dan buku ini ditulis lebih dari seabad yang lalu, tapi kan tidak perlu didramatisir dengan buku yang luntur dan lapuk seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya memang terlanjur cinta pada buku bekas. Akhirnya buku ini saya bawa kemana-mana sesuai aktifitas saya. Ketika di kereta listrik, saya selalu membuka-bukanya dan menyempatkan membaca beberapa halaman. Beberapa orang yang saya temui menanyakan apakah bukunya sudah 100 tahun. Yang lain menanyakan apakah saya sedang membaca kitab kuning. Ada juga yang bertanya apakah itu buku stensilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang rapuh ini terbitan Indira, cetakan pertama tahun 1985 (Anda lihat, umurnya masih muda, belum ada 100 tahun). ISBN pun belum ada. Yang aneh, model sampulnya adalah aktris lawas Dana Christina (kadang saya teringat film Jaka Sembung bila melihat wajah Dana Christina). Perlu dicatat, buku ini adalah terjemahan yang berani langsung dari bahasa Rusia. Penerjemahnya adalah Koesalah Soebagio Toer, adik sastrawan Pramoedya Ananta Toer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, terjemahan buku ini sulit sekali dibaca. Menurut saya, ada beberapa hal yang menyebabkannya. Antara lain, Rusia adalah bangsa yang rumit dengan bahasa yang rumit pula. Penerjemahan kontekstual seringkali susah dilakukan karena perbedaan konsep dan cara berpikir. Yang kedua, teks ini terbit pertama kali 1878, artinya teks yang sudah cukup tua. Cara berpikir orang kuno berbeda dengan cara berpikir orang sekarang. Itu yang menyebabkan kadang tidak mengenanya referensi kata-kata, mungkin karena adanya jurang referensi. Tambahan lagi, proses editing yang buruk yang semakin menyulitkan. Pada tahun 1985, pasti komputer pengolah kata belum populer. Semuanya mungkin dilakukan secara manual, sehingga banyak kesalahan yang membingungkan. Kemungkinan besar editor mengolah teks dari penerjemah dalam tulisan tangan, siapa tahu? Salah satu kebiasaan aneh Koesalah dalam menerjemahkan buku ini adalah memakai kata "Ya Allah!" atau "Masya Allah!", seakan-akan Rusia saat itu adalah negara muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah buku yang susah untuk dibaca bagi saya. Semoga edisi mutakhir yang ada sekarang tidak sesulit ini. Saya memilih cara yang susah untuk "belajar" tentang Tolstoy, saya akui. Tapi biarlah. Seingat saya, tak pernah dengan mudah saya mencerna sastra Rusia. Saya ingat membaca Dostoyevsky dan Chekov dan menemui masalah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusia memiliki kebudayaan yang rumit, dan mereka mencintai kerumitan itu. Mereka terkenal sebagai penyumbang kerumitan pemikiran di dunia, bahkan sampai sekarang pun mereka susah untuk dipahami. Dalam novel Tolstoy ini digambarkan bahwa masyarakat Rusia menyukai debat. Bahkan mereka meluangkan waktu santai mereka untuk berdebat, sehingga boleh dikatakan debat menjadi rekreasi. Mereka mempunyai kecenderungan untuk idealis dan kadang senang berada di garis keras. Mereka juga merasa minder dengan budaya Eropa yang lain, sehingga orang Rusia sering memakai bahasa Inggris dan (terutama) Perancis yang mereka anggap lebih mulia dari bahasanya sendiri. Rusia pra Sovyet merupakan masyarakat yang sangat berlapis-lapis dengan tingkatan sosial yang sangat rumit, akibat aristokrasi yang seperti gurita. Termasuk Tolstoy, dia juga suka ber-"rumit-rumit". Tapi dia sendiri sebenarnya menggambarkan kondisi sosial yang memang sudah rumit, sehingga pembaca akan mendapatkan gambaran besar. Salah satu contoh kerumitan yang dipakai Tolstoy adalah penggunaan nama alias untuk tokoh-tokohnya yang kadang lebih dari 3 nama. Anna Karenina adalah tokoh protagonis yang sebenarnya bernama Anna Arkadyevna. Dia bersuamikan Aleksei Aleksandrovic Karenin, sehingga dia disebut sebagai Anna Karenina. Anna jatuh cinta pada Vronskii. Anna punya kakak yang bernama Stepan Arkadic yang mempunyai nama keluarga Oblonskii, yang biasa dipanggil dengan nama Stiva. Stiva mempunyai istri bernama Dolly, yang nama aslinya adalah Darya Aleksandrovna, yang karena menikah dengan keluarga Oblonskii, menjadi menyandang nama Oblonskaya. Teman Stiva yang bernama Levin, memiliki nama asli Dimitri Levin, dimana dia dipanggil Konstantin oleh para pekerjanya, dan mempunyai alias sebagai Kostya. Tolstoy bahkan masih menantang kerumitan itu, seakan dia merasa masih belum cukup tantangan yang dia hadapi. Dia memberikan nama panggilan sama untuk suami dan kekasih gelap Anna, yaitu sama-sama Aleksei. Tolstoy adalah tipikal orang Rusia yang pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukunya sangat tebal, karena tadinya novel ini ditulis sebagai cerita bersambung di majalah. Plotnya sebenarnya simpel, tapi sangat panjang. Kisah yang ditutrkan disini adalah mengenai kehidupan aristokrasi di Rusia yang rumit, bertingkat, dan penuh hipokrasi. Dalam buku ini dikisahkan tokoh paralel, yaitu Anna Karenina dan Konstantin Levin. Anna Karenina adalah seorang wanita cantik dan sangat berkharisma, istri dari Aleksei Aleksandrovic, yang mempunyai seorang anak laki-laki di St. Petersburg. Suatu saat dia mendengar bahwa perkawinan saudaranya Stiva dengan Dolly sedang terancam karena kegemaran Stiva berselingkuh. Dolly ingin bercerai dari Stiva. Akhirnya Anna mengunjungi mereka di Moskow, dengan tujuan untuk mendamaikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, Levin, teman lama dari Stiva, juga berkunjung ke Moskow dengan tujuan untuk melamar adik dari Dolly, Katerina Aleksandrovna dari keluarga Scerbatskii, yang lebih sering dipanggil Kitty (nama Inggris, seperti kakaknya "Dolly"). Yang tak diketahui Levin adalah bahwa hari itu akan diadakan pesta dansa dan pertunangan Kitty dengan seorang perwira muda tampan bernama Vronskii. Karena Kitty sudah memilih Vronskii, lamaran Levin ditolak. Levin sakit hati sehingga dia kembali ke desanya dan menyibukkan diri dengan pertaniannya, meskipun telah dibujuk Stiva untuk hadir dalam pesta dansa. Stiva, mendengar kakaknya berniat datang, menjemput Anna di stasiun kereta. Stiva bertemu dengan Vronskii di stasiun yang menjemput ibunya untuk hadir dalam pesta dansa. Di stasiun itulah Vronskii bertemu dengan Anna untuk pertama kali dan jatuh cinta. Anna yang berhasil mendamaikan Dolly dan Stiva, diundang ke pesta dansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pesta dansa, Kitty justru diabaikan oleh oleh Vronskii. Vronskii mengejar Anna Karenina mati-matian. Kitty patah hati oleh perilaku Vronskii, dan seketika itu jatuh sakit. Ketika Anna pulang ke St. Petersburg, Vronskii menumpang kereta yang sama membuntuti Anna. Ketika Anna disambut suaminya di St. Petersburg, Vronskii secara berani muncul memperkenalkan diri. Aleksei Aleksandrovic tidak suka dengan kekurangajaran Vronskii. Vronskii terus-menerus mengejar Anna, terutama melalu perantaraan masyarakat sosialita aristokrat St. Petersburg. Anna akhirnya bertekuk lutut di depan remaja tampan yang mempunyai karir cemerlang itu. Hasil hubungan gelap itu adalah Anna mengandung anak Vronskii. Anna akhirnya mengaku percintaannya dengan Vronskii kepada suaminya, dan memintanya untuk menceraikannya. Suami Anna menolak, dan ini membuat Vronskii makin tidak punya harapan untuk melanjutkan hubungannya. Dia merasa tertekan dan menembak dirinya sendiri. Beruntung, Vronskii tidak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak Anna yang kedua lahir, Anna dan Vronskii kemudian melarikan diri. Pertama ke Italia, terus kembali ke St. Petersburg, kemudian menyepi di desa. Sementara di pedesaan, Stiva kembali menjodohkan Levin dengan Kitty. Keduanya akhirnya berbaikan dan menikah dengan bahagia. Kitty belakangan melahirkan seorang anak dari Levin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Anna dan Vronskii jauh dari bahagia. Anna belum bercerai, sehingga dia merasa menjadi sampah masyarakat dengan menjadi kekasih Vronskii. Dia tidak bisa bertemu anak pertama yang dicintainya karena dilarang oleh suaminya. Sedangkan anak keduanya yang juga bernama Anna dari Vronskii, dia tidak bisa mencintai. Vronskii terpaksa keluar dari militer, dia juga terbelit utang. Anna semakin frustrasi dan menjadi sangat pencemburu. Mereka bertengkar di setiap kesempatan, kebanyakan hanya karena prasangka, atau juga ketidakpuasan akan hidup yang mereka jalani. Anna menjadio paranoid, kehilangan kehidupan lamanya, sekaligus ketakutan kehilangan Vronskii. Pada suatu kesempatan, dimana otaknya dipenuhi pikiran-pikiran buruk tentang Vronskii, dia melompat ke depan kereta api yang sedang berjalan. Anna mati dengan tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolstoy menggunakan teknik penceritaan yangbaru pada masa itu, yaitu metode "stream of conciousness". Teknik ini sering disebut sebagai monolog, karena kita mendengar sang tokoh berpikir dalam kepalanya. Teknik ini sekarang memang tidak baru lagi, kita sering melihat di sinetron-sinetron murahan, tokohnya berbicara dengan dirinya sendiri. Misalkan, seorang tokoh dalam sinetron tiba-tiba berbicara dengan dirinya sendiri, "Aku benci sama si Fitri! Dasar pembohong! Aku akan membunuh dia!" Teknik ini memang terkesan murahan dipakai di televisi, tapi kita dapat mendengar pikiran terdalam dan pergulatan pemikiran dari sang tokoh. Dalam film, monolog itu tidak realistis karena jarang sekali ada orang ngomong dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolstoy sangat piawai memakai teknik ini. Pergulatan pemikiran tokohnya digambarkan sangat deras, sehingga kita tercekat ketika Anna memutuskan untuk bunuh diri. Dalam buku ini kita bisa mengikuti bagaimana pikiran seseorang yang tertekan dan akan membunuh dirinya. Ini bukti bahwa Leo Tolstoy adalah seorang psikolog yang natural. Dia juga mengungkapkan pikiran-pikirannya sendiri melalui perglatan pemikiran Levin. Levin adalah penggambaran dari diri Tolstoy sendiri. Panggilan kecil Tolstoy sendiri adalah Lev. Levin adalah tokoh yang idealis, keras kepala, pencemburu, tapi jernih memandang segala hal. Dalam buku ini kita bisa memetakan pemikiran Tolstoy dengan mendengarkan kata hati Levin, antara lain mengenai sosialisme, aristokrasi, budaya dan tradisi, modernisme, nasionalisme dan humanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang salah mengartikan novel Tolstoy ini menurut saya. Anna Karenina sering disalahpahami. Apabila Anda mengharapkan sebuah kisah cinta klasik yang romantis seperti Romeo dan Juliet atau Sam Pek Engtay, Anda salah besar. Novel ini menggambarkan cinta yang begitu dalam, saking dalamnya sampai begitu kotor. Buku ini menceritakan tentang hipokrisi kaum bangsawan yang menolak cinta tapi mengagungkan nafsu. Anna Karenina begitu mencintai seseorang sampai menusuk tulang. Cintanya sangat tulus. Tapi dirinya dianggap begitu kotor di masyarakat. Dia sendiripun menganggap dirinya kotor, hanya karena dia jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya tidak akan memaafkannya. Dia kehilangan anaknya. Dia mencintai Vronskii begitu dalam, dengan mengorbankan segalanya. Tapi Vronskii adalah orang yang tidak layak dicintai, menurut saya. Vronskii mempermainkan Kitty. Vronskii juga bukan perwira militer yang tekun. Dia senang berpesta, kemudian akhirnya keluar dari ketentaraan. Dia sangat mengandalkan uang dari ibunya yang kaya untuk hidup sehari-hari. Di bagian akhir, dia malah menunjukkan sifat pengecutnya, dengan berpikir bahwa dia membuat kesalahan dengan menjalin hubungan dengan Anna. Kisah cinta sejati yang romantis justru bukan antara Anna dan Vronskii. Kita dapat menemui kisah cinta romantis antara Kitty dan Levin. Novel ini menurut banyak sastrawan adalah novel terbaik. Novel ini mempengaruhi penulis-penulis seperti Dostoyevsky, Woolf, Faulkner, dan lain-lain. Menurut saya, novel ini sangat berharga. Buku yang berlapis-lapis, kaya di segala dimensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7111918570827169145?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7111918570827169145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/12/anna-karenina-leo-tolstoy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7111918570827169145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7111918570827169145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/12/anna-karenina-leo-tolstoy.html' title='Anna Karenina - Leo Tolstoy'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TPygYugkjyI/AAAAAAAAADo/GyNeErxrQSw/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-803438455562001235</id><published>2010-11-13T12:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T10:05:32.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Outsider'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Albert Camus'/><title type='text'>The Outsider - Albert Camus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TN7yDwqDJ8I/AAAAAAAAAC4/h5vOhJq-Dx8/s1600/7923379.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TN7yDwqDJ8I/AAAAAAAAAC4/h5vOhJq-Dx8/s200/7923379.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uku ini begitu tipis dan simpel. Plotnya, meskipun kadang aneh, sangat lugas. Anda tak akan berharap emosi Anda diaduk-aduk ketika membaca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu hanya di permukaan. Novel ini sesungguhnya sangat dalam dan penuh makna. Novel ini membiarkan emosi Anda menunggu di luar, dan mengundang perdebatan sengit dalam pikiran Anda. Ini adalah sebuah novel filsafat sejati. Seperti sungai yang tenang di permukaan, tapi deras gelombang di kedalaman. Seperti menonton sebuah film pendek hitam putih berdurasi 15 menit dengan dialog minimal, tapi setelah itu membuat Anda tidak bisa tidur semalaman memikirkannya. Ini adalah sebuah novel filsafat sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini aslinya berbahasa Perancis, berjudul asli &lt;i&gt;L’Étranger&lt;/i&gt;, berarti 'orang asing' atau 'orang luar'. Albert Camus menulis buku tipis ini dan menerbitkannya pertama kali tahun 1942. Buku ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi &lt;i&gt;The Stranger&lt;/i&gt;, atau dalam terbitan lain &lt;i&gt;The Outsider&lt;/i&gt;. Buku versi bahasa Indonesia ini mungkin terjemahan dari &lt;i&gt;The Outsider&lt;/i&gt;, tapi judul 'Sang Pemberontak' yang diberikan oleh penerjemah sama sekali tidak tepat. Judul 'Sang Pemberontak' merancukan dengan buku tulisan Albert Camus lain yang terbit tahun 1951, yaitu &lt;i&gt;L'Homme révolté&lt;/i&gt;, atau dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai &lt;i&gt;'The Rebel'&lt;/i&gt;. Ini catatan penting yang perlu diperhatikan oleh penerbit-penerbit pemula yang menjamur sekarang ini agar lebih hati-hati. Kerancuan ini, entah disengaja ataupun tidak, sebenarnya tak perlu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camus adalah seorang filsuf penting abad 20. Dia keturunan Perancis yang lahir di Aljazair, yang membuatnya tercatat sebagai peraih Nobel di bidang sastra pertama yang lahir di benua Afrika. Pemikiran yang penting yang dipopulerkan oleh Albert Camus adalah filsafat Absurdisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam buku ini mengekplorasi tema absurdisme dan eksistensialisme. Tokoh dalam novel ini bernama Meursault, seorang Perancis, yang seperti Camus sendiri, hidup di Alajazair. Meursault adalah gambaran dari seseorang yang abai akan nilai-nilai sosial, pasif, dan mengesampingkan emosinya dalam setiap tindakan. Meursault adalah orang yang masa bodoh dan dingin,namun teguh pendirian dan menerima konsekuensi setiap pilihannya. Mersault baru mendengar bahwa ibunya yang tinggal di sebuah panti wreda di kota lain meninggal. Meursault datang ke pemakaman ibunya, tapi tidak menunjukkan emosi kedukaan atau emosi apapun dalam pemakaman itu. Dia tidak menangis, tidak bersedih, dan kelihatan tidak tahu apa yang harus dilakukan di pemakaman ibunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari melayat, dia kembali ke kotanya dan bertemu Marie, mantan pekerja dari kantornya. Mereka langsung menjadi dekat, berpacaran, dan melakukan hubungan seks, meskipun ibunya baru saja meninggal. Dia juga bertemu dengan tetangganya, seorang pembual yang kasar bernama Raymond. Mereka mengobrol, dan Raymond menceritakan bahwa dia mempunyai seorang pacar wanita Arab. Wanita Arab itu menurut Raymond sering berbohong, dan Raymond menghajar wanita itu. Namun Raymond ingin bertemu lagi dengannya, untuk tidur dengannya terakhir kali, setelah itu menghajar dan meludahinya untuk terakhir kali juga. Raymond meminta tolong Mersault untuk menuliskan surat atas namanya untuk wanita Arab itu agar dia mau datang. Mersault setuju untuk menuliskan surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca surat itu, beberapa hari kemudian wanita Arab itu datang ke apartemen Raymond. Raymond memakinya dan menghajarnya lagi. Pada saat itu datanglah polisi dan wanita Arab itu melaporkan tindakan Raymond. Raymond ditangkap polisi. Raymond minta Meursault bersaksi untuk meringankannya di pengadilan. Meursault setuju untuk membantunya kembali, dan Raymond bebas dari tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebebasnya dari tahanan, Raymond mengajak Meursault dan Marie berlibur ke rumah pantai milik teman Raymond. Ternyata mereka mendapati diri mereka dibuntuti olah saudara laki-laki si wanita Arab dengan beberapa orang lainnya. Mereka mungkin memiliki tujuan untuk membalaskan dendam si wanita Arab pacar Raymond. Pada suatu kesempatan, orang-orang Arab itu melukai Raymond dengan pisau. Raymond lari kembali ke rumah pantai, bersumpah untuk menuntut balas dengan mengambil sebuah pistol. Merasa khawatir bahwa Raymond akan melakukan hal-hal yang berbahaya, Meursault menyita pistolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang sendiri dalam perjalanan dari pantai, Meursault bertemu salah satu dari seorang Arab tersebut. Meursault terkena disorientasi akibat serangan panas dan silaunya matahari saat itu yang mengganggunya. Dalam kondisi disorientasi tersebut, Meursault merasa melihat orang Arab tersebut mencabut pisaunya. Meursault menembak orang Arab tersebut dengan pistol yang disitanya dari Raymond. Meskipun orang Arab itu telah mati, Meursault menambahkan beberapa tembakan lebih ke tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meursault akhirnya disidangkan atas tuduhan pembunuhan. Dia sangat pendiam dan pasif dalam pengadilan. Hal ini dimanfaatkan oleh penuntut umum untuk menggambarkan sisi buruk dari Meursault yang tidak berperasaan dan berdarah dingin. Penuntut menambahkan argumen mengenai insiden pemakaman ibu Meursault, dimana dia tidak menunjukkan emosi berduka sedikitpun. Meursault juga tak menyatakan penyesalannya sedikitpun, dan dia berkeras bahwa dia membunuh orang Arab itu karena "panas matahari". Hakim akhirnya memvonis Meursault bersalah dan memberikan dia hukuman pancung di depan umum. Meursault disarankan untuk memohon pengampunan Tuhan atas kesalahannya, seperti yang biasa dilakukan penjahat lain. Dia menolak saran itu, karena merasa tidak ada hubungan apa-apa dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya penulisan ini adalah dari sudut pandang orang pertama, yaitu Meursault. Kita menelusuri cerita ini meminjam kacamata orang pertama dalam menggambarkan lingkungannya dan alasannya dalam melakukan setiap tingkah laku. Terlepas dari dia menceritakan segala sesuatu yang terjadi secara detail, Meursault sebenarnya tidak memberi penjelasan banyak mengenai logika berpikirnya. Dia tidak menjelaskan banyak mengapa dia tidak bersedih saat ibunya dimakamkan. Kita tak mengerti logika dia berteman dengan seorang kasar seperti Raymond dan membantunya dalam kejahatan. Dia juga tidak menjelaskan banyak mengenai alasan dia membunuh orang Arab itu selain "panasnya matahari yang menyilaukan". Sebuah alasan yang enigmatis. Gaya penulisan ini memberikan kita ruang yang banyak untuk menafsirkan dan memaknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat absurdisme menyatakan bahwa hidup ini tidaklah berarti. Manusialah yang memberi arti pada hidupnya sendiri. Mengapa &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt;? Dalam filsafat, manusia memiliki kecenderungan untuk mencari arti hidupnya. Meskipun begitu, manusia memiliki keterbatasan untuk menemukan arti besar dari hidup ini. Manusia mencari arti arti hidupnya dan gagal menemukannya (maka dari itu ini adalah sebuah proses yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt;). Meursault membunuh seorang Arab, tapi dia terbebas dari absurditas itu sendiri. Pembunuhan orang Arab yang dilakukannya tidak mempunyai arti apa-apa dalam hidupnya. Hanya sebuah kebetulan. Orang Arab yang tewas itu sendiri tidak mempunyai arti apa-apa bagi Meursault. Absurditas tergambarkan ketika hukum mendakwa Meursault akan kekejaman karena dia menembakkan beberapa tembakan. Tembakan pertama sudah membunuh orang Arab itu, tembakan kedua dan ketiga tentunya tidak akan membuat orang Arab itu "lebih mati" atau "mati dua kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mersault adalah seorang tokoh &lt;i&gt;anti-hero&lt;/i&gt;. Meursault bukan orang yang tanpa dosa. Dia mengakui bahwa dia bersalah. Tapi dia tidak menemukan alasan bagi dirinya untuk meminta pengampunan dan menyesal. Dia memilih untuk mati, mungkin karena ketiadaan alasan untuk terus hidup. Dia menggambarkan sendiri garis eksistensialisme baru. Itu yang membuat novel ini menjadi ajang perdebatan filosofis yang tajam, kaya, dan berlapis-lapis. Meursault adalah orang asing itu. Dialah &lt;i&gt;the outsider&lt;/i&gt;. Orang asing yang tinggal di benua yang bukan miliknya. Dia juga mengasingkan diri dari peradaban manusia. Pada akhirnya, menjalani hukuman mati adalah pilihan dia yang harapkan. Dia melepaskan diri dari absurditas. Melepaskan diri dari hubungan nilai-nilai kemanusiaan yang irasional. Tapi, apakah sebenarnya yang rasional?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-803438455562001235?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/803438455562001235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/11/outsider-albert-camus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/803438455562001235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/803438455562001235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/11/outsider-albert-camus.html' title='The Outsider - Albert Camus'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TN7yDwqDJ8I/AAAAAAAAAC4/h5vOhJq-Dx8/s72-c/7923379.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2552081218872068194</id><published>2010-10-11T22:04:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T02:27:27.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eat Pray Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elizabeth Gilbert'/><title type='text'>Eat, Pray, Love - Elizabeth Gilbert</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLPr4Ye3eWI/AAAAAAAAAC0/t7DZuFKPgwU/s1600/564632.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLPr4Ye3eWI/AAAAAAAAAC0/t7DZuFKPgwU/s200/564632.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;O&lt;/span&gt;h, tidak! Saya benci buku feminin! Saya tidak pernah mengerti konflik yang mereka bicarakan. Tapi apa mau dikata? Saya sudah terlanjur berniat tidak akan menolak buku yang ada di depan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketika bahan bacaan saya habis, saya bertanya kepada istri saya, buku apa yang dia punya yang bisa saya baca. Dia memberi saya bukunya, Eat, Pray, Love tulisan Elizabeth Gilbert. Saya setuju untuk membacanya. Setelah membacanya, ternyata lumayan. Saya yang awalnya skeptis dengan buku yang kewanitaan ini merasa cukup terhibur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Buku ini sebenarnya bukan novel. Buku non-fiksi ini adalah sebuah memoar dari hidup penulisnya, Elizabeth Gilbert, seorang penulis lepas di beberapa majalah. Elizabeth Gilbert menceritakan tentang berakhirnya perkawinan dan percintaannya yang tragis, kemudian memutuskan untuk melakukan perjalanan spiritual ke Italia, India, dan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dia melakukan perjalanan pertama selama empat bulan ke Italia. Disana dia hanya berniat belajar bahasa Italia. Perjalanannya ke Italia menjadi petualangan yang menarik untuk penjelajahan kekayaan kulinari negeri ini. Perjalanan kedua dia lakukan ke India, dengan mengurung diri untuk bermeditasi di sebuah &lt;i&gt;Ashram&lt;/i&gt; (tempat menyepi untuk beribadah agama Hindu, kata "asrama" dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari kata ini). Dalam empat bulan bermeditasi di India ini, dia berhasil menemukan pencerahan spiritual. Perjalanan terakhir dilakukannya selama empat bulan di Bali, dengan tujuan untuk menjadi murid seorang dukun tua bernama Ketut Liyer. Di Bali dia menemukan beberapa teman, termasuk membantu teman Bali-nya yang bernama Wayan dalam mendapatkan rumah. Selain itu ia juga menemukan kekasih baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam judulnya secara tersirat, perjalanan itu dibagi menjadi tiga, yaitu "makan di Italia", "berdoa di India", dan "mencintai di Indonesia". Angka 3 yang ajaib, sebuah persamaan. Tiga bagian dalam buku ini ternyata diceritakan sangat berbeda. Bagian "makan di Italia" diceritakan secara kocak, membuat saya tergelak. Bagian "berdoa di India" sangat bertentangan dengan bagian pertama. Bagian kedua menceritakan tentang metode meditasi dan yoga dan pencerahan dan energi gaib. Kontras dengan bab pertama dimana Elizabeth Gilbert menjadi petualang makan, di bagian kedua dia berubah menjadi seperti biarawan Shaolin dengan segala filosofinya. Dalam bagian pertama diceritakan tentang deskripsi makanan-makanan dan resep-resep, dalam bagian India tidak dideskripsikan sekalipun mengenai makanan kecuali bahwa dia memakan makanan vegetarian yang sangat enak. Sebenarnya bagian kedua bukanlah petualangan di India, melainkan lebih tepat sebagai petualangan pencarian diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan tentu saja Indonesia. Ini yang dinantikan banyak orang, karena mereka ingin sekali pembahasan tentang Indonesia dimasukkan dalam buku-buku barat. Akan tetapi Anda orang Indonesia tidak perlu terlalu sentimentil, karena ini adalah cerita tentang seorang wanita yang bepergian, bukan tentang Indonesia itu sendiri. Tentu saja stereotip tentang Indonesia selalu muncul, harusnya dianggap wajar karena kita sudah bertahun-tahun tinggal di negara ini, antara lain korupsi, ketidaktertiban, jam karet, potensi pertikaian antar agama dan suku, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kita boleh berharap bahwa Eat, Pray, Love merupakan sebuah argumen tesis, antitesis, dan sintesis, semacam dialektika Hegelian. Wajar, karena pembagian 3 yang ajaib itu. Ternyata tidak demikian pada bagian ketiga. Kita berharap sebuah keseimbangan dari dua bagian sebelumnya. Yang kita dapatkan di bagian terakhir di Indonesia bukanlah sintesis dari Italia dan India, melainkan sebuah ketidakberaturan, dan sedikit pendangkalan. Tidak ada tema besar dari cerita Elizabeth Gilbert di Indonesia, melainkan hanya menjadi montase cerita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tujuan pertama dia pergi ke Bali adalah untuk menjadi murid Ketut Liyer, dukun tua yang kocak, tapi ternyata tidak banyak menimba ilmu darinya. Elizabeth menemukan kekasih baru, yang entah kenapa saya mendapatkan kesan bahwa dia tidak yakin benar-benar akan cintanya. Elizabeth bertemu dengan Yudhi, seorang Jawa Kristen yang mempunyai kisah pahit dipenjarakan dan diusir dari Amerika Serikat pasca runtuhnya WTC. Dia juga bertemu Wayan, janda dengan seorang anak yang menjadi ahli pengobatan tradisional. Semuanya merupakan cerita acak yang sangat menarik untuk dijadikan kolom mingguan pada sebuah majalah. Seolah menekankan bahwa Indonesia memang selalu acak, tidak ada cerita besar disini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Apabila buku ini dipecah menjadi tiga buku yang berbeda, kita tetap tidak akan merasakan bedanya. Tapi ini memang sebuah memoar, non fiksi. Kehidupan nyata memang berbeda dengan fiksi yang memiliki plot sebagai "&lt;i&gt;grand design&lt;/i&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Salah satu hal yang cukup mengganggu dalam buku bahasa Indonesia yang saya baca adalah penerjemahan yang sangat buruk. Hal ini tidak dibantu oleh editing yang juga sama buruk. "Japa mala", kalung tasbih manik-manik khas India ditulis sebagai "Japa malas". Ini adalah editing yang buruk. Memang dalam bahasa Inggris, "s" selalu ditambahkan dalam setiap bentuk jamak. Akan tetapi menceritakan suatu hal di India dengan cara Inggris dalam bahasa Indonesia adalah usaha yang bodoh. Orang India tidak pernah menambahkan "s" ke dalam setiap kata bentuk jamak, demikian pula kita. Banyak pula tanda baca kurung yang membingungkan, apakah dia berasal dari penulis atau editor atau penerjemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Contoh lain, dalam halaman 95 ditulis, "BAIKLAH, anakku, nikmati, saya tahu ini hanya sementara. Beritahu saya jika eksperimenmu dengan kegembiraan yang sejati telah berlalu, dan saya akan melihat apa yang dapat saya lakukan mengenai kendali yang rusak ini." &amp;nbsp;Kendali yang rusak? Apa itu? Saya baca versi bahasa Inggrisnya, ternyata "kendali yang rusak" adalah terjemahan dari "&lt;i&gt;damage control&lt;/i&gt;". Benar-benar berantakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menerjemahkan adalah sebuah proses menciptakan kembali (&lt;i&gt;re-inventing&lt;/i&gt;). Perlu kekayaan referensi, bahkan kadang harus setara dengan penulisnya, untuk melakukan proses penerjemahan. Banyak kesalahan penerjemahan yang tidak perlu membuat buku ini susah dibaca. Nama daerah di Manhattan, Hell's Kitchen, sangatlah tidak tepat diterjemahkan menjadi "Dapur Neraka". Ini seperti menerjemahkan New York menjadi "York Baru", atau Banyuwangi menjadi "Air Harum". Tidak semua orang (juga sarjana sastra Inggris) dapat menjadi penerjemah. Penerjemah bukan hanya harus menguasai dua bahasa, dia juga harus seorang &lt;i&gt;researcher&lt;/i&gt;. Saya dalam hati berharap buku yang diterbitkan oleh Abdi Tandur ini diterbitkan ulang oleh penerbit-penerbit lain yang lebih berpengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya belum menonton filmnya, hanya trailernya, sehingga awalnya saya membayangkan Julia Roberts dalam buku ini berjalan dan berbicara. Tapi semakin banyak saya membaca, Julia Roberts semakin menghilang, alih-alih muncul Jennifer Aniston. Citra Julia Roberts dalam kepala saya adalah sosok feminis yang keras kepala, tegas, tapi menyenangkan dan mudah akrab dengan siapapun. Julia Roberts adalah Erin Brokovich. Sedangkan Jennifer Aniston adalah seorang peragu, pemurung, manis, gemar memanjakan diri sendiri, dan sangat tepat sebagai profil pecinta platonis. Kesan seperti itulah yang saya dapat dari Elizabeth Gilbert dalam buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Apakah ini buku feminin? Saya tidak tahu banyak batasannya. Belakangan sebelumnya saya sempat membaca novel klasik Madame Bovary, kisah tragis abad 19 tentang wanita yang suka membaca, bermimpi untuk berkelana melihat dunia, dan tidak pernah puas dengan kehidupan perkawinannya. Menurut saya, Elizabeth Gilbert adalah Madame Bovary dengan laptop, terapis Yoga, dan kontrak besar bayar di muka dari penerbit untuk keliling dunia (Puji Tuhan!). Elizabeth adalah penulis yang cerdas dan berwawasan luas dan selalu suka melakukan perjalanan keliling dunia. Dia menceritakan bahwa dia mudah sekali memberikan semua yang ada dalam hidupnya untuk pria-pria yang dicintainya. Dia juga tidak nyaman dengan kehidupan domestik, dengan rumah yang hangat, suami kelas menengah, dan mungkin anak-anak. Wanita-wanita seperti ini konon mempunyai kecenderungan "&lt;i&gt;self-destruct&lt;/i&gt;" yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam suatu bab saya terjebak dalam gosip wanita mengenai laki-laki dan seks, akhirnya saya sadar, ya, ini buku feminin. Gaya berceritanya sangat wanita, dengan tutur kata yang cerewet seakan kata-kata turun seperti hujan yang tiada akhir. Menurut saya lucu mendengarkan cerita seorang wanita yang cerewet seperti itu, sering dengan anak kalimat yang panjang dan eksklamasi dimana-mana. Mungkin wanita akan lebih menggemari buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hanya saja, senyata apapun kisah hidup Elizabeth Gilbert, sulit bagi kita untuk menyamakan kehidupan kita dengannya. Apabila Anda sedang mengalami masa-masa sulit, mengalami perceraian atau putus cinta, apa yang akan Anda lakukan agar mental Anda pulih kembali? Akankah Anda pergi ke Italia? Makan pizza di Napoli? Ataukah Anda akan pergi menyepi ke India, di sebuah kuil dengan seorang guru spiritual mirip yang dilakukan The Beatles dulu? "&lt;i&gt;Life goes on"&lt;/i&gt;, kata pepatah bahasa Inggris. Tapi hidup saya, hidup Anda, dan hidup Elizabeth Gilbert sangatlah berbeda. Ini yang membuat buku ini lebih menghibur daripada menginspirasi. Kapan dalam ribuan tahun Anda menjalani hubungan seperti Elizabeth Gilbert, seorang warga New York yang mempunyai kekasih seorang duda Brasil yang tinggal di Ubud dengan anak-anak yang tinggal di Australia?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Anda tentu tidak menginginkan hidup seperti Elizabeth ketika membaca bahwa dia bercerai, depresi, dan sempat berpikir untuk melukai diri sendiri. Tapi Anda juga pasti menginginkan hidup seperti Elizabeth yang dapat pergi bertamasya kemanapun di dunia ini, melihat kota-kota indah, dan makan makanan enak dimanapun. Kisah Elizabeth Gilbert bukanlah "Panduan Praktis bagi Wanita untuk Melalui Masa-masa Sulit". Buku ini tentang makan, tentang berdoa, dan tentang cinta. Untuk itu marilah kita fokus untuk mendengarkan cerita yang luar biasa mengenai makan, berdoa, dan cinta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Meskipun sangat sedikit relevansi praktisnya, buku ini tetap berguna bagi wanita yang menyenangi cerita tentang wanita-wanita yang berjuang untuk tegar. Buku ini juga layak dibaca para praktisi yoga, meditasi timur, pencarian spiritual, atau &lt;i&gt;new age&lt;/i&gt;. Pembahasannya cukup mendalam dan detail. Secara keseluruhan ini adalah sebuah buku yang sangat berguna dan menghibur. Buku yang bagus untuk dibaca para wanita yang galau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ups, apa yang baru saya bilang? Maaf, saya tidak bermaksud mengatakan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maksud saya, buku ini juga bagus untuk dibaca pria-pria galau. Lho?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2552081218872068194?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2552081218872068194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/10/eat-pray-love-elizabeth-gilbert.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2552081218872068194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2552081218872068194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/10/eat-pray-love-elizabeth-gilbert.html' title='Eat, Pray, Love - Elizabeth Gilbert'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLPr4Ye3eWI/AAAAAAAAAC0/t7DZuFKPgwU/s72-c/564632.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-9017841844436383058</id><published>2010-10-09T02:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T02:45:46.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baudolino'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umberto Eco'/><title type='text'>Baudolino - Umberto Eco</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLA5e9SG5UI/AAAAAAAAACw/4bHTiq3IxfM/s1600/6650454.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLA5e9SG5UI/AAAAAAAAACw/4bHTiq3IxfM/s200/6650454.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;S&lt;/span&gt;etiap orang punya tempat liburan yang diimpikannya dalam hidup. Liburan impian saya adalah menginap beberapa hari di perpustakaan pribadi Umberto Eco. Saya penasaran dengan koleksi buku dan manuskrip yang dimilikinya, setelah membaca bukunya yang kaya tekstual. Tapi mungkin seperti tempat liburan lain, saya perlu guide, karena saya tidak menguasai bahasa Italia, Latin, dan bahasa Eropa lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Membaca Baudolino karya Umberto Eco, kita ditunjukkan kekayaan literatur abad pertengahan yang rinci. Membaca buku ini berarti mengakui bahwa Eco adalah seorang maestro dalam sejarah. Ini menunjukkan betapa sebuah paduan maut antara sejarawan, filsuf, linguis, dan pendongeng ulung bisa menghasilkan sebuah karya yang lengkap dan luar biasa. Bahkan Eco sampai menciptakan bahasa sendiri di buku ini (dalam bagian awal buku), yang membuat penerjemahan ke dalam bahasa apapun akan semakin rumit. Eco seakan melakukan eksperimen dengan bahasa dan interpretasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam novel ini, tokoh-tokoh dalam sejarah berhubungan dengan tokoh-tokoh fiktif karangan Eco. Mirip seperti Forest Gump abad pertengahan. Begitu piawainya Eco, sampai tokoh-tokoh sejarah kadang menjadi karakter dalam dunia dongeng, dan tokoh-tokoh fiktif menjadi seperti benar-benar ada dan pernah meninggalkan jejaknya di dunia. Tokoh dalam buku ini, Baudolino, bercerita tentang kehidupannya yang penuh pengalaman menarik kepada Niketas Choniates (tokoh sejarah), setelah Baudolino menyelamatkan Niketas dari para prajurit Perang Salib yang menyerang Konstantinopel (peristiwa aktual dalam sejarah, dimana Pasukan Perang Salib dari Kristen Roma menyerang kerajaan Kristen Byzantium di Konstantinopel, karena uang dan kekuasaan). Niketas melarikan diri dari Konstantinopel dibantu Baudolino, dan sepanjang pelarian, Baudolino bercerita mengenai hidupnya yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Baudolino, bercerita kepada Niketas, lahir sebagai anak petani di Alessandria, Italia. Hidupnya berubah ketika dia diadopsi oleh Raja Jerman, Frederick I, Barbarossa (Si Janggut Merah) yang kemudian diangkat Paus Adrian IV menjadi Kaisar Roma. Frederick Barbarossa jarang sekali berada di istananya, selalu berkeliling Jerman, Italia, dan bagian Eropa lainnya untuk menaklukkan daerah tersebut. Baudolino ikut kemana dia pergi, sampai akhirnya Barbarossa mengirimnya sekolah ke Universitas Paris. Baudolino sebagai anak angkat yang disayangi lebih dari anak sendiri, mempunyai rasa bersalah terhadap Barbarossa, karena diam-diam jatuh hati dengan istri Barbarossa, Beatrice, ratu Burgundy yang cantik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di Paris dia berteman dengan beberapa orang yang setuju untuk ikut dengannya mencari kerajaan Kristen kuno yang dipimpin oleh Prester John, sebuah legenda tentang kerajaan kristen di timur. Prester John dalam legenda dikatakan sebagai keturunan Tiga Raja Magi, sebuah dongeng dalam Kristen dimana tiga raja Zoroaster dari timur datang melihat Yesus begitu dia dilahirkan. Baudolino pergi bersama Sang Penyair (tokoh sejarah), Kyot (tokoh sejarah, kelak menulis puisi terkenal mengenai grasal suci), Abdul (tokoh fiksi), Boron (kemungkinan Robert de Boron, penyair Perancis), Solomon (tokoh fiksi), dan Ardzrouni (tokoh fiksi).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mereka akhirnya melakukan perjalanan ke timur untuk menemukan bukti kerajaan Prester John. Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan berbagai makhluk aneh, sebagian ada dalam legenda, sebagian diciptakan oleh Umberto Eco sendiri. Sebelum mencapai kerajaan Prester John, mereka bertemu dengan kerajaan Diakon Johannes, yang terkena kusta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Baudolino bertemu dengan wanita yang bercengkerama dengan Unicorn bernama Hypatia, anggota dari sebuah kaum di hutan yang kesemuanya adalah wanita. Kaum yang semua anggotanya bernama Hypatia itu adalah keturunan dari murid Hypatia, seorang filsuf dan ahli matematika yang cantik yang hidup pada abad 4. Seperti kita ketahui dalam sejarah, Hypatia tinggal di Alexandria (Mesir) yang dikuasai oleh Kristen Roma, kemudian dibunuh oleh penduduk Kristen di jalan karena dianggap penghasut agama, dengan cara ditelanjangi, dikuliti, diukirkan tulisan di dagingnya, kemudian dibakar. Pengikutnya pun diburu untuk dieksekusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam novel ini, Baudolino yang hidup di abad 11 bertemu dengan keturunan murid Hypatia yang melarikan diri di tengah hutan, jauh di timur. Mereka memutuskan segala hubungan dengan dunia luar, hidup dengan ajaran dari Hypatia, dan memilih nama yang sama untuk semua orang, termasuk Hypatia, kekasih Baudolino. Hypatia, kekasih Baudolino, belakangan ketahuan bahwa ternyata dia memiliki tubuh wanita yang rupawan tapi berkaki kambing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Baudolino dan pengikutnya juga terlibat pertempuran besar dengan bangsa asing berwajah kuning yang agresif yang disebut dengan orang-orang Hun Putih. Orangh-orang Hun Putih itu menang, dan Baudolino dan kawan-kawan berhasil melarikan diri melalui burung raksasa yang akhirnya membuat mereka terdampar di Konstantinopel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dongeng dalam buku ini sangat menawan, karena Umberto Eco fasih bicara sejarah. Ada baiknya Anda membaca buku ini didampingi buku sejarah Eropa Abad Pertengahan, dan Anda akan menemukan fakta-fakta historis yang menarik. Buku ini sarat dengan sejarah perkembangan agama Kristen, tapi tetap saja menarik untuk dibaca seorang Muslim seperti saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Eco seakan mengatakan bahwa penulisan sejarah selalu subyektif, tak melulu potret sebuah masa tertentu dari masyarakat tertentu. Adalah menarik memperhatikan bagaimana sejarah terjadi dan sejarah ditulis. Membaca novel ini, saya mendapatkan kesan seakan Eco berusaha untuk menihilkan sejarah, sekaligus menyejarahkan yang nihil. Buku ini dapat membuat orang yang mengimani sesuatu mempertanyakan sendiri keimanannya. Surat dari Prester John untuk Kaisar Byzantium yang benar-benar beredar dalam sejarah, dalam buku ini diceritakan ditulis oleh Baudolino sendiri, sebelum akhirnya dicuri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Relikui suci yang sering ditemukan dalam dunia Kristen, ternyata dalam buku ini dengan mudah dipalsukan, termasuk kain kafan di Turin yang disebut-sebit sebagai kain kafan Yesus, dalam buku ini diceritakan didapatkan Baudolino dari seorang diakon yang terkena lepra. Kerangka tiga Raja Magi yang disimpan di Milan saat ini dalam cerita ini merupakan rekayasa Baudolino yang cerdas untuk menaikkan pamor ayah angkatnya, Barbarossa. Dalam novel ini dijelaskan, mengapa sekarang ada kepala Johannes Pembaptis disimpan di Roma, sekaligus di Munich, juga di Istambul, di sebuah gereja di Mesir, dan lain-lain. Baudolino dan teman-temannya memalsukan banyak sekali kepala Johannes Pembabtis untuk dijual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang mana yang sejarah, yang mana yang karangan, tidak terlalu penting bagi saya, karena pasti berbeda pula bagi Eco sendiri. Sejarah telah tertulis, entah benar atau fiksi. Barbarossa mati secara tragis, entah kecelakaan murni atau dibunuh, biarkan menjadi misteri. Baudolino mungkin fiksi. Mungkin saja pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-9017841844436383058?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/9017841844436383058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/10/baudolino-umberto-eco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/9017841844436383058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/9017841844436383058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/10/baudolino-umberto-eco.html' title='Baudolino - Umberto Eco'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TLA5e9SG5UI/AAAAAAAAACw/4bHTiq3IxfM/s72-c/6650454.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-3815768392845984157</id><published>2010-09-30T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-12-22T18:52:53.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Madame Bovary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gustave Flaubert'/><title type='text'>Madame Bovary - Gustave Flaubert</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TKVdIbj48iI/AAAAAAAAACs/-BpVQNf0umM/s1600/8556145.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TKVdIbj48iI/AAAAAAAAACs/-BpVQNf0umM/s200/8556145.jpg" width="128" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;esungguhnya buku ini dianggap sebagai novel terbaik yang pernah ada. Ada juga yang menganggapnya sebagai novel yang sempurna. Saya membacanya karena saya didera romantisme untuk mengumpulkan karya penulis klasik terbaik Prancis: Victor Hugo, Alexandre Dumas, dan Gustave Flaubert yang kondang itu. Tentu saja harapan saya melambung tinggi akan buku ini. Tapi ketika membaca sepanjang buku, saya mengerutkan kening, tidak mengerti mengapa buku ini disebut buku terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madame Bovary adalah cerita tentang perselingkuhan seorang wanita. Ditulis oleh Gustave Flaubert tahun 1856, cerita ini awalnya diterbitkan secara bersambung di sebuah surat kabar. Cerita tentang perselingkuhan seorang ibu rumah tangga dan penggambaran adegan percintaan yang terlarang dalam buku ini membuatnya menghadapi tuntutan pengadilan dengan tuduhan ketidaksenonohan dan tidak bermoral. Flaubert akhirnya bebas dari tuduhan dan bukunya menjadi terkenal di masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita tersebut, tersebutlah seorang dokter yang biasa-biasa saja bernama Charles Bovary. Ibunya berharap Bovary sukses, dengan menyekolahkannya menjadi dokter, dan setelah lulus mencarikan istri yang tepat untuknya. Dia dinikahkan dengan Madame Dubuc, seorang janda berumur 45 tahun yang tidak menarik tapi berpenghasilan lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Charles Bovary mengobati seorang petani kaya yang retak kaki bernama Monsieur Rouault. Rouault akhirnya sembuh dan merasa berhutang budi kepada Bovary. Monsieur Rouault mempunyai anak gadis yang sangat cantik bernama Emma. Karena seringnya Charles mengunjungi rumah Rouault, istrinya cemburu karena mengira Charles mengejar gadis itu. Charles Bovary adalah seorang yang polos dan kaku, dia tidak mungkin berani untuk mengkhianati istrinya, meski dia tertarik kepada Emma. Namun tak berapa lama, istri Charles meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Bovary terpukul atas kehilangan istrinya. Kenalan-kenalannya berusaha menghiburnya, terutama Monsieur Rouault. Rouault melihat ketertarikan Charles pada Emma (walaupun selalu disangkal sendiri), dan akhirnya menawarkan Charles untuk dinikahkan dengan anak gadisnya tersebut. Charles setuju, dan akhirnya Charles dan Emma menikah. Charles bahagia sekali mempunyai istri secantik Emma. Emma sendiri, dalam hatinya tidak mengetahui apakah dia benar-benar mencintai Charles. Dia kerap kesal dengan sikap Charles yang tidak romantis, tidak peka, dan kikuk. Emma gemar membaca novel-novel. Dia menginginkan romantisme yang ada di novel tersebut terjadi padanya. Dia ingin merasakan percintaan yang membara, keliling dunia, berpesta dan bersenang-senang. Namun impian itu pupus setelah dia menikah dengan Charles, dan kemudian hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Emma mulai tidak terlihat puas dengan kehidupan mereka, Charles mengajak mereka pindah ke kota yang lebih besar, yaitu Yonville, dekat kota besar Normandia, Rouen. Charles pikir Emma akan semakin gembira karena dia selalu bermimpi tinggal di kota besar yang ramai dan serba ada. Di Yonville juga akhirnya Emma melahirkan seorang anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota baru itu mereka berteman dengan pemuka-pemuka masyarakat. Salah satunya adalah Leon Dupuis, seorang pemuda yang bekerja pada notaris kota. Leon menjadi berteman dengan Emma, karena ternyata mereka sama-sama memiliki kesamaan pengetahuan, minat bacaan, dan memainkan musik. Karena pertemanan menjadi dekat, mereka akhirnya jatuh hati, tapi tidak berani untuk saling mengungkapkan. Merasa bersalah dan tersiksa atas rindunya kepada Emma, Leon pindah ke Paris untuk melanjutkan sekolah hukum. Emma dalam hati menangisi kepergian Leon dan menyesali kenapa dia tidak pernah memadu cinta dengannya. Sementara Charles tidak menyadari hubungan emosional antara kedua orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Leon, Emma kembali merasa tidak puas akan kehidupan rumah tangganya yang datar. Suatu saat, Charles mengenalkannya dengan Rodolphe Boulanger, seorang juragan pertanian dan tuan tanah yang mata keranjang. Rodolphe terpesona dengan kecantikan Emma, akhirnya memutuskan untuk mengejar Emma dengan cara apapun, meskipun dia sudah banyak memiliki wanita simpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodolphe merayu dan memaksa Emma dengan gigih. Awalnya Emma menolaknya karena tidak punya hati terhadap Rodolphe. Tapi Rodolphe sungguh licin, akhirnya Emma bertekuk lutut kepadanya. Mereka menjalin cinta dan semakin bergelora tiap hari. Setiap ada waktu luang, mereka luangkan untuk bertemu dan bercinta di tempat yang sudah disepakati sebelumnya. Lama-kelamaan hubungan cinta mereka semakin terang-terangan, namun Charles tetap tidak menyadari. Dia masih menganggap Rodolphe pria terhormat dimatanya, dan menyanjung tinggi istrinya lebih dari siapapun. Emma memberikan semuanya untuk Rodolphe. Dia jatuh cinta dalam sekali kepada Rodolphe, namun Rodolphe tidak berminat untuk serius. Emma berhutang banyak barang untuk diberikan kepada Rodolphe sebagai tanda cinta, tentunya tanpa sepengetahuan suaminya. Emma juga merencanakan mereka berdua untuk melarikan diri dari kota itu dan pergi ke Paris. Takut akan keseriusan Emma, Rodolphe justru melarikan diri sendirian, memutuskan cintanya dengan Emma melalui sepucuk surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emma Bovary sangat terpukul karena diputuskan cintanya yang menggebu-gebu. Dia menjadi depresi dan jatuh sakit. Suaminya cemas setengah mati akan keadaan istrinya. Emma mencoba bunuh diri, tetapi gagal. Bagaimanapun, suaminya tetap merawat dia sampai sembuh dan normal kembali. Suatu saat, untuk menghibur istrinya yang depresi, Charles membawanya ke kota Rouen untuk menonton opera. Emma menyukai opera, akan tetapi ada hal yang lebih disukainya disitu: mereka bertemu dengan Leon Dupuis, yang telah selesai sekolah dan bekerja di Rouen. Leon ingin mereka tinggal sehari lagi di kota itu, tapi san dokter mengeluh tidak bisa karena kesibukannya. Akhirnya Charles mengusulkan Emma untuk tinggal di Rouen sehari lagi, ditemani Leon yang sudah dianggap teman baik mereka, sementara dia sendiri pulang ke Yonville. Leon bersuka cita dalam hati mendengar hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Charles di Rouen, Emma berniat untuk benar-benar tidak memulai perselingkuhan lagi. Dia memutuskan untuk menolak cinta Leon apabila dia berani menyatakannya. Ternyata Leon membawanya ke taksi kereta yang tertutup keliling kota, dan disana Emma sekali lagi takluk oleh cinta Leon. Mereka bercinta tanpa bisa dihindari di dalam kereta taksi tersebut, berkeliling kota. Perselingkuhan Emma Bovary kembali dimulai, dan sekali lagi Charles Bovary tidak menyadari sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emma menjadi lebih sering pergi ke kota Rouen dengan alasan untuk mengambil kursus piano. Charles heran, mengapa kursus piano sampai sejauh itu. Toh dia tetap merelakan, bahkan membiayai kursus bohong itu. Leon dan Emma selalu menyewa kamar hotel yang sama di Rouen. Semakin lama, kehidupan percintaan mereka semakin liar. Leon bahkan mulai mengabaikan pekerjaannya hanya untuk bertemu Emma. Emma juga berhutang semakin banyak kepada rentenir, karena hubungan jarak jauh untuk bersenang-senang itu memerlukan biaya yang banyak. Dia memakai uang hasil kerja suaminya dari para pasiennya, dan tetap dia berhutang tanpa sepengetahuan suami. Emma bahkan menggadaikan rumah warisan ayah Charles tanpa sepengetahuannya. Tanpa memikirkan bagaimana harus membayar, Emma semakin dalam terbelit hutang. Sampai pada suatu saat, pihak penjamin berniat untuk menyita rumah dan semua hartanya dan suaminya. Charles bingung dengan kedatangan sang juru sita. Emma panik. Dia meminta tolong Leon untuk mencarikan pinjaman, tetapi gagal. Dia bahkan meminta Leon untuk mengambil uang kantornya, tapi Leon menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emma berusaha menegosiasi ulang utangnya kepada sang lintah darat dengan cara merayunya. Tetapi ternyata sang rentenir lebih suka uang daripada rayuannya. Emma minta tolong kepada notaris Yonville, tapi Emma menolak waktu sang notaris "menggerayangi" Emma. Kemudian Emma kembali mencari Rodolphe, kekasih lamanya. Rodolphe menolak membantunya meskipun Emma memohon-mohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Emma bunuh diri dengan meminum racun. Charles Bovary yang panik berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan istrinya, tapi gagal. Emma tersenyum kepada Charles dan menghembuskan napas terakhir. Sepeninggal istrinya, Charles patah hati. Dia sangat menyayangi istrinya yang cantik, cerdas, dan aktif. Dia sangat mengagumi istrinya. Charles sering duduk sendiri di lantai atas rumahnya, tempat Emma biasa menyendiri. Disana dia menemukan surat-surat cinta Rodolphe dan Leon kepada Emma. Charles makin patah hati dan sering menyendiri, mengabaikan praktek kedokterannya. Akhirnya kesehatannya mulai menurun, dan dia meninggal dunia, meninggalkan anaknya yang hidup sengsara sebagai yatim piatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Madame Bovary adalah roman metropolitan dalam arti sebenarnya, yang ditulis lebih dari seabad yang lalu. Masa itu adalah masa beralihnya kekuasaan dari para bangsawan yang bebas dan hedonis ke kaum borjuis kelas menengah yang munafik, penghotbah moral, tapi korup. Tokoh-tokoh yang ada di kota Yonville menggambarkan hal itu: Emma sendiri, Rodolphe, Leon, sang rentenir, sang apoteker, sang notaris, dan lain-lain. Temanya sendiri adalah perselingkuhan seorang ibu rumah tangga pada abad tersebut. Anda bayangkan, betapa karya ini sangat menggegerkan dunia. Sebuah karya yang berani blak-blakan menyinggung banyak orang konservatif. Tetapi di masa sekarang, seperti saya membacanya, tidak terasa gregetnya saking sudah biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya mempunyai pendapat sendiri mengenai bagaimana seharusnya sebuah karya sastra. Menurut saya, sebuah karya sastra yang baik harusnya tidak ahistoris, dia harus berkaitan dengan suatu masa dalam suatu entitas sosial. Dia memotret realitas sosial dan hubungannya dengan karakter. Bila saya membaca sebuah novel tentang si A yang mencintai si B, tapi si B mencintai si C, kemudian si A menghajar si C dan seterusnya, novel itu menjadi ahistoris bila tidak ada kaitan dengan realitas sosial tertentu dalam masa tertentu. Cerita itu menjadi dongeng sambil lalu, tanpa ada keterkaitan sosial dan emosional dengan apapun, dan akan terlupakan beberapa saat kemudian. Coba tengok misalkan buku Love In The Time Cholera, sebuah kisah percintaan yang menggambarkan keseluruhan realitas historis, yang membuatnya bermakna sangat dalam. Atau bahkan Bumi Manusia, mengenai kisah cinta antara Minke dan Annelies. Begitu pula Madame Bovary, yang secara tersirat menggambarkan kepribadian dan moralitas yang berkarat pada masa itu. Buku ini adalah sebuah potret, dan ini berharga. Buku ini menohok para pembacanya dulu, untuk itulah buku ini menjadi lebih berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flaubert bukan seorang feminis, bahkan konon dia terkena sipilis karena petualangan seksnya yang liar. Tapi karena membicarakan "bagian hitam" dari seorang wanita, maka buku ini (tak perlu disengaja) menjadi bahan diskusi feminisme. Flaubert menulis buku ini dengan sangat meyakinkan seolah dia adalah perempuan. Ternyata, perempuan juga kadang memiliki kecenderungan poligami, sama dengan laki-laki. Mereka membutuhkan keluarga yang normal, aman dan stabil, tapi siapa bilang mereka tidak menginginkan petualangan percintaan yang berapi-api sepanjang hidupnya? Saya mohon maaf, saya tidak bisa berbicara mewakili semua wanita. Saya hanya berusaha mewakili Emma Bovary. Manusia tidak seperti Mimi dan Mintuna yang cepat sekali dipuaskan. Manusia selalu memiliki keinginan lebih dan lebih banyak lagi, baik keinginan akan cinta, harta, kekuasaan, atau sekedar pengakuan eksistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, nature dan konsekuensi yang diterima perempuan dalam hasrat poligami sangat berbeda dengan laki-laki. Laki-laki bisa melakukan poligami tanpa rasa bersalah, masyarakat masih memakluminya, bahkan dapat melakukan beberapa hubungan cinta sekaligus tanpa ikatan, tanpa emosi, bahkan tanpa cinta. Perempuan cenderung menyerahkan semua emosinya ke hubungan percintaannya yang terlarang, dan mematikan rasionya. Wanita berselingkuh dengan menyerahkan seluruh hatinya, sedangkan pria bisa berselingkuh hanya untuk bersenang-senang. Memang dua-duanya bisa berakhir tragis, tapi permakluman laki-laki yang selingkuh lebih besar daripada bila perempuan yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku lain yang juga sedang saya baca, saya menemukan kutipan Virginia Woolf yang menulis, "Seluruh hidup seorang perempuan jatuh dalam bayangan sebuah pedang." Maksudnya, di satu sisi pedang adalah ketentuan, tradisi dalam masyarakat, dan perintah-perintah, dimana semua "benar". Tapi di sisi yang berseberangan dari pedang itu, adalah gagasan gila seorang perempuan untuk memilih hidup yang tidak mengikuti ketentuan. Di sisi ini, menurut Woolf, mungkin perempuan mendapatkan kehidupan yang menarik, tapi jalan ini beresiko bagi seorang perempuan untuk kehilangan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saya seorang perempuan, mungkin saya lebih mengerti akan buku yang feminin ini. Oh tidak, ada yang lebih baik: seandainya Madame Bovary seorang laki-laki...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-3815768392845984157?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/3815768392845984157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/madame-bovary-gustave-flaubert.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/3815768392845984157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/3815768392845984157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/madame-bovary-gustave-flaubert.html' title='Madame Bovary - Gustave Flaubert'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TKVdIbj48iI/AAAAAAAAACs/-BpVQNf0umM/s72-c/8556145.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-5586707608562418207</id><published>2010-09-20T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T20:51:30.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cormac McCarthy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='No Country For Old Men'/><title type='text'>No Country For Old Men - Cormac McCarthy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TJcXfGZZiSI/AAAAAAAAACk/TfhJWVFhbic/s1600/2976484.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TJcXfGZZiSI/AAAAAAAAACk/TfhJWVFhbic/s200/2976484.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;etika selesai membaca, saya membolak-balik lagi halaman-halaman dalam buku ini. Apakah saya melewatkan beberapa halaman? Ataukah buku saya tidak lengkap? Apakah ada yang salah dalam terjemahannya? Lalu saya &lt;i&gt;download&amp;nbsp;audio book&lt;/i&gt;-nya dalam bahasa Inggris. Saya membaca lagi (sebenarnya mendengarkan) bab yang membingungkan. Bahkan saya sampai menyewa filmnya untuk melihat di bagian mana saya kelewatan membaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ternyata tidak ada yang salah dengan halaman buku saya dan terjemahannya. Bahkan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia-nya &lt;i&gt;excellent&lt;/i&gt;, dua jempol saya untuk penerjemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Buku ini memang tidak mudah untuk dibaca. Baik dari plotnya yang berbelok 180 derajat, maupun dari gaya penulisannya. Gaya penulisannya membuat kita harus beradaptasi sebentar untuk bisa menikmatinya. Seperti tiba-tiba kita berada di daerah yang gelap, perlu beberapa waktu agar mata kita bisa beradaptasi dan bisa melihat sekeliling. Setelah itu, novel ini akan sangat menarik dan membawa pikiran Anda lepas dari badan Anda, menerawang ke gurun-gurun Texas. Bau debu yang sangat terasa, pengejaran yang mematikan dan membuat Anda menahan napas, dan kebingungan yang luar biasa di daerah yang asing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak diragukan lagi, buku ini memang punya kualitas film. Cepat atau lambat akan ada orang yang mengangkatnya ke layar lebar. Beberapa bab membacanya, Anda pasti sependapat dengan saya, bahkan mungkin mulai memilih kasting yang cocok untuk pemerannya. Dan memang benar, film No Country For Old Men sudah dirilis tahun 2007 oleh sutradara bersaudara Joel dan Ethan Coen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aksi laga dalam buku ini lumayan menegangkan. Tapi Anda akan merasa terkecoh bila Anda menaruh perhatian berlebihan pada aksi laga. Novel ini menceritakan tiga tokoh berbeda yang saling berkaitan, meskipun jarang, bahkan tidak pernah bertemu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Llywellyn&amp;nbsp;Moss, pemuda kampung Terrel County, sedang berburu di gurun di Texas, dekat perbatasan. Tanpa sengaja, dia menemukan bekas pertempuran antar pedagang obat bius. Dia menemukan beberapa mobil dengan beberapa mayat yang terbunuh. Satu orang yang berkebangsaan Mexico ternyata masih hidup dan dia juga menemukan satu mobil penuh dengan kokain. Dia meninggalkan orang Mexico yang sekarat itu setelah mengambil senjata apinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Llewellyn&amp;nbsp;Moss menemukan jejak darah menuju ke suatu tempat lain. Di pepohonan yang cukup jauh dari situ, dia menemukan lagi sebuah mobil dan seorang Mexico lagi yang terbunuh. Mayat yang terakhir ini memegang koper berisi uang sejumlah 2 juta dollar.&amp;nbsp;Llewellyn&amp;nbsp;membawa pulang uang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Anton Chigurh adalah seorang pembunuh sosiopat bayaran berdarah dingin. Dia ditugaskan oleh salah satu pihak yang bertempur di gurun tersebut untuk mendapatkan uangnya kembali, sejumlah 2 juta dollar. Chigurh sangat profesional dalam menjalankan pekerjaannya, dan dia tidak punya perasaan kasihan dalam membunuh. &amp;nbsp;Dia kadang mengurungkan niatnya membunuh seseorang hanya dengan tebak-tebakan melempar koin, salah menebak gambar koin berarti Chigurh akan membunuhmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Llewellyn&amp;nbsp;Moss melarikan diri membawa uang 2 juta dollar, dan Chigurh selalu saja berhasil mengejarnya, berada satu langkah tepat dibelakangnya. Nyawa istri Moss, Carla Jean, juga terancam, karena Chigurh akan membunuhnya pula apabila istri yang diungsikannya ke Odessa itu tahu posisi Moss.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tinggallah seorang&amp;nbsp;Sheriff&amp;nbsp;tua Ed Tom Bell yang berusaha untuk menolong&amp;nbsp;Llewellyn&amp;nbsp;dan Carla Jean, tapi selalu ketinggalan. Sheriff Bell berusaha sekuat tenaga menuntaskan kasus perang antar gang narkoba itu, dan berusaha mengejar&amp;nbsp;Llewellyn&amp;nbsp;dan menemui Carla Jean untuk berusaha menyelamatkannya. Akan tetapi mayat tetap berjatuhan karena Chigurh membunuh setiap orang yang menghalanginya dan Llewellyn Moss yang sendirian juga tak kalah sengit melakukan perlawanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Disinilah mungkin saya terlewat, karena saya meremehkan tokoh Sheriff Ed Tom Bell. Dia mempunyai dunia sendiri, sebagaimana Anton Chigurh dan Llewellyn Moss. Dia adalah pemilik sejati novel ini. Bahkan dia pula yang memberi judul novel ini "No Country for Old Men". Novel ini adalah tentang kegamangan dia dalam menghadapi gelombang kejahatan yang semakin canggih, semakin berani, dan semakin kejam. Dia merasa sudah terlalu tua untuk menegakkan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cormac McCarthy sangat piawai dalam menulis berbagai tokoh. Seperti seorang aktor handal, dia berpindah-pindah set, menguasainya, dan memukau penonton dimanapun. Dia memasak di beberapa dapur sekaligus, dan menghasilkan beberapa masakan yang semuanya bercita rasa tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kunci dari membaca novel ini adalah: lupakan plot. Jangan biarkan pikiran Anda mendikte jalan cerita novel ini. Setiap pembaca atau pemirsa cenderung mempunyai keinginan bagaimana sebuah cerita harus berjalan. Harusnya sang pangeran dan putri hidup bahagia selamanya. Atau harusnya perang berakhir dan dunia damai sejahtera. Lupakan dulu. Mari berbicara tentang individu sebagai &lt;i&gt;personality &lt;/i&gt;yang unik dan kompleks.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Itulah kenapa, agak janggal bila Anda hanya menonton filmnya tanpa membaca bukunya. Anda akan terlewatkan prosa-prosa yang notabene merupakan argumen sang pengarang, mengenai sebuah topik, yaitu: No Country for Old Men. Tetapi filmnya sendiri juga cukup bagus menurut saya. Film yang sangat lugas dan sunyi, saking sunyinya saya bahkan seakan bisa mendengar pikiran tokoh-tokohnya berbicara. Awalnya saya tidak berniat menonton filmnya apabila saya dapat mencerna bukunya dengan mudah. Ternyata, saya menyukai filmnya. Dan saya juga baru tahu dari sampul DVD-nya, film ini memperoleh penghargaan Oscar sebagai film terbaik dan sutradara terbaik tahun 2008. Lumayan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-5586707608562418207?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/5586707608562418207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/no-country-for-old-men-cormac-mccarthy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5586707608562418207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5586707608562418207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/no-country-for-old-men-cormac-mccarthy.html' title='No Country For Old Men - Cormac McCarthy'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TJcXfGZZiSI/AAAAAAAAACk/TfhJWVFhbic/s72-c/2976484.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-4489119739735006490</id><published>2010-09-14T10:27:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T10:32:02.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Les Misérables'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Victor Hugo'/><title type='text'>Les Misérables - Victor Hugo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TI-s9XTFMVI/AAAAAAAAACc/2cnhYyc6-Po/s1600/6601587.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TI-s9XTFMVI/AAAAAAAAACc/2cnhYyc6-Po/s200/6601587.jpg" width="132" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ke, saya memang menonton filmnya lebih dulu. Tapi justru dari film itulah perkenalan saya dengan literatur klasik legendaris ini. Saya bersyukur pernah menonton film itu. Saya suka filmnya, saya terpaku dengan akting Liam Neeson, Geoffry Rush dan Uma Thurman, tergila-gila oleh logika plotnya. Ketertarikan saya semakin bertambah setelah menonton film serupa berbahasa Prancis yang dibintangi Jean Paul Belmondo. Setelah itu saya bertekad untuk memburu bukunya karena penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ternyata bukunya jauh lebih luar biasa. Ada beberapa perbedaan antara buku yang terbit pertama tahun 1862 ini dengan filmnya, justru ini membuat saya apresiatif terhadap keduanya sebagai karya bermutu. Memang, tidak mungkin memasukkan novel setebal 690 halaman (dengan ukuran font yang sangat kecil, konon edisi bahasa Prancisnya bahkan tebal lebih dari 1.500 halaman) ke dalam film berdurasi 2 jam, untuk itu beberapa perubahan memang diperlukan. Dengan membaca bukunya, kita lebih bebas mengapresiasi, tanpa sesak napas terbatasi frame yang selalu menghimpit ketat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Buku ini adalah magnum opus dari sastra Prancis abad 19. Victor Hugo adalah pengusung romantisme dalam sastra. Dalam romantisme, segalanya begitu agung, begitu emosional. Tak memulu hitam-putih, tapi sangat menjunjung tinggi pencarian kebenaran dan nilai-nilai kebajikan. Juga cinta dan kasih sayang bisa begitu dalam sampai menusuk ke tulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Les Miserables berarti orang-orang yang malang atau orang-orang yang mengiba. Oleh karena itu, sepanjang cerita dalam novel ini adalah tentang orang-orang yang tidak beruntung dalam peradaban, orang-orang miskin, orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat, orang-orang yang bergulat dalam kemiskinan struktural. Tapi dibalut dengan semangat romantisme tadi, kemalangan dan keibaan adalah jalan menuju kejujuran dan kebajikan sejati, meskipun pada akhirnya tetap kalah dan terpinggirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu panjangnya novel ini, konflik di dalamnya adalah konflik yang berlapis-lapis. Seakan tak cukup membuka lapis pertama, kita terus membuka lapis kedua, ketiga, dan selanjutnya. Pelajaran hidup dalam novel ini begitu lengkap, dari luar maupun dari dalam sekali. Membaca novel ini serasa lari marathon 42 kilometer. Tidak terbayang betapa luar biasa stamina Victor Hugo dalam menulis buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Novel ini bercerita tentang seseorang bernama Jean Valjean, seorang mantan narapidana yang dihukum kerja paksa selama 19 tahun karena mencuri roti untuk keluarganya yang kelaparan. Jean Valjean menjadi seseorang yang menegakkan kebajikan tanpa lelah, meskipun dirundung kemalangan dan kesulitan hidup. Jean Valjean meninggalkan dendam kesumatnya terhadap semua hal yang menentangnya dan membantu setiap orang tanpa pamrih. Valjean mengubah pandangan hidupnya yang skeptis berkat pelajaran hidup dari Uskup Myriel, yang membantunya lepas dari penjara meskipun Valjean telah mencuri di rumah sang Uskup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sejak itu Jean Valjean selalu berbuat baik tanpa pamrih kepada siapapun, meskipun disakiti orang. Ini serupa dengan etika Kristen yang "bila ditampar pipi kanan, memberikan pipi kirinya juga". Mungkin naif. Tapi begitulah Jean Valjean, memutuskan untuk menjadi naif, bahwa kebaikan tak ada batasnya. Naif tapi agung, itulah romantisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ini adalah cerita mengenai Jean Valjean yang berusaha menegakkan kebajikan yang tulus, tapi masa lalunya selalu menjadi petaka baginya. Jean Valjean akhirnya menjadi walikota di sebuah kota, meninggalkan identitas masa lalunya sebagai mantan narapidana, mengganti namanya menjadi Monsieur Madelaine. Disana dia bertambah kaya dengan berhasil memiliki sebuah pabrik. Dia menolong seorang buruh pabrik yang miskin bernama Fantine yang terpaksa menjadi pelacur dan akhirnya meninggal karena TBC. Fantine memiliki anak haram bernama Cosette yang dititipkan kepada keluarga Thenardier yang mata duitan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kemalangan kemudian datang pada Valjean atau Monsieur Madelaine. Seorang inspektur polisi baru yang ambisius dan terobsesi untuk menegakkan hukum mengenali walikota baru itu sebagai mantan narapidana. Adalah melanggar hukum bagi seorang mantan narapidana mengubah identitas dan menjadi pejabat pemerintah. Setelah ketahuan kedoknya, Valjean melarikan diri ke Paris setelah sebelumnya menebus Cosette dan disana membesarkan Cosette sebagai anaknya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Javert terus memburu Jean Valjean, melacaknya, dan kehilangan lagi. Ini menjadi obsesinya seumur hidup. Pada saat Javert mendapatkan kesulitan yang mengancam nyawanya karena mengejar Valjean, Valjean malah menolongnya. Hal ini yang membuat Javert berhutang nyawa terhadap Valjean, dan Javert tidak menyukai hal ini. Nurani Javert berperang melawan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu kaya karakterisasi dalam novel ini, kita serasa membaca 10 novel sekaligus. Tokoh utamanya tentu saja Jean Valjean, sang protagonis yang gigih. Fantine, wanita yang dikutuk karena melahirkan Cosette di luar nikah dan akhirnya dipecat sebagai buruh pabrik. Dia kemudian terpaksa menjadi pelacur yang kerap disiksa dan mendapat penyakit. Begitu miskinnya, Fantine sampai harus menjual rambut dan giginya untuk membiayai hidupnya dan mengirim uang untuk anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cosette dibesarkan dalam keluarga Thenadier sebagai pembantu rumah tangga yang disia-siakan dan sering disiksa, sebelum ditebus Valjean. Thenardier adalah salah satu veteran perang Waterloo yang bankrut setelah menjalani bisnis penginapan dan akhirnya menjadi perampok di jalanan Paris. Gavroche, anak jalanan di Paris, adalah anak kandung Thenardier yang tidak terurus, yang akhirnya menjadi pahlawan anti monarki dan tewas ditembak tentara dalam peristiwa terkenal yaitu Pemberontakan Juni di Paris tahun 1832.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mereka adalah "Les Miserables". Negara tak pernah berpihak kepada mereka. Novel ini masih sangat aktual, meskipun satu abad lebih telah berlalu. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Novel ini juga cukup berharga sebagai sebuah novel historis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menurut saya buku ini adalah novel paling luar biasa yang pernah saya baca. Begitu panjang, begitu luas, begitu lengkap, dan begitu dalam. Membuat saya terbawa secara emosional luar dalam, dan akhirnya di akhir buku saya benar-benar menangis. Ini pertama kalinya saya menangis dalam membaca buku, saya tak bisa menahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Layaknya sebuah lari marathon, Victor Hugo tahu benar kapan harus berlari pelan, kapan harus sprint, kapan harus minum air, dan betapa luar biasanya pencapaian garis finish. Sangat intens. Sangat melelahkan. Tapi memang begitulah kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-4489119739735006490?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/4489119739735006490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/les-miserables-victor-hugo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/4489119739735006490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/4489119739735006490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/les-miserables-victor-hugo.html' title='Les Misérables - Victor Hugo'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TI-s9XTFMVI/AAAAAAAAACc/2cnhYyc6-Po/s72-c/6601587.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7110943863088122873</id><published>2010-09-04T10:53:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T10:58:33.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Name Of The Rose'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umberto Eco'/><title type='text'>The Name Of The Rose - Umberto Eco</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TIKFXkcZ0rI/AAAAAAAAACU/B_B924ItPP0/s1600/3370282.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TIKFXkcZ0rI/AAAAAAAAACU/B_B924ItPP0/s200/3370282.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sartre pernah bercerita, waktu kecil dia sedang bermain di perpustakaan kakeknya. Dia bermain di antara buku-buku. Tapi buku-buku itu tetap diam.Kalimat-kalimat dalam buku itu tidak kunjung membuka rahasia dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bagaimana membuka rahasia kalimat-kalimat itu? Dengan membacanya. Pembaca adalah pemegang kunci agar kata-kata dalam buku itu bisa tercipta menjadi realitas. Membaca adalah proses penciptaan ulang. Setiap teks adalah terbuka, dan pembaca melakukan interpretasi ulang, dan menciptakan dunia sendiri. Tidak terlalu penting apakah dunia yang diciptakan sama dengan dunia yang diciptakan oleh si penulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Inilah yang disebut dengan teori respon pembaca. Pengarang sudah tidak memiliki otoritas lagi terhadap benak pembaca. Pembaca memiliki kebebasan interpretasi atas teks yang dibacanya. Ini adalah sebuah teori yang &lt;i&gt;post-modernist&lt;/i&gt;. Interpretasi tentang kebenaran dan makna adalah hal yang relatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Novel The Name Of The Rose juga merupakan sebuah argumen dari &lt;i&gt;post-modernism&lt;/i&gt;, ala Umberto Eco. Kita semua tahu, Umberto Eco adalah sejarawan abad pertengahan yang piawai dalam semiotika dan pemikir &lt;i&gt;post-modernism&lt;/i&gt; yang terkemuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Novel ini adalah sebuah cerita detektif. Terjadi serangkaian pembunuhan misterius yang harus diungkapkan. Eco menggambarkan bahwa interpretasi teks bisa menemukan makna dan kebenaran baru, sehingga mampu dijadikan alat untuk menemukan sang pembunuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tersebutlah seorang Adso dari Melk yang menjadi cantrik dari seorang biarawan fransiskan yang cerdas bernama William dari Baskerville di abad pertengahan. Dia bercerita bahwa suatu hari mereka tiba di sebuah biara katolik, dimana terjadi pembunuhan-pembunuhan misterius yang keji. William dengan dibantu oleh Adso diberi tugas oleh abas dari biara tersebut untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Belakangan terungkap petunjuk bahwa pembunuhan itu berkaitan dengan perpustakaan biara dan sebuah buku yang terlarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam sejarah seperti diungkapkan sendiri oleh Eco dalam kata penutup, memang benar ada tokoh biarawan fransiskan terkenal bernama William of Ockham. Dia dikenal sebagai penganjur rasionalitas dalam iman katolik. Dan Eco memakai nama William of Baskerville, disengaja sebagai perwujudan Sherlock Holmes abad pertengahan. Ingat buku Sir Arthur Conan Doyle "The Hound of Baskervilles"? Nama Adso juga dekat pengucapannya dengan Watson, asisten Sherlock Holmes.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Banyak kemunculan teks lain dalam buku ini, sepertinya memang disengaja oleh Umberto Eco. Eco sengaja mengambil tokoh-tokoh, teks, kesamaan sejarah. Ini sesuai dengan semangat &lt;i&gt;post-modernism&lt;/i&gt;, yaitu intertekstualitas. Menurut para pemikir &lt;i&gt;post-modernist&lt;/i&gt;, sebuah teks selalu merujuk kepada teks-teks lain, bukannya kebenaran hakiki. Seperti yang dikatakan William of Baskerville dalam buku ini, "Buku selalu membicarakan buku-buku yang lain, dan setiap cerita selalu menceritakan cerita yang sudah pernah diceritakan sebelumnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untuk sebuah novel dari seorang pemikir "berat", novel ini cukup enak dibaca dan menghibur. Untuk Anda yang menyukai wawasan pengetahuan, buku ini cukup menghilangkan dahaga dengan sejarah pemikiran yang sangat luas dan detail. Untuk Anda yang lain, yang suka berpikir tentang filsafat arkeologi pengetahuan dan ilmu sampai kepala botak, silakan dikupas habis buku ini paragraf demi paragraf dan Anda bisa mendiskusikannya berhari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hal tersebut menjadikan buku ini sebagai sebuah &lt;i&gt;masterpiece&lt;/i&gt;. Umberto Eco adalah sejarawan yang detail, filsuf yang dalam, sekaligus pencerita yang menarik, yang membuat kita tekun mendengarkan seperti seorang anak TK duduk mendengarkan fabel dari gurunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seperti layaknya sebuah buku &lt;i&gt;post-modernist&lt;/i&gt; sejati, akhir dari buku ini adalah ketidakpastian (relativitas). Juga kaya intertekstualitas seperti yang saya sebut di atas. Sarat wacana dekonstruksi seperti diskusi tentang silogisme dari William dan pencarian yang asyik akan petunjuk-petunjuk detektif. Juga pertanyaan-pertanyaan penting tentang makna dalam bahasa dan simbol.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Eco sendiri bercerita dalam kata penutup buku ini, mengapa novel ini diberi judul "The Name Of The Rose" (Nama dari Mawar). Dia bilang, karena mawar adalah figur simbolis yang telah memiliki begitu banyak arti, sampai akhirnya sekarang hampir tidak ada arti yang tersisa. Mungkin bahasa adalah penindasan, seperti kita diingatkan oleh Foucault. Seperti Sutardji yang pernah bertanya, sejak kapan sungai disebut "sungai". Bagi orang lain, dia adalah "kali", atau bahkan "river".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seperti berharap tanpa makna, Anda sebaiknya membaca buku ini tanpa perlu menjadi pribadi yang njlimet. Anda bebas menciptakan dunia makna sendiri. Umberto Eco adalah Umberto Eco, Anda adalah Anda. Lagipula, agak aneh membicarakan &lt;i&gt;post-modernism&lt;/i&gt; dengan latar belakang abad pertengahan, iya kan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7110943863088122873?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7110943863088122873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/name-of-rose-umberto-eco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7110943863088122873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7110943863088122873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/09/name-of-rose-umberto-eco.html' title='The Name Of The Rose - Umberto Eco'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TIKFXkcZ0rI/AAAAAAAAACU/B_B924ItPP0/s72-c/3370282.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7364181462858827484</id><published>2010-08-29T01:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T20:16:38.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chinua Achebe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Things Fall Apart'/><title type='text'>Things Fall Apart - Chinua Achebe</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THoYttVUbMI/AAAAAAAAACM/OBS4H01th4w/s1600/5967913.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THoYttVUbMI/AAAAAAAAACM/OBS4H01th4w/s200/5967913.jpg" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya tak ingat kapan terakhir kali saya membaca novel semenarik ini. Novel ini saya temukan di toko buku dengan harga yang sangat murah. Begitu hebatnya novel ini sampai saya bersedia membayar tiga kali lipat seandainya pihak toko buku mengetuk pintu rumah saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak diragukan lagi, buku ini pantas dipilih majalah TIME sebagai salah satu dari 100 novel terbaik. Saya sendiri belum pernah menemukan buku yang seperti ini. Benar-benar tidak ada bandingannya. Menurut saya, pandangan Anda tentang sastra akan berubah setelah Anda membaca buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertama-tama, temanya belum pernah saya temui. Buku ini ditulis pertama kali tahun 1958 oleh Chinua Achebe, berlatar belakang kehidupan suku Ibo, di Nigeria, sebelum masa penjajahan oleh sang kulit putih. Kedua, plotnya pun sangat hebat, semacam tragedi Shakespearian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Chinua Achebe menulis novel debutan ini bak seorang master. Chinua adalah pendongeng sejati. Kata-kata meluncur deras dan tak satupun yang tak bermakna. Gaya penulisannya sangat intens dan penuh suspens. Bahkan Anda akan dibuat terpaku sampai halaman terakhir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Buku ini menceritakan tentang Okonkwo, seorang pahlawan dari sukunya yang tinggal di desa Umuofia, di pedalaman Nigeria. Ayahnya adalah seorang pemalas, lembek, gemar berhutang, dan cinta damai yang tidak memperoleh gelar apa-apa dalam sukunya. Untuk itu ayahnya memiliki status sosial yang rendah di suku tersebut. Okonkwo membenci ayahnya karenanya, dan bertekad menjadi orang paling dihormati di sukunya. Dia berjuang dengan keras untuk memperoleh status sosial dalam klannya, dengan pergi berperang dengan gagah berani dan menjadi pegulat paling tangguh. Karena sifat kerasnya, dia berhasil menjadi orang yang dihormati, memiliki tiga istri, dan membangun pertaniannya sendiri yang maju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Okonkwo tidak tanggung-tanggung mendidik anak dan istrinya. Dia selalu menekankan bahwa laki-laki di keluarganya dilahirkan sebagai pahlawan, bukan pemalas. Dia harus dihormati istri-istrinya. Setiap perilaku anak dan istrinya yang tidak berkenan, mendapat ganjaran dengan hajaran dan pukulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suatu saat terjadi pembunuhan wanita dari klan tersebut yang dilakukan oleh klan lain di desa yang lain. Okonkwo dipilih sebagai utusan untuk menghukum desa lain tersebut. Okonkwo sangat ditakuti oleh desa-desa dan klan yang lain. Klan tersebut meminta maaf, dan memberi ganti rugi seorang anak perempuan dan laki-laki untuk perjanjian damai dan menghindari perang. Menurut penerawangan pendeta, anak laki-laki tersebut harus dipelihara oleh Okonkwo di rumahnya sampai ada keputusan akan diapakan anak laki-laki itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Anak laki-laki itu bernama Ikemefuna, segera menjadi kesayangan Okonkwo, karena perilakunya yang baik. Dia bahkan menjadi contoh anak teladan bagi anak kandung sulungnya, Nyowe. Ikemefuna tinggal selama tiga tahun di desa tersebut, dan malah telah memanggil Okonkwo "ayah". Dia sudah lupa akan keluarga aslinya di desa asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sampai saatnya tiba buat pendeta untuk menyampaikan perintahnya. Dia menyatakan bahwa dewa-dewa ingin agar Ikemefuna dibunuh. Okonkwo meskipun sangat terpukul oleh keputusan itu, tidak bertindak apa-apa untuk menentangnya. Orang tertua di suku itu mengingatkan agar Okonkwo tidak ikut campur dalam eksekusi anak itu. Tapi karena tidak mau dianggap lemah, Okonkwo justru bergabung dengan tim eksekusi Ikemenfuna, anak angkatnya sendiri, untuk pergi ke hutan.Di hutan, yang mengeksekusi anak itu sampai mati justru Okonkwo sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sejak saat itu, tragedi muncul dalam kehidupan Okonkwo. Dalam sebuah pemakaman tetua di desa, Okonkwo secara tak sengaja membunuh seorang anak karena senapannya meletus tiba-tiba. Untuk itu Okonkwo dan keluarganya dihukum dengan diasingkan selama 7 tahun. Hampir pupus harapan untuk mendapatkan gelar ketiga, gelar tertinggi dalam klan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya Okonkwo dan keluarganya mengungsi selama 7 tahun di desa asal ibunya, dimana dia diterima dengan baik, tapi dia tidak pernah merasa di rumah. Selama di pengasingan, Okonkwo berniat sekuat tenaga ketika kembali nanti untuk memperoleh kedudukan paling tinggi di klannya. Dalam pengasingan, dia mendengar cerita bahwa orang-orang kulit putih telah datang ke daerah tersebut. Di sebuah klan lain, seorang kulit putih yang membawa kendaraan bermotor dibunuh karena dianggap siluman. Alhasil, klan tersebut menerima pembalasan dari orang-orang kulit putih lainnya dan dibantai habis. Okonkwo sangat marah geram mendengar kabar itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lalu saatnya tiba bagi orang kulit putih untuk datang ke kampung ibu Okonkwo. Mereka mendirikan gereja di hutan kematian, tanah orang buangan, dan mulai menyebarkan agama Kristen. Okonkwo sekali lagi geram karena masyarakat klan ibunya mengijinkan orang kulit putih itu membangun gereja dan menyebarkan agama selain yang mereka anut. Ternyata diam-diam, anak kandungnya, Nyowe, tertarik dengan ajaran orang kulit putih itu dan minggat dari rumah. Okonkwo sangat marah akan kelakuan anaknya. Dia dalam hati menyalahkan klan ibunya karena tidak mengusir orang-orang kulit putih itu. Dia berharap jika kembali ke sukunya yang pemberani, Umuofia, orang-orang kulit putih itu pasti tidak berani masuk kesana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saatnya tiba bagi Okonkwo untuk kembali ke Umuofia, 7 tahun telah berlalu. Okonkwo kembali membangun pertaniannya di desa asalnya. Akan tetapi ternyata keadaan lebih parah di Umuofia. Disana telah berdiri sebuah gereja dan gedung pemerintahan orang kulit putih. Orang kulit putih mengambil alih hukum adat dan memenjarakan siapa saja yang menghina mereka. Okonkwo juga semakin berduka melihat semakin banyaknya penganut agama baru itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Salah satu penganut agama baru tersebut adalah Enoch, anak pendeta ular. Dia menjadi penganut Kristen yang sangat taat dan menjadi pembuat onar. Dia membunuh dan memakan ular piton suci yang disembah klan itu. Enoch juga yang mengganggu upacara pemanggilan arwah di desa, dengan membuka topeng orang yang kerasukan arwah (Egwugwu), sesuatu yang sangat membangkitkan amarah para arwah-arwah leluhur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya Okonkwo beserta pemuka desa lain kehilangan kesabaran. Mereka menyerbu gereja dan membungihanguskannya. Setelah gereja dihancurkan, Okonkwo dan beberapa pemuka klan lainnya dipanggil untuk berunding dengan komisaris wilayah, wakil pemerintahan ratu Inggris di daerah tersebut. Mereka diundang baik-baik, dan mereka gembira karena bisa membeberkan keluhannya terhadap agama kulit putih tersebut. Ternyata sesampainya di gedung pemerintahan Komisaris. Mereka ditangkap dan dipenjara. Mereka dihukum siksa sehari-hari sampai akhirnya penduduk desa membayarkan denda kepada komisaris untuk membebaskan Okonkwo dan teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah dilepas, Okonkwo dipenuhi rasa dendam terhadap orang kulit putih. Dia datang dalam sebuah pertemuan dan berusaha membangkitkan semangat perang Umuofia, sesuatu yang pernah dihargai dan ditakuti dari desa tersebut. Dia meyakinkan penduduk desa untuk melancarkan perang terhadap orang kulit putih yang telah menghina mereka dan hukum adat mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketika pertemuan desa sedang berlangsung, beberapa utusan Komisaris datang untuk membubarkan pertemuan tersebut. Okonkwo yang marah segera membunuh salah seorang sampai seketika tewas. Namun utusan-utusan lain berhasil melarikan diri dan tak ada penduduk desa lain yang berusaha menangkapnya. Sejak saat itu Okonkwo menyadari bahwa dirinya sendirian. Bahwa klannya telah berubah, bukan klan pemberani yang diharapkannya. Akhirnya dengan rasa frustrasi, Okonkwo melarikan diri dan menggantung diri. Dalam agama orang Ibo, membunuh diri adalah tindakan yang paling tercela, dan tidak ada orang Ibo lain yang boleh menguburkan atau menyentuh mayatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Novel yang sangat lengkap ini menggambarkan kehidupan suku Ibo di Afrika pra imperialisme dan masa-masa-masa awal kedatangan orang kulit putih di Afrika. Suku Ibo, diwakili dengan klan Umuofia adalah masyarakat yang walaupun tradisional akan tetapi sangat teratur dan demokratis. Mereka memiliki hukum sendiri. Segala pengambilan keputusan dilakukan dengan kolektif dalam masyarakat. Mereka menghargai aturan main yang ditetapkan oleh para tetua dan pendeta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ternyata setelah orang Eropa datang membawa apa yang disebut dengan "kemajuan", kehidupan semakin buruk bagi orang Nigeria, bahkan sampai sekarang. Orang Eropa datang dengan membawa semangat kemajuan peradaban dan satu agama untuk seluruh dunia. Mereka menasbihkan diri mereka sebagai ras yang paling unggul, sebagai pendidik ras lainnya. Sungguh ironis, suku Ibo yang demokratis justru dijajah oleh bangsa Inggris yang Monarkis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Penjajahan itu awalnya adalah ide penyebaran agama. Ide tentang semua orang di dunia ini menganut agama dan keyakinan yang sama adalah ide yang absurd. Ini disebutkan sebagai argumen dalam novel ini. Ide ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam sebuah budaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Segala tentang penyebaran kemajuan ini, akhirnya berakhir pada konflik yang tidak toleran. Hasil dari pendudukan kulit putih tersebut adalah perbudakan, perang sipil, rasisme, konflik antar agama, gegar budaya, dan lain-lain, alih-alih emansipasi dan dialog antar peradaban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Salah satu hal yang menarik yang bisa digarisbawahi dalam buku ini adalah bagaimana timbulnya radikalisme agama itu sendiri. Kadang-kadang radikalisme agama bukan timbul dari penyebaran agama tersebut, melainkan timbul karena interpretasi silang. Dalam hal ini, Enoch, seorang putra pendeta ular, bisa menjadi seorang kristen radikal, melebihi pendeta Brown sendiri, yang mengenalkannya terhadap Kristen. Itu kenapa radikalisme agama sering muncul di negara-negara yang notabene bukan asal tradisional dari agama tersebut. Sebagai contoh, radikalisme Islam di Indonesia dan Afghanistan, atau radikalisme Kristen di Ambon dan Amerika, misalkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untuk itu saya sebut ini sebuah novel yang sangat lengkap. Kita bisa belajar banyak dari membaca satu buku ini. Novel ini seperti kue lapis, dengan berlapis-lapis dimensi yang kaya. Eksotisme, humanisme, tragedi, suspens, aksi laga, Anda sebutkan sendiri. Bisa dibilang, Anda belum membaca novel, sebelum membaca novel ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7364181462858827484?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7364181462858827484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/things-fall-apart-chinua-achebe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7364181462858827484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7364181462858827484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/things-fall-apart-chinua-achebe.html' title='Things Fall Apart - Chinua Achebe'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THoYttVUbMI/AAAAAAAAACM/OBS4H01th4w/s72-c/5967913.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7219748129056001329</id><published>2010-08-21T10:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:03:17.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Year Of Living Dangerously'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Christopher Koch'/><title type='text'>The Year Of Living Dangerously - Christopher Koch</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THAFxAJFi3I/AAAAAAAAAB8/yKqp8FdRDTk/s1600/7105292.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THAFxAJFi3I/AAAAAAAAAB8/yKqp8FdRDTk/s200/7105292.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;B&lt;/span&gt;agaimana orang barat memandang Indonesia? Anda bisa membaca novel ini untuk mengetahui cara pandang seorang Australia tentang Indonesia. Christoper Koch menulis novel "The Year of Living Dangerously" dengan setting Indonesia tahun 1964-1965. Selama ini kita tahu bangsa kita menulis tentang kita sendiri, hanya jarang sekali orang barat menulis tentang kita. Hasilnya memang sungguh membuat kita asing akan diri kita sendiri. Bukan karena persepsinya melulu salah, melainkan karena kita menemukan diri kita yang tak pernah terlihat oleh kita sendiri. Dibutuhkan orang asing untuk memberitahu siapa diri kita sebenarnya. Kita seperti diberikan cermin yang berbeda dari yang biasa kita pakai melihat diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Christopher Koch juga tidak berarti selalu benar melihat kita. Beberapa kesalahan penggambaran lokal dalam novel ini menunjukkan bahwa dia tidak tinggal cukup lama di Indonesia untuk benar-benar memahaminya. Namun itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah kita bisa merekonstruksikan arkeologi pemikiran orang barat tentang Indonesia. Mungkin bias, tapi justru itulah gunanya membaca novel ini, untuk mengetahui bagaimana ada perbedaan cara pandang antar budaya. Untuk mengetahui perspektif historis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Novel ini adalah novel romansa dengan bumbu thriller politik, mengisahkan hari-hari terakhir Soekarno menjadi presiden dan Panglima Besar Revolusi. Judul "The Year of Living Dangerously" sendiri adalah terjemahan bebas dari pidato Bung Karno yang menyebutkan istilah "Vivere Pericoloso" (dari bahasa Italia yang kira-kira artinya "tahun yang berbahaya"). Novel ini pernah dilarang beredar di Indonesia pada zaman orde baru. Sebenarnya bukan karena buku ini membawa fakta baru kudeta G30S/PKI, melainkan, menurut saya, hanya karena rezim Orde Baru berniat untuk mempertahankan diri sebagai referensi tunggal peristiwa G30S/PKI. Segala versi lain, meskipun mirip atau hanya menyerempet, tidak akan direstui karena tidak resmi dari Orde Baru. Apalagi sebuah buku yang menceritakan kedua sisi secara berimbang seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu pula filmnya, sempat dilarang sampai akhirnya Orde Baru ambruk. Filmnya dibintangi oleh Mel Gibson, Sigourney Weaver, dan Linda Hunt (meraih Oscar di film ini). Film, yang diadaptasi oleh Koch sendiri dari buku ini, akhirnya mengambil tempat shooting di Filipina, karena sudah pasti ditolak oleh Pemerintah Orde Baru untuk shooting di Jakarta.&amp;nbsp;Menurut saya, buku ini terinspirasi oleh film Casablanca, dimana Humphrey Bogart dan Ingrid Bergman sebagai dua orang asing terlibat percintaan di tengah spionasi dan pergolakan perang yang mendekat di suatu negeri yang jauh di timur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Narator dalam buku ini adalah seorang wartawan asing bernama Cookie yang ditugaskan sebagai koresponden di Indonesia pada tahun 1964-1965. Dikisahkan dalam buku ini Guy Hamilton, seorang wartawan Australia, ditugaskan menjadi koresponden di Indonesia. Dia bergabung dengan klub tidak resmi wartawan asing di Indonesia yang selalu berkumbul di Bar Wayang, Hotel Indonesia. Dibandingkan dengan wartawan lain di klub Bar Wayang seperti Cookie, Wally O'Sullivan, Pete Curtis, dan lain-lain, Guy masih hijau dan tidak berpengalaman. Dia frustrasi untuk menemukan jalan untuk mendapatkan berita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya Guy dikenalkan pada Billy Kwan, seorang kate keturunan Cina yang berkebangsaan Australia, yang sering mendapatkan ejekan. Billy adalah seorang kamerawan lepas yang cerdas, eksentrik, dan idealis. Awalnya dia sangat kagum dengan Soekarno, lama kelamaan kekagumannya berubah karena melihat kemiskinan meluas dimana-mana. Guy menyewa jasa kamerawan Billy dengan kebebasan penuh, dan Billy akan memberikan timbal balik kepada Guy untuk membantunya mendapatkan sumber berita. Dengan bantuan Billy, Guy mendapatkan wawancara dari tokoh-tokoh tinggi di Indonesia, termasuk Aidit, ketua PKI. Seketika itu Guy menjadi superstar di kalangan wartawan asing. Reputasinya semakin bersinar mengalahkan senior-seniornya di Bar Wayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Billy Kwan juga mengenalkan Guy kepada Jill Bryant, wanita cantik yang bekerja pada Kedutaan Besar Inggris. Billy menjodohkan mereka secara tidak langsung, dan ternyata berhasil, mereka akhirnya jatuh cinta satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Merasa aman dengan hubungan percintaannya, Jill memberikan bocoran laporan intelijen Inggris kepada Guy bahwa Cina sedang melakukan pengiriman senjata ke PKI. Senjata tersebut sedianya akan digunakan untuk mempersenjatai Angkatan Kelima yang mereka usulkan ke Soekarno, yaitu Angkatan Petani. Jill meminta Guy berjanji untuk tidak menjadikan bocoran ini sebagai berita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun Guy Hamilton adalah jurnalis yang penasaran yang dibuai ambisi kesuksesan. Dia berusaha mencari sumber sendiri dan melakukan investigasi diam-diam mengenai berita ini. Di waktu yang sama, Billy Kwan menghilang karena sibuk dengan petualangannya dalam memahami penderitaan rakyat kecil di pedalaman kampung-kampung kumuh Jakarta. Billy juga diusir dari Klub Bar Wayang karena menghina beberapa rekannya. Merasa kehilangan bantuan, Guy menjadi tergantung kepada Kumar, asisten pribadinya, orang Indonesia asli yang diam-diam adalah seorang komunis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Billy yang idealis dan menghabiskan banyak waktu di perkampungan kumuh Jakarta, semakin marah dengan politik Soekarno yang membangun monumen-monumen mewah dan proyek-proyek ambisius di dunia tapi melupakan rakyatnya yang kelaparan. Dalam suatu acara dimana semua orang asing dan Soekarno akan menghadiri jamuan di Hotel Indonesia, dia berniat untuk mengibarkan spanduk anti Soekarno. Namun sebelum spanduk itu terpasang, Billy terjatuh dari ketinggian Hotel Indonesia dan tewas di depan Guy. Guy curiga dia dibunuh oleh Dinas Rahasia Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah itu, Indonesia menjadi tidak kondusif untuk orang asing. Beberapa kedutaan asing diserang. Orang kulit putih dianggap sebagai antek Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). Bahkan orang Sovyet merasa gerah karena PKI lebih percaya Peking daripada Moskwa. Beberapa wartawan dan orang asing sudah dipulangkan ke negaranya. Jill juga harus pergi ke Singapura tanpa penjelasan kepada Guy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;30 September 1965, PKI melancarkan kudeta yang tidak terorganisir. Mereka menculik jendral-jendral musuhnya dan menduduki bandar udara. Kudeta itu gagal hanya dalam beberapa waktu saja. Guy yang haus akan berita terbesar dalam karirnya, mencoba mendekati Istana Merdeka untuk mencari berita tentang kudeta. Waktu itu, hanya dia satu-satunya wartawan barat yang masih tersisa di Jakarta. Dalam pencarian berita di depan Istana Negara tersebut, Guy Hamilton dipukul popor senapan oleh Tentara AD. Pukulan di kepala tersebut membuat dia terluka dan nyaris buta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dia dirawat sendirian di apartemen milik Kedutaan Inggris, terisolir dan tidak bisa melihat apa-apa. Kumar mengunjunginya, menanyakan kabarnya, dan kemudian berpamitan untuk bergabung dengan kamerad-kamerad PKI-nya yang melarikan diri ke daerah pedalaman. Dia berencana untuk membantu mereka melakukan kudeta berikutnya. Guy menasehati agar Kumar tidak bergabung dengan PKI, tapi Kumar sudah teguh dengan pendiriannya. Dia siap menerima setiap konsekuensinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan Kumar pergi. Kita semua tahu, setelah kudeta yang gagal 30 September, anggota PKI yang tersisa diburu dan dibunuh tanpa ampun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Guy kemudian melarikan diri dari Indonesia tanpa mengindahkan resiko kebutaan total, mengingat dia belum sembuh benar. Dia bertemu Jill di Singapura yang sedang hamil, dan akhirnya mereka berdua pergi ke Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ini adalah novel yang cukup baik menggambarkan masa-masa kelam sejarah Indonesia tersebut. Sebelumnya sangat jarang, hanya bisa dihitung dengan jari, sebuah roman yang menggambarkan masa-masa pemberontakan G 30 S/PKI tanpa adanya sponsor dari pemerintah. Untuk itu, novel ini terhitung berharga untuk bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Indonesia disini dipandang dari kacamata orang asing. Pada masa itu, Indonesia sangat membenci orang asing dengan propaganda Soekarno yang anti Nekolim. Indonesia pada masa pemerintahan Soekarno pernah begitu tegas terhadap dunia. Malaysia diganyang. Amerika dan Inggris "Go to hell!". Keluar dari PBB. Peduli amat dengan blok barat dan timur, Soekarno membuat NEFO (New Emerging Forces).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Soekarno, telah diakui oleh siapapun, selalu membuat decak kagum, bahkan oleh musuh-musuhnya. Dia orator yang sangat ulung dan logis, yang membuat orang-orang tergerak hanya dengan mendengarkannya. Dia punya mimpi besar untuk Indonesia, untuk dunia. Namun seperti anak yang terlalu asyik bermain dengan mainannya, dia lupa menapak ke realitas. Realitasnya adalah rakyatnya miskin dan kekurangan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Soekarno, di mata orang yang tak pernah bisa memahaminya secara menyeluruh, adalah tiran dan pahlawan. Bahkan orang yang menganggap dia tiran pun mengakui bahwa Soekarno adalah pahlawan terbesar Indonesia. Soekarno selalu menarik untuk diperbincangkan, tak ada habis-habisnya membicarakan Soekarno.&amp;nbsp;Bagaimana kecerdasannya yang melebihi rata-rata. Bagaimana percaya dirinya yang luar biasa. Bagaimana dia benar-benar di dalam hati mencintai petani (seperti Marhen) dan tukang becak. Bagaimana serunya petualangan seksualnya. Bagaimana dia berusaha membangun monumen-monumen untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah Superpower. Monumen Nasional konon dibangun menunjukkan mitos alat kelaminnya berujung emas. Orang membenci sekaligus mencintainya setengah mati. Seperti jatuh cinta, kita jatuh cinta kepada Soekarno, tapi kemudian frustrasi oleh cinta itu sendiri. Seperti Billy Kwan dalam buku ini, yang obsesif terhadap Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Buku ini benar-benar bukan novel biasa. Sangat kompleks sebagai thriller psikologis. Sangat detail sebagai roman sejarah. Sangat mencekam sebagai sebuah drama. Sebuah buku yang lengkap, Anda tak akan menyesal membacanya. Ini adalah buku yang penting untuk Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari orang asing, kita mendapatkan gambaran mengenai sejarah negeri kita. Dari orang asing, kita mengenal stereotip bangsa kita, orang-orang berkulit coklat, dengan etika kerja yang terganggu oleh cuaca yang begitu panas, selalu merokok kretek yang baunya membuat mual, dan menggemari sate.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya itulah kita, bangsa Indonesia. Bangsa yang pernah membuat negara-negara besar malu. Bangsa yang kemudian menjadi bangsa yang malu akan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7219748129056001329?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7219748129056001329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/year-of-living-dangerously-christopher.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7219748129056001329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7219748129056001329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/year-of-living-dangerously-christopher.html' title='The Year Of Living Dangerously - Christopher Koch'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/THAFxAJFi3I/AAAAAAAAAB8/yKqp8FdRDTk/s72-c/7105292.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7729978820712014334</id><published>2010-08-16T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T22:54:57.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Catcher In The Rye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J.D. Salinger'/><title type='text'>The Catcher In The Rye - J.D. Salinger</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGjnkuitxxI/AAAAAAAAABw/Ea4E1-8_gTw/s1600/3347872.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGjnkuitxxI/AAAAAAAAABw/Ea4E1-8_gTw/s200/3347872.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aya terganggu sekali dengan buku ini. Ini buku yang sama sekali tidak membuat saya semakin semangat membaca, malah menyurutkannya. Bahkan kadang-kadang emosi saya naik tidak jelas terhadap buku ini maupun pengarangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The Catcher In The Rye adalah buku yang sangat populer di Amerika Serikat. Majalah Time mengategorikannya sebagai salah satu dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik. Efek dari buku ini lebih mencengangkan lagi. Tokoh dalam buku ini, Holden Caulfield, dianggap sebagai pahlawan generasi muda menantang kemapanan. Bahkan seorang Mark David Chapman di tahun 1980 membunuh John Lennon setelah membaca buku ini dan menemukan kesadaran baru. Begitu pula seorang John Hinckley Jr. yang mencoba melakukan pembunuhan terhadap presiden AS Ronald Reagan. Juga beberapa pembunuhan lain. Apakah ini buku setan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Novel yang ditulis tahun 1951 ini sebenarnya adalah buku remaja. Tokohnya, Holden Caulfield, adalah remaja usia 16 tahun yang pemarah dan emosional. Holden baru saja dikeluarkan dari sekolahnya karena nilainya yang rendah. Dia menganggap semua tentang sekolah dan teman-temannya adalah kepalsuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dia pergi dari sekolahnya, tapi tidak menuju rumahnya. Dia pergi menuju sebuah hotel di New York, dan mencoba menggoda seorang pelacur. Ketika pelacur itu datang untuk melayaninya, Holden berubah pikiran dengan bermaksud hanya mengobrol saja dengan pelacur itu. Pelacur itu meminta uang lebih, tapi Holden menolak. Holden akhirnya babak belur dipukuli oleh germo pelacur tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Holden akhirnya berkeliling kota tidak jelas, sendirian, dan seringkali mabuk. Dia menemui mantan guru bahasanya, Pak Antolini yang sangat dihormatinya. Pak Antolini memberi nasihat-nasihat yang berguna dan Holden hanya mendengarkan dia sebagai orang yang dihargai. Holden sangat nyaman berada bersama Pak Antolini. Namun pada akhirnya dia pergi dengan marah-marah setelah Pak Antolini berusaha melakukan pelecehan seksual terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Holden adalah anak muda yang sangat terganggu. Dia muak dengan lingkungannya, dia muak dengan keluarganya, dia muak dengan sekolahnya, dia muak dengan segalanya. Dia membenci semuanya. Segala hal yang dipercayanya pun menjadi suram. Dia analah anak muda yang kehilangan kepercayaannya terhadap hidupnya dan dunianya. Holden Caulfield adalah seorang antisosial. Dia mengritik siapa saja. Dia marah kepada siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hal ini adalah wajar, mengingat dia baru berusia 16 tahun. Masa remaja adalah masa yang berapi-api, kata Rhoma Irama. Tapi Holden adalah remaja yang mengira bahwa dunia belum dewasa ketika dia sendiri bertingkah seperti belum dewasa. Dia kehilangan nilai-nilai, dan hal ini membuat dia kehilangan tujuan hidup. Tak ada optimisme dalam novel ini, sepanjang yang saya baca. Ini adalah alienasi dari masyarakat modern yang muncul begitu dini. Itu mungkin menjelaskan bagaimana Holden Caulfield menjadi idola remaja bermasalah (dan pembunuh), mereka merasakan hal yang sama dengan Holden: alienasi. Kemuakan pada nilai-nilai kapitalisme yang memperbudak murid-murid sekolah dan remaja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam novel ini diceritakan mengenai tindakan kekerasan dan kata-kata kasar, sehingga saya rasa akan menimbulkan kontroversi apabila dibaca pembaca remaja. Saya kurang nyaman membaca novel ini. Tapi menurut saya, buku yang bagus adalah buku yang mengganggu. Buku ini tidak membuat saya tidur, melainkan membuat saya mengernyitkan dahi. Bukan favorit, tapi saya beruntung telah membacanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7729978820712014334?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7729978820712014334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/catcher-in-rye-jd-salinger.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7729978820712014334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7729978820712014334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/catcher-in-rye-jd-salinger.html' title='The Catcher In The Rye - J.D. Salinger'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGjnkuitxxI/AAAAAAAAABw/Ea4E1-8_gTw/s72-c/3347872.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2756363698241408256</id><published>2010-08-15T06:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T22:34:53.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramoedya Ananta Toer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bumi Manusia'/><title type='text'>Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGfyTPuynyI/AAAAAAAAABY/UksBX1lxGHY/s1600/BumiManusia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGfyTPuynyI/AAAAAAAAABY/UksBX1lxGHY/s200/BumiManusia.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;I&lt;/span&gt;ndonesia patut bangga mempunyai Pramoedya Ananta Toer. Menurut saya, belum ada lagi buku dari Indonesia sebaik Bumi Manusia. Buku ini adalah sumbangan Indonesia untuk dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi Indonesia sendiri sempat memperlakukan Pramoedya secara tidak layak. Dia menulis buku ini di tahanan pengasingan pulau Buru. Dia menceritakan buku ini sebelum ditulis kepada tahanan-tahanan lain. Dia dilarang memiliki alat tulis, jadi dia menulis secara sembunyi-sembunyi dengan apapun yang dijumpainya, kertas bekas, kertas bungkus rokok, dan sebagainya. Tak jarang ketahuan aparat penjara, naskah tulisannya akan dirampas dan dibakar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah dia bebas, dia berusaha sekuat tenaga untuk merekonstruksi novel ini kembali. Setelah diterbitkan pun, pihak yang berwajib kala itu (rezim orde baru) melarang peredaran buku ini dengan alasan meyebarkan komunisme dan Marxisme. Hal ini sebenarnya tidak terbukti karena dalam buku itu tidak satu kalipun disebutkan kata komunisme dan Marxisme, maupun membahas ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Buku ini bercerita tentang masa penjajahan Belanda atas Indonesia. Minke, tokoh dalam novel ini adalah seorang Jawa yang beruntung bisa bersekolah bersama-sama bangsa Belanda dan keturunannya. Dia adalah anak seorang Bupati yang dianggap layak hidup berdampingan bersama orang Belanda. Minke berprofesi sebagai penulis yang dihormati pada media-media berbahasa Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Meskipun dapat mengecap pendidikan Belanda, dia membenci teman-temannya yang benar-benar keturunan Belanda, baik Belanda Totok maupun Indo. Dia merasakan benar-benar ketidakadilan antara masyarakat Belanda dan rakyat pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kemudian Minke berkenalan dengan istri simpanan seorang Belanda yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh memiliki anak yang cantik bernama Annelies. Nyai Ontosoroh adalah wanita yang tak biasa dan tradisonal. Meskipun dia wanita yang tak berpendidikan formal, dia menguasai pengetahuan melalui buku-buku dan pengalaman dan pengamatan pribadi. Nyai Ontosoroh adalah wanita yang berpikiran lebih luas dari wanita-wanita bangsanya yang dilemahkan dan termasuk perempuan yang provokatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Meskipun begitu, dia adalah wanita yang dianggap rendah oleh bangsanya sendiri karena telh menjadi budak nafsu seorang Belanda, meskipun dia tidak memiliki pilihan lain. Anaknya, Annelies, kemudian menikah dengan Minke, tapi tidak diakui oleh pemerintah Belanda. Ayahnya yang seorang Belanda pemabuk, Herman Mellena, menentang Minke yang dianggapnya seorang pribumi rendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Itulah gambaran yang dilukiskan oleh Pramoedya Ananta Toer, gambaran mengenai inferioritas bangsa ini. Gambaran ini bahkan masih relevan dalam masa ini. Bangsa kita selama ini masih rendah tingkat pendidikan, dan harus berhamba terhadap bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ini adalah novel anti-imperialisme. Novel yang membela kemanusiaan di atas segala entitas politik lainnya, sesuai judulnya, Bumi Manusia. Rasisme bukan dikumandangkan dari negeri-negeri tak berpendidikan, tetapi malah terutama oleh bangsa Eropa. Adalah ironi bagaimana orang Eropa (kala itu) memandang manusia di Asia dan Afrika. Manusia pribumi dianggap oleh manusia Eropa sebagai manusia yang &lt;i&gt;savage&lt;/i&gt; (tak beradab), yang asing (&lt;i&gt;strange&lt;/i&gt;), yang berjalan dengan telapak kaki tanpa alas dan makan dengan kelima cakar kita. Alhasil, Eropa dianggap sebagai satu-satunya referensi peradaban yang mulia. Inilah awal mula dari penindasan dan penjajahan. Ini adalah buku yang melihat manusia Eropa dari sudut pandang kita yang asing. Bangsa Eropa mengagumi kekayaan dan keindahan alam Hindia Belanda, tapi merasa bahwa penghuninya adalah masyarakat kelas dua, sekelas budak yang tidak mampu berpikir dan berdaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut Pramoedya, pendidikan adalah poin yang terpenting dari perlawanan terhadap penjajahan. Bangsa yang terdidik adalah bangsa yang mampu menjadi setara dengan bangsa lain. Bangsa yang terdidik adalah bangsa yang mampu menentukan nasib sendiri. Pendidikan adalah kunci dari kemerdekaan. Pendidikan adalah emansipasi, bukan monopoli golongan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sementara di negeri ini, rakyat terus terjajah. Novel yang emansipatoris seperti ini bahkan dilarang oleh pemerintah, seolah mengulang kembali ketakutan penjajah Belanda akan rakyat pribumi yang berpendidikan. Pendidikan saat ini pun cenderung elitis. Pendidikan di negeri seperti perahu Nabi Nuh, hanya sebagian kecil golongan yang bisa masuk, yang lain akan tenggelam dalam air bah. Hanya sebagian kecil orang kaya yang bisa bersekolah tinggi saat ini, sama dengan yang diceritakan Pramoedya semasa penjajahan Belanda. Kita negeri yang sulit belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2756363698241408256?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2756363698241408256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/bumi-manusia-pramoedya-ananta-toer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2756363698241408256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2756363698241408256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/bumi-manusia-pramoedya-ananta-toer.html' title='Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGfyTPuynyI/AAAAAAAAABY/UksBX1lxGHY/s72-c/BumiManusia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-8401942689542428555</id><published>2010-08-13T01:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T01:11:02.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harper Lee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='To Kill A Mockingbird'/><title type='text'>To Kill A Mockingbird - Harper Lee</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGT9bMoYeZI/AAAAAAAAABQ/3zEy0rxZIIU/s200/tumblr_l5f1hcrpCT1qa1l25o1_400.jpg" width="121" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGT9bMoYeZI/AAAAAAAAABQ/3zEy0rxZIIU/s1600/tumblr_l5f1hcrpCT1qa1l25o1_400.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;T&lt;/span&gt;o Kill A Mockingbird adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Sebelum membaca saya menganggap remeh Harper Lee yang baru pertama kali menulis novel. Saya juga belum pernah melihat filmnya. Jadi mulanya saya tidak terlalu antusias membaca buku yang terbit pertama kali tahun 1960 ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Buku ini sungguh orisinil, segar, dan menyenangkan di tengah ironi masyarakat yang tidak adil. Sang pencerita di novel ini adalah 'Scout' Finch, seorang anak perempuan berumur 6 tahun yang tomboy. Dia bercerita tentang ayahnya, Atticus Finch, seorang pengacara yang ditinggal istrinya, dan Jem Finch, kakak laki-lakinya. Dia bercerita tentang kota kecilnya, Maycomb, Alabama. Dia bercerita tentang pendidikan yang kolot di sekolahnya. Dia bercerita tentang ketidakadilan sistem peradilan dan diskriminasi ras. Apapun yang dia ceritakan, selalu dengan kepolosan anak umur 6 tahun yang membuat senyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Scout dan Jem berteman dengan anak laki-laki bernama Dill semasa liburan musim panas. Bertiga mereka menunjukkan keberaniannya dan kenakalannya, serta kepolosannya. Untungnya, Atticus mendidik mereka dengan tegas dan menanamkan nilai-nilai luhur dan kesadaran kemanusiaan dengan baik, meskipun dia sering dituduh orang lain bahwa dia tidak mengajarkan nilai-nilai dasar untuk anak-anak. Suatu saat, seorang kulit hitam bernama Tom Robinson dituduh memperkosa seorang perempuan kulit putih, Mayella Ewell. Atticus ditunjuk sebagai pengacara untuk Tom.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Scout dan Jem menyelinap masuk ke dalam ruang pengadilan untuk melihat sepak terjang ayahnya membela sang terdakwa. Atticus berhasil menunjukkan fakta bahwa Mayella Ewell dan ayahnya, Bob Ewell, merekayasa tuduhan dan menjebak Tom Robinson. Namun di tengah kota yang penuh orang baik hati tersebut, diskriminasi rasial adalah nilai-nilai yang tetap dipegang dengan teguh. Juri tetap menyatakan Tom Robinson bersalah memperkosa Mayella.&amp;nbsp;Namun si pemabuk Bob Ewell, merasa telah dipermalukan oleh Atticus di depan pengadilan. Dia menuntut balas, dengan berniat membunuh Scout dan Jem.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Harper Lee adalah pendongeng alami. Dia bisa membuat cerita yang mengalir tanpa terasa ada penggalan. Buku ini seolah menyihir pembaca untuk terus membaca. Buku ini adalah tentang ironi. Masyarakat yang ramah tapi bisa begitu tega mendominasi ras lain. Sistem pendidikan yang kolot yang justru menyesali seorang anak didik yang menjadi pintar. Sistem pengadilan yang justru tidak diberdayakan untuk mendukung penegakan keadilan. Dan semua ini hanya bisa kita lihat dari sudut pandang seorang anak umur 6 tahun. Kita tersenyum ketika anak cerdas ini bercerita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Atticus Finch dalam novel ini adalah simbol dari perlawanan terhadap kekolotan dan matinya akal sehat. Atticus Finch adalah pahlawan moral. Atticus Finch adalah seorang pengacara yang memiliki integritas tinggi. Di saat profesi pengacara yang sedang disorot mengalami kemerosotan moral dan pendewaan materi, Atticus adalah pahlawan idaman. Atticus Finch adalah ayah dari Scout.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Betapa Scout telah menimbulkan kekaguman kita terhadap Atticus. Betapa kita mendambakan seorang ayah seperti Atticus. Atau setelah selesai membaca buku ini, kita bisa menjadi seorang ayah seperti Atticus, untuk anak-anak kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-8401942689542428555?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/8401942689542428555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/to-kill-mockingbird-harper-lee.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8401942689542428555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8401942689542428555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/to-kill-mockingbird-harper-lee.html' title='To Kill A Mockingbird - Harper Lee'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGT9bMoYeZI/AAAAAAAAABQ/3zEy0rxZIIU/s72-c/tumblr_l5f1hcrpCT1qa1l25o1_400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-5734517085390637729</id><published>2010-08-12T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T21:31:46.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Witch Of Portobello'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paolo Coelho'/><title type='text'>The Witch Of Portobello - Paolo Coelho</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGTFG94p5MI/AAAAAAAAABI/3NLKnTuWDgw/s1600/250px-The_Witch_of_Portobello.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGTFG94p5MI/AAAAAAAAABI/3NLKnTuWDgw/s200/250px-The_Witch_of_Portobello.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;aolo Coelho menulis banyak buku tentang petualangan spiritual seseorang. Hal ini mungkin karena pengalaman pribadinya. Dia pernah menulis buku memoir tentang perjalanan spiritualnya sendiri ke Santiago de Compostela, Spanyol, berjudul The Pilgrimage. Perjalanan ini merupakan renungan spritual dan filosofis, yang membuat dia menulis The Alchemist yang sangat kondang itu tahun berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu pula buku The Witch of Portobello, yang bercerita tentang seorang wanita gipsi yang memiliki kelebihan mistis. Meskipun begitu, buku ini jauh berbeda dengan The Alchemist. The Alchemist adalah sebuah fabel, sementara The Witch of Portobello adalah sebuah roman metropolitan modern. Tema besar yang serupa, hanya memiliki implikasi yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang dimaksud dengan The Witch of Portobello (Penyihir dari Portobello) adalah seorang wanita bernama Athena. Sesungguhnya dia keturunan seorang gipsi dari Rumania, namun diadopsi oleh pasangan Lebanon yang bermigrasi ke Inggris. Wanita cantik ini sejak kecil memang memiliki perilaku aneh, tidak seperti anak lain pada umumnya. Sepertinya dia juga memiliki kelebihan dalam meramal dan berhubungan dengan dunia gaib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dia menikah, punya anak, dan kemudian bercerai di usia muda. Dia pernah memuja gereja konvensional, namun kemudian dikecewakan. Dia radikal dalam proses pencarian jati diri. Belajar tarian spiritual rusia, kaligrafi arab, mempraktekkan trance, dan mulai memuja agama kuno yang merupakan pemujaan terhadap dewi. Athena memiliki keluarga yang kaya raya, karir yang sukses, wajah yang cantik, dipuja-puja orang, tetapi tetap pikirannya tidak tenang. Dia selalu berusaha untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lama kelamaan, Athena memiliki murid-murid yang belajar hal-hal spiritual kepadanya. Athena mengajari mereka kepercayaan kuno tentang ketuhanan yang disebut dengan "Sang Ibu". Dia mulai memiliki kekuatan gaib, mengklaim bahwa dia sudah menyatu dengan "Sang Ibu". Perkumpulan mereka yang membesar mulai menimbulkan kekhawatiran agama yang konvensional. Perguruan Athena mulai diagresi oleh gerakan gereja yang dipimpin oleh Pendeta Buck.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Gaya penulisan novel ini adalah wawancara pihak ketiga. Athena, tokoh utamanya, tidak pernah diberi kesempatan untuk menjadi subyektif. Athena diceritakan melalui pandangan orang ketiga protagonis yang ada di sekeliling dia, dalam bentuk wawancara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Novel ini adalah novel yang sangat feminin. Novel ini menggambarkan semangat pembebasan gerakan perempuan. Bahkan agama yang dicari mereka adalah agama keibuan. Hanya novel ini memang agak berlebihan, yanpa menjelaskan poin sebenarnya. Apa sebenarnya yang dicari Athena? Apakah Athena sudah menemukannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terlalu banyak tema spiritual dan filosofis yang berseliweran dalam novel ini yang membuat kita kehilangan fokus. Ada agama dewi, penyatuan Tuhan dan alam, ketuhanan yang feminin, arti cinta, pencarian jati diri, pembukaan energi yang dimiliki jiwa, sampai membahas diet wanita, dan lebih banyak lagi. Jika boleh dibandingkan, The Alchemist adalah buku yang jelas tentang pencarian spiritual; tokohnya mencari harta karun ke piramida Mesir, bertemu cinta sejatinya, bertemu orang bijak dan belajar kepadanya; kemudian kembali ke Spanyol. Sementara dalam The Witch of Portobello ini, kita pergi kemana-mana, tapi kita tak pernah sampai ke tujuan. Bahkan kita kadang bingung sedang berada dimana. Terlalu banyak tikungan yang dipaksakan untuk kita ambil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-5734517085390637729?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/5734517085390637729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/witch-of-portobello-paolo-coelho.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5734517085390637729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/5734517085390637729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/witch-of-portobello-paolo-coelho.html' title='The Witch Of Portobello - Paolo Coelho'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGTFG94p5MI/AAAAAAAAABI/3NLKnTuWDgw/s72-c/250px-The_Witch_of_Portobello.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-4806805162369105885</id><published>2010-08-11T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:40:56.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Spot Of Bother'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mark Haddon'/><title type='text'>A Spot Of Bother - Mark Haddon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGNnlX3ty7I/AAAAAAAAABA/G1IgYl0GxYc/s1600/can.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGNnlX3ty7I/AAAAAAAAABA/G1IgYl0GxYc/s200/can.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;A&lt;/span&gt; Spot of Bother adalah buku kedua Mark Haddon setelah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;The Curious Incident of the Dog in the Night-time. Seperti buku pertamanya, di buku ini Mark Haddon menulis tentang gangguan mental seseorang dari perspektif si pengidap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;George adalah seorang pensiunan yang ternyata menderita hipokondria, kondisi kecemasan yang berlebihan terhadap suatu penyakit. Suatu kelainan kulit biasa di tubuhnya dianggap sebagai kanker ganas. Dia semakin takut akan kematian. Lama kelamaan kondisi mentalnya semakin menurun dan semakin labil. Dia tak pernah membicarakan hal ini dengan keluarganya, sampai dia mengambil sebuah gunting dan mencabut eksim yang dikira kanker dengan gunting di kamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jean adalah istri George. Dia setia menemani George sampai menjelang masa tua, sebelum akhirnya dia tak sengaja bertemu David, mantan rekan kerja George. Jean merasakan jatuh cinta kembali di usia senja, dan akhirnya terlibat perselingkuhan yang membara dengan David.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mereka memiliki 2 anak yang masing-masing memiliki masalah sendiri-sendiri. Katie, seorang single mother pemarah yang memutuskan akan menikah dengan seorang pria bernama Ray, tapi tidak yakin akan rasa cintanya. Anak kedua adalah Jamie, seorang gay yang sedang bermasalah dengan pasangannya, Tony. Dalam ketegangan dan keributan menuju pesta perkawinan Katie, semua masalah keluarga itu seakan tumpah menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan semuanya dibungkus oleh Mark Haddon dalam komedi. Kita melihat melalui kacamata George, dimana akal sehatnya mulai menghilang, rasa takutnya akan kematian semakin menyerang. Kita seperti merasakan perselingkuhan Jean dan David. Kita merasakan pertengkaran antara Katie dan Ray sampai merasa sangsi apakah pernikahan bisa terjadi. Kita melihat dari kacamata seorang gay, bagaimana krisis identitas dapat merusak segala yang kita inginkan dari sebuah hubungan. Semuanya adalah hal yang patut ditangisi. Tapi humor Mark Haddon membuat kita tersenyum kecut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mark Haddon, seperti orang Inggris lainnya, menyukai humor kering. Ini seperti sebuah terapi komedi. Dia dapat menemukan komedi di setiap kehidupan biasa-biasa saja dalam sebuah keluarga normal. Kita dibuat tertawa di saat kita menangis, dan sebaliknya, menangis di saat kita tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-4806805162369105885?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/4806805162369105885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/spot-of-bother-mark-haddon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/4806805162369105885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/4806805162369105885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/spot-of-bother-mark-haddon.html' title='A Spot Of Bother - Mark Haddon'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGNnlX3ty7I/AAAAAAAAABA/G1IgYl0GxYc/s72-c/can.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-8840262941795485189</id><published>2010-08-11T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:19:45.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sang Alkemis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paolo Coelho'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Alchemist'/><title type='text'>Sang Alkemis - Paolo Coelho</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGLQf6fCn1I/AAAAAAAAAA4/MRDgElL-Vzs/s1600/sang-alkemis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGLQf6fCn1I/AAAAAAAAAA4/MRDgElL-Vzs/s320/sang-alkemis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;I&lt;/span&gt;ni adalah buku paling laris di planet bumi, saya heran bila Anda belum pernah membacanya. Penulisnya, Paolo Coelho (baca:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;ˈpawlu kuˈeʎu), seketika menjadi penulis paling laris gara-gara buku ini. Konon awalnya buku ini tidak dilirik sama sekali oleh khalayak luas, karena hanya diterbitkan oleh penerbit kecil di Brasil, negara asal Coelho.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tema dari tulisan Coelho adalah pengembaraan spiritual seorang anak manusia. Di setiap bukunya selalu perenungan spiritual. Termasuk buku yang menghebohkan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sang Alkemis adalah dongeng modern, untuk membedakannya dengan dongeng klasik yang sering ditulis pengarang jaman dulu. Pada jaman dahulu di spanyol, hiduplah seorang anak gembala yang kutu buku bernama Santiago. Santiago sepanjang tahun menggembalakan domba-dombanya untuk kemudian dijual bulunya di desa terdekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suatu saat Santiago tidur di bawah pohon sikamor dekat gereja tua. Dia bermimpi.Dalam mimpinya, dia disuruh pergi ke Mesir untuk menemukan harta karun di bawah piramida. Belakangan mimpi itu semakin sering datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya dia memutuskan untuk menjual domba-dombanya dan pergi ke Mesir, meskipun dia tidak tahu bagaimana caranya mencapai Mesir. Dia tak punya peta, hanya berbekal uang penjualan domba, menyeberang ke Afrika, benua yang tidak dikenalnya. Tanpa mengerti bahasanya juga. Dalam perjalanannya mencari harta karun di Mesir, dia menemukan bahaya, malapetaka, dan juga cinta. Dia juga bertemu dengan legenda dunia timur yang disebut dengan Sang Alkemis, orang bijak yang konon menguasai ilmu kimia dan bisa mengubah besi menjadi emas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="IPA" title="Pronunciation in IPA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di akhir cerita, sukses atau tidaknya dia menemukan harta karun sendiri tidak terlalu penting. Yang terpenting, yang ingin didongengkan Coelho, adalah perjalanan spiritual itu. Perjalanan ke Mesir telah mengisi sisi spiritual Santiago, telah mengubahnya hidupnya menjadi bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebuah dongeng yang indah dan --yang terpenting-- logis untuk digunakan sebagai motivasi kemanusiaan. Setiap orang adalah pemimpi. Semua orang pasti pernah bermimpi. Tapi yang membedakan mereka adalah, ada orang yang hanya bermimpi, ada orang yang berusaha untuk mewujudkan mimpinya dengan segala tenaga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam sebuah bab buku ini diceritakan mengenai Santiago yang sempat bekerja pada pedagang Arab. Cerita ini cukup pendek tapi menggambarkan bagaimana kita harus berusaha keras untuk mewujudkan mimpi kita. Pedagang Arab itu bercerita kepada Santiago bahwa sebagai orang Islam dia diwajibkan menjalankan 5 hal rukun Islam: Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan kemudian naik haji ke Mekkah. Pedagang itu sudah menjalankan yang empat pertama, dan dia bermimpi untuk menjalankan yang terakhir, naik haji ke Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pedagang itu mengumpulkan uang untuk naik haji, karena untuk pergi ke Mekkah yang jauh dia merasa perlu modal. Dia mulai berdagang. Makin lama dia makin sukses berdagang. Pelanggan berdatangan, dan dia semakin makmur. Kehidupannya menjadi lebih baik. Tapi dia tak kunjung pergi ke Mekkah, karena dia belum siap meninggalkan semua yang dia bangun untuk melakukan perjalanan yang berbahaya melewati padang pasir sejauh ribuan kilometer itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pedagang Arab itu melihat tiap hari orang melewati tokonya, berjalan kaki jauh, bahkan ada orang sakit yang ditandu, hanya untuk melakukan perjalanan ke Mekkah. Mungkin ada yang berhasil mencapai Mekkah, mungkin ada yang gagal. Namun dia hanya melihat mereka, bukannya ikut dengan mereka. Hidupnya sudah makmur. Seharusnya sudah cukup untuk biaya perjalanan ke Mekkah. Tapi begitu kesuksesannya sebagai pedagang tercapai,dia sudah terlalu tua untuk melakukan perjalanan ribuan kilometer melewati padang pasir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mimpinya tetap hanya mimpi. Dia tidak mendapatkan apa yang diimpikannya sejak kecil. Dia menjalani kehidupannya yang tak berarti. Hanya menjalani hidup hari demi hari tanpa tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-8840262941795485189?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/8840262941795485189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/sang-alkemis-paolo-coelho.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8840262941795485189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/8840262941795485189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/sang-alkemis-paolo-coelho.html' title='Sang Alkemis - Paolo Coelho'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGLQf6fCn1I/AAAAAAAAAA4/MRDgElL-Vzs/s72-c/sang-alkemis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7720459183794334720</id><published>2010-08-08T22:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:20:13.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='John Steinbeck'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Of Mice And Men'/><title type='text'>Of Mice And Men - John Steinbeck</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF-UkGMqmiI/AAAAAAAAAAw/pnRAxrCZSg0/s200/711035.jpg" width="128" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ohn Steinbeck adalah peraih hadiah Nobel untuk kategori sastra. Of Mice And Men sendiri adalah karya klasik yang terbit pertama kali tahun 1932. Saya mendapatkan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan bonus kata pengantar dari Pramoedya Ananta Toer. Saya menyadari betapa berharganya buku kecil ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Buku ini bercerita tentang George dan Lennie yang mengembara untuk suatu mimpi. George adalah pria biasa yang bermimpi untuk mempunyai tanah dan peternakan sendiri. Lennie adalah orang berbadan besar dan kuat, tapi memiliki keterbelakangan mental. Obsesi dia hanya ingin memegang benda yang lembut, seperti bulu kelinci, atau rambut seseorang. Mereka melakukan perjalanan karena terpaksa. Sebelumnya mereka bekerja di sebuah peternakan, tapi kemudian mereka melarikan diri. Mereka dikejar-kejar penduduk, karena Lennie dituduh memperkosa seorang wanita, padahal yang ingin Lennie lakukan hanyalah memegang gaunnya yang lembut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah beberapa lama mereka melarikan diri, mereka bekerja di sebuah peternakan di Soledad, California. Candy, seorang pekerja peternakan bertangan satu, juga memiliki mimpi yang sama dengan George untuk memiliki tanah sendiri. Akhirnya mereka bertekad pada akhir bulan mereka akan membeli tanah sendiri dan tinggal bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ternyata sesuatu terjadi sebelum mimpi itu terwujud. Lennie membunuh istri pemilik peternakan secara tidak sengaja. Dia hanya ingin memegang rambut istri pemilik peternakan yang lembut itu. Akhirnya George dan Lennie kembali melarikan diri. Pemilik peternakan mengumpulkan penduduk untuk mengejar dan menghukum mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam pelarian, George bercerita bahwa dia masih bermimpi untuk memiliki tanahnya sendiri. Dalam hati dia menyadari bahwa apabila dia menginggalkan Lennie sendiri, maka dia tewas karena balas dendam yang menyakitkan dari pemilik peternakan dan penduduk. George akhirnya mengambil pistol, dan menembak sendiri Lennie di belakang kepalanya sampai tewas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya terhenyak dengan plotnya. Buku ini bercerita tentang kesepian yang begitu terasa di udara. George berteman dengan Lennie yang terbelakang karena kesepian. Candy juga mengalami kesepian. Begitu pula istri pemilik peternakan, begitu kesepiannya walaupun telah memiliki suami, dia menggoda laki-laki yang ada di peternakan itu. Bahkan kota yang diceritakan dalam novel ini, "Soledad", berarti "sendiri".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mereka adalah pinggiran-pinggiran peradaban yang tidak berdaya. George ingin memiliki tanah sendiri, tapi sampai akhir cerita dia tidak mendapatkannya. Lennie adalah pria yang sangat kuat, tapi malah dia memiliki keterbelakangan mental. Di balik mimpi-mimpi mereka, mereka tetap menjadi pelarian. Dan kematian cepat kadang menjadi solusi yang menarik untuk orang-orang tak berdaya. Ironis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7720459183794334720?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7720459183794334720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/of-mice-and-men-john-steinbeck.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7720459183794334720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7720459183794334720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/of-mice-and-men-john-steinbeck.html' title='Of Mice And Men - John Steinbeck'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF-UkGMqmiI/AAAAAAAAAAw/pnRAxrCZSg0/s72-c/711035.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-2752279443845143943</id><published>2010-08-08T08:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:21:55.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Curious Incident Of The Dog In The Night-Time'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mark Haddon'/><title type='text'>Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran - Mark Haddon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF7RvfKUY1I/AAAAAAAAAAo/KThWt3NzQx0/s1600/insiden.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF7RvfKUY1I/AAAAAAAAAAo/KThWt3NzQx0/s200/insiden.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;ertama kali saya menemukan buku ini saya terhenyak. Setelah selesai membacanya, saya terpana, tersenyum, dan terharu. Benar-benar buku yang luar biasa! Gaya penulisan yang tidak biasa. Setiap paragrafnya, meskipun terkesan enteng, pasti telah melalui riset yang terkontrol dan sangat terencana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Buku ini berjudul asli The Curious Incident Of The Dog In The Night-Time ini ditulis oleh penulis piawai Mark Haddon, terbit edisi pertama di Inggris tahun 2003. Di tahun yang sama buku ini mendapatkan hadiah sastra Whitbread Award.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pencerita dalam buku ini, si "Aku", adalah pengidap sindrom Asperger, sejenis autisme. Dia bernama Christopher Boone, berumur 15 tahun. Dia kesulitan untuk menunjukkan emosi, tidak menunjukkan perasaan, tidak suka menatap wajah orang, tidak suka warna kuning dan coklat, tidak suka disentuh, tidak memahami lelucon, tapi luar biasa pintar. Dia memiliki memori fotografis, sangat pintar matematika, mahir komputer, dan hapal bilangan prima sampai 7.507.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Alur dalam novel ini meloncat-loncat, seakan-akan ditulis sendiri oleh Boone. Setiap babnya tidak dinomori secara linear, melainkan berdasarkan bilangan prima. Di novel ini tidak bab 1. Bab di buku ini adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Inilah kekuatan buku ini. Kita seakan dibawa melihat dunia melalui kacamata penyandang sindrom Asperger. Seakan kita sendiri adalah pengidap sindorm ini. Betapa frustasinya kita, mempunyai emosi tapi kesulitan untuk mengungkapkannya. Tema ini sebenarnya tidak baru. Sebelumnya tahun 1988 kita menonton film Rain Man, yang dibintangi oleh Dustin Hoffman dan Tom Cruise. Namun baru dalam buku ini, kita berada tepat di dalam kepala sang penderita autisme itu sendiri. Kita tidak melihat dari mata "Tom Cruise", kita melihat dari kacamata "Dustin Hoffman". Hasilnya seperti masuk ke perangkap luas yang menyesatkan. Atau seperti menaiki Roller Coaster.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suatu tengah malam di rumah Nyonya Shears, Christopher Boone menemukan anjing Nyonya Shears tewas ditusuk dengan garpu tanaman. Boone berniat menyelidiki siapa yang membunuh anjing itu, dan kemudian menuliskannya sebagai buku cerita detektif. Seperti idolanya, Sherlock Holmes dalam novel tulisan Sir Arthur Conan Doyle. Akan tetapi dalam perjalanan penyelidikannya, dia menemukan kenyataan lain tentang kenyataan keluarganya yang pahit. Sampai akhirnya Boone yang belum pernah pergi lebih jauh dari jarak rumah dan sekolahnya (karena sindrom aspergernya yang membuat dia ketakutan akan hal-hal baru dan tempat-tempat baru), harus bertualang ke kota London.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hasilnya adalah petualangan yang mengharukan, dan kadang menggelikan, kadang keduanya sekaligus. Dan ini kita dapatkan dari seorang yang tidak bisa senyum dan menangis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-2752279443845143943?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/2752279443845143943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/insiden-anjing-di-tengah-malam-yang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2752279443845143943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/2752279443845143943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/insiden-anjing-di-tengah-malam-yang.html' title='Insiden Anjing Di Tengah Malam Yang Bikin Penasaran - Mark Haddon'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF7RvfKUY1I/AAAAAAAAAAo/KThWt3NzQx0/s72-c/insiden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7061335193551178395</id><published>2010-08-08T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:26:02.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khaled Hosseini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Thousand Splendid Suns'/><title type='text'>A Thousand Splendid Suns - Khaled Hosseini</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF522Wa828I/AAAAAAAAAAg/Qu-9imciWXE/s1600/imgA+Thousand+Splendid+Suns4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF522Wa828I/AAAAAAAAAAg/Qu-9imciWXE/s200/imgA+Thousand+Splendid+Suns4.jpg" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;etika menemukan buku kedua dari Khaled Hosseini, harapan saya melambung. Tentunya saya akan menemukan buku yang lebih baik atau kurang lebih sama dari The Kite Runner yang fenomenal itu. Ternyata harapan saya tidak dipuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya membaca A Thousand Splendid Suns, buku kedua dari Khaled Hosseini. Ini termasuk buku yang perlu waktu yang lama bagi saya untuk menyelesaikan membacanya. Sama dengan The Kite Runner, A Thousand Splendid Suns berlatar belakang carut marut negara yang dilanda perang sipil tak berkesudahan, Afghanistan. Afghanistan negara yang sangat kompleks, secara sejarah tercatat sebagai tempat berkembangnya agama Budha. Negara ini terdiri dari puluhan etnis yang selalu saling curiga, dipengaruhi oleh budaya China, Arab, Persia, India, dan Rusia. Mereka menjadi pemeluk Islam yang kuat. Pengaruh Arab mendominasi negara itu, terutama dengan berkuasanya aliran wahabi garis keras yang bernama Taliban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Novel ini menceritakan tragedi miris yang dialami perempuan yang disebabkan 2 hal: tradisionalisme dan fundamentalisme agama (Islam garis keras). Perempuan seakan menjadi obyek penindasan dan tak memiliki tempat dalam dunia tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Khaled Hosseini bercerita tentang 2 orang perempuan asli Afghanistan yang berbeda yang kemudian terjalin cerita satu sama lain. Perempuan pertama bernama Mariyam, seorang anak haram (dalam novel ini disebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Harami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) dari seseorang kaya di Herat yang sudah memiliki terlalu banyak istri dan anak yang sah. Ketka ibunya bunuh diri, Mariyam menjadi beban ayah dan istri-istri yang lain. Akhirnya Mariyam yang baru berumur 15 tahun 'dibuang' dengan cara dinikahkan dengan dengan Rasheed, seorang duda tukang sepatu yang berumur 40 tahun. Mariyam mengutuk ayah yang sangat dicintainya yang telah tega membuangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mariyam dibawa oleh Rasheed ke Kabul. Disana awalnya Mariyam dimanjakan. Apalagi begitu tahu bahwa Mariyam hamil. Setelah Mariyam keguguran, Rasheed mulai berubah. Awalnya Mariyam menerima cercaan dan makian. Lama kelamaan dia dipukul, ditendang, dan disiksa secara fisik oleh Rasheed.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perempuan kedua adalah seorang remaja bernama Laila. Dia memiliki sahabat, yang belakangan ternyata menjadi cinta sejatinya, bernama Tariq. Ayah Laila adalah mantan guru yang selalu mengingatkannya bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu dan bekerja. Laila dididik di sekolah yang dikuasai rezim revolusioner Uni Sovyet. Kedua kakaknya pergi bergabung dengan Mujahidin, untuk berperang mengusir Uni Sovyet dari Afghanistan. Ibunya depresi ketika kedua anak laki-lakinya itu tewas dalam perang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tahun 1992, saat Laila umur 16 tahun, Uni Sovyet kalah dan melarikan diri dari Kabul. Mujahidin menguasai kota dan tiap faksi saling berebut kekuasaan. Terjadilah perang saudara. Sesama mujahidin beda faksi saling menembakkan roket ke satu sama lain. Perang sipil ini menimbulkan luka yang mendalam, ketakutan, dan pengungsian. Tariq bersama keluarganya mengungsi Pakistan, meninggalkan Laila. Sebelum pergi, mereka mengadakan perpisahan berdua yang membuat Laila hamil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tak lama setelah Tariq pergi, rumah Laila terkena roket dari salah satu pihak yang bertikai. Ayah dan Ibunya tewas seketika. Laila sebatang kara. Dia ditolong oleh pasangan suami istri Rasheed dan Mariyam yang tidak bahagia. Mariyam merasa cemburu atas kehadiran Laila di rumah itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ternyata Rasheed mengharapkan sesuatu. Dia ingin menikahi Laila supaya mendapat keturunan, dengan dalih Laila berhutang budi kepadanya. Laila bersedia menikah karena tahu dia hamil muda tanpa seorang ayah untuk bayinya. Apalagi setelah dia diberi kabar bahwa Tariq telah tewas di Pakistan. Rasheed sangat memanjakan Laila, tapi segera kecewa begitu tahu anaknya adalah perempuan. Akhirnya Laila juga menjadi obyek penyiksaan fisik Rasheed, membuat Mariam dan Laila senasib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mereka dipukul dan ditendang dan disiksa, tapi mereka tak kuasa untuk melawan. Pernah mereka coba untuk melarikan diri, tetapi pada masa Taliban, mereka ditangkap karena wanita tidak boleh berkeliaran di jalan tanpa muhrimnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada waktu berikutnya, Laila kembali hamil, kali ini benar-benar anak Rasheed. Aziza, anak pertama Laila, dibuang di panti asuhan. Anak keduanya seorang laki-laki bernama Zalmai. Sampai suatu saat Tariq yang ternyata masih hidup muncul kembali. Rasheed menghajar habis-habisan Laila dan Mariyam setelah mengetahui bahwa Laila secara diam-diam ketemu Tariq dibantu oleh Mariyam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak tahan lagi, akhirnya Mariyam membunuh Rasheed. Dia menyuruh Laila dan Tariq membawa anak-anaknya melarikan diri ke Pakistan. Mariyam ditangkap oleh Taliban, dan dihukum gantung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sepanjang buku, kita disuguhi penderitaan perempuan. Penyiksaan fisik yang tak kunjung reda. Penghinaan dan cacian. Ketidakadilan terhadap perempuan. Semuanya adalah tema penting yang diusung buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akan tetapi berbeda dengan The Kite Runner, A Thousand Splendid Suns bukan novel yang lugas dan efektif. Kita melihat penyiksaan dan penyiksaan sampai pada akhirnya kita harus bilang pada sang penulis, "Oke Khaled, kami dapat poinnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Meskipun begitu, buku ini cukup menggugah. Tradisionalisme dan fundamentalisme agama selalu menjadi musuh perempuan. Dalil-dalil agama seringkali dibuat dasar untuk merendahkan perempuan. Tak perlu di Afghanistan, di Indonesia sini pun masih banyak kita lihat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7061335193551178395?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7061335193551178395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/thousand-splendid-suns-khaled-hosseini.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7061335193551178395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7061335193551178395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/thousand-splendid-suns-khaled-hosseini.html' title='A Thousand Splendid Suns - Khaled Hosseini'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF522Wa828I/AAAAAAAAAAg/Qu-9imciWXE/s72-c/imgA+Thousand+Splendid+Suns4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-7599106847124919129</id><published>2010-08-07T23:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T07:34:02.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khaled Hosseini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Kite Runner'/><title type='text'>The Kite Runner - Khaled Hosseini</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGf6tssbmLI/AAAAAAAAABo/m8ISOuUQjZ0/s1600/3375198.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGf6tssbmLI/AAAAAAAAABo/m8ISOuUQjZ0/s200/3375198.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ni adalah salah satu buku yang membuat saya membaca dan terus membaca dengan mengebut, sampai lupa waktu. Buku ini begitu menarik, sehingga saya tak bisa lama-lama meletakkan buku ini, selalu ingin membaca dan membaca lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Buku ini cukup fenomenal. &lt;i&gt;Best-seller&lt;/i&gt; di berbagai negara.Sempat meraih penghargaan di berbagai negara juga. Buku ini bercerita tentang kehidupan keluarga dan kemanusiaan di Afghanistan, pra perang (masa monarki yang damai), pasca perang (invasi Uni Sovyet), dan masa bangkitnya Taliban sebagai penguasa negara tangan besi yang kontroversial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amir adalah seorang anak pengusaha dari etnis Pashtun terkenal di Kabul, yang dipanggilnya Baba. Mereka hidup sangat mewah dan dihormati. Dia sehari-hari ditemani oleh Hassan yang berbibir sumbing, putra Ali, pembantu ayahnya yang berasal dari etnis Hazara yang dekat dengan Syiah Iran. Etnis Pashtun dianggap sebagai mayoritas di Kabul dan etnis Hazara sering mendapatkan pelecehan dari etnis yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amir dan Hassan menikmati masa-masa kecil yang indah pada jaman monarki di Afghanistan. mereka menjelajahi Kabul yang digambarkan indah dan ramah. Mereka mengikuti lomba adu layang-layang yang sangat populer di kalangan anak-anak. Baba mencintai anaknya, Amir, dan juga Hassan, putra pembantunya, sama besarnya. Ini yang membuat Amir kecil cemburu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amir dengan kecemburuan anak-anak yang sering kita sesali kemudian, menuduh Hassan mencuri uang. Merasa diusir dan dituduh, Hassan dan Ali akhirnya berhenti bekerja menjadi pembantu di rumah Baba, kemudian pindah ke tempat asalnya dekat perbatasan Iran. Baba patah hati melihat Hassan dan Ali pergi dari rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah itu timbullah pemberontakan kaum komunis terhadap monarki. Pemberontakan itu menimbulkan pendudukan tentara Uni Sovyet di Afghanistan. Kekacauan dan ketidakpastian merebak. Baba dan Amir terpaksa mengungsi ke Pakistan menaiki mobil tangki minyak, untuk kemudian menetap di Amerika Serikat. Di Amerika mereka meninggalkan segala kemewahannya, Baba bekerja di pom bensin, dan Amir bersekolah dan kuliah sambil bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Selepas kuliah, Amir memutuskan menjadi penulis, sesuatu yang menjadi bakatnya sejak kecil, yang membuat Baba agak kecewa. Akan tetapi, di akhir hidupnya yang serba kekurangan, Baba menyatakan kebanggaannya terhadap anaknya tersebut. Baba meninggal, dan Amir menikah dengan wanita keturunan Afghan, di Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sepeninggal Baba, Amir mencoba mendapatkan anak bersama istrinya, Soraya. Tidak kunjung membuahkan hasil. Tanpa diduga, seorang sahabat Baba di Afghanistan, Rahim Khan, meneleponnya. Dia memintanya untuk kembali ke Afghanistan, untuk memberi pertolongan kepada sahabat masa kecilnya, Hassan. Dirundung rasa bersalah, meskipun takut, Amir pergi ke Afghanistan, dimana Taliban memerintah dengan dasar Islam secara keji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perang dan Taliban telah memporakporandakan Kabul. Setiap pria harus berjenggot. Setiap wanita tidak boleh bekerja dan tidak boleh meninggalkan rumahnya tanpa ditemani muhrim laki-lakinya. Mereka tak segan-segan memukul dan menghukum para pelanggar agama. Musik dan seni rupa dilarang. Orang yang berzinah dihukum rajam sampai mati ditonton ratusan orang di stadion sepak bola.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sampai di Kabul dengan menyamar, Amir mendapati Hassan telah tiada dibunuh oleh Taliban. Hassan meninggalkan anaknya yang terlantar di panti asuhan bernama Sohrab. Sohrab kemudian dibeli oleh seorang petinggi Taliban untuk dijadikan budak. Amir mengatasi segala ketakutannya, dan akhirnya bertekad menyelamatkan Sohrab dari orang-orang Taliban, dan kemudian membawa lari ke Pakistan, untuk kemudian diadopsi di Amerika Serikat. Tapi tentunya tidak semudah itu niat Amir bisa tercapai. Halangan dan rintangannya luar biasa berat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kekuatan dari novel ini adalah, bahwa Khaled Hosseini, penulis novel debutan ini, menulis dengan gaya yang sangat menarik. Novel ini sangat efektif. Hosseini menuliskan setiap kata hanya bila diperlukan saja. Tidak ada kata, plot, background, atau karakter yang terbuang percuma. Mungkin itu yang menyebabkan saya tidak berhenti membacanya sampai habis. Hosseini tidak menulis dengan berlebihan. Dia tidak menulis dengan berbelit-belit, karena argumen yang disodorkan sendiri sudah sangat kompleks. Ini adalah cerita tentang rasa bersalah yang menghantui sepanjang kehidupan kita, dan tentang penebusan rasa bersalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kita disodori realitas bahwa Kabul pernah suatu saat indah dan damai. Selama ini yang kita dengar danlihat di berita adalah kerasnya situasi di Kabul dan berbahayanya kota ini akibat perang. Bahkan sampai saat ini, pasca jatuhnya Taliban, pengeboman masih terjadi dimana-mana. Novel ini adalah novel eksotis dari Afghanistan, sekaligus pewarta bencana kemanusiaan dan perang saudara disana yang tak pernah membaik sejak akhir 1970-an. Bisa dibayangkan bagaimana trauma dari orang Afghanistan, anak yang lahir pada masa 1980-an hanya mengenal perang dan perang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tapi bagaimanapun juga, harus dipahami bahwa Khaled Hosseini adalah orang Amerika. Benar dia kelahiran Kabul dan berasal dari keluarga Aghan. Tapi dia dididik sejak muda di Amerika, sehingga mengidap cara berpikir sebagai seorang Amerika. Dia memiliki realitas Afghan tapi dia melihatnya dalam cara Amerika. Salah satu contohnya adalah tokoh Assef, teman sekolah Amir yang menjadi petinggi Taliban di masa dewasanya. Assef sebagai perwakilan Taliban di novel ini, digambarkan sebagai seorang pemerkosa, pedofilia, pengagum Adolf Hitler, dan kebetulan sadistik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-7599106847124919129?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/7599106847124919129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/kite-runner-khaled-hosseini.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7599106847124919129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/7599106847124919129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/kite-runner-khaled-hosseini.html' title='The Kite Runner - Khaled Hosseini'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TGf6tssbmLI/AAAAAAAAABo/m8ISOuUQjZ0/s72-c/3375198.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8346364852188074286.post-876442544085411594</id><published>2010-08-07T08:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T20:22:37.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Truman Capote'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Cold Blood'/><title type='text'>In Cold Blood - Truman Capote</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF16G0axgrI/AAAAAAAAAAM/MOXdTlp-Rlo/s1600/photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF16G0axgrI/AAAAAAAAAAM/MOXdTlp-Rlo/s320/photo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;ada tahun 1966, Truman Capote, penulis Amerika, menciptakan genre baru dalam sastra, yaitu novel non-fiksi. Capote menulis buku berjudul In Cold Blood, sebuah cerita kriminal yang diambil dari kisah nyata. Genre ini sekarang sudah semakin populer. Apabila Anda sering membaca Reader's Digest atau Intisari, kerap kali kita temukan cerita kriminal atau cerita detektif non-fiksi yang ditulis dengan gaya bertutur sebuah plot sastra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;In Cold Blood bercerita tentang kejadian nyata pembunuhan brutal keluarga petani kaya Clutter di Kansas. Sang ayah, Herbert Clutter, dibunuh dengan kepala nyaris putus oleh belati. Istrinya, Bonnie, dan kedua anak remajanya, Nancy dan Kenyon, ditembak di kepala dengan senapan laras panjang dalam jarak dekat. Tidak ada saksi, tidak ada tanda-tanda pencurian, tidak ada motif. Hampir sebuah kejahatan yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Pembunuhnya adalah dua orang mantan narapidana bernama Dick dan Perry. Kedua orang itu berniat merampok keluarga Clutter dengan tidak meninggalkan seorang saksipun hidup-hidup. Ternyata Herb Clutter tidak menyimpan banyak uang di rumahnya. Alhasil, segala pembunuhan dan perampokan sadis itu terjadi hanya untuk 42 Dollar yang mereka temukan di penjuru rumah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Novel ini bukanlah novel kriminal seperti biasanya. Novel ini tidak seperti novel Agatha Christie maupun Arthur Conan Doyle, yang selalu membuat kita bertanya-tanya bagaimana penyelesaian cerdas dari sebuah cerita kriminal. Novel ini bukan tentang siapa yang melakukan, atau bagaimana mereka melakukannya. Novel ini adalah novel psikologi yang efektif mengenai bagaimana sesungguhnya patologi kriminal bekerja.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Emosi pembaca dibawa terombang-ambing dengan mengikuti perjalanan sang pembunuh, Dick dan Perry. Mereka melakukan perjalanan yang emosional ke Kansas, Texas, Mexico, dan Florida, dimana mereka tertangkap. Capote mengikuti kisah mereka dari pembunuhan berawal tanpa petunjuk, hingga akhirnya mereka tewas dihukum gantung di Kansas. Bahkan beberapa kali Capote mewawancarai Perry secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Perry adalah pembunuh berbadan kecil yang perasa dan perenung, dengan masa kecil yang sangat suram. Dick adalah pria rupawan yang licik dan bermulut besar, terjerumus ke dalam kriminalitas karena kenakalan remaja. Dalam tahap tertentu, kita lupa akan pembunuhan sadis, dan simpatik akan kondisi mereka. Dan yang paling luar biasa dari novel ini adalah, kita harus mengingat bahwa ini adalah kejadian nyata. Kejadian nyata kadang lebih aneh dari fiksi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Truman Capote telah melahirkan bentuk sastra baru yang luar biasa. Bentuk sastra yang membuat kita berpikir ulang melihat dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8346364852188074286-876442544085411594?l=pojokbukubuku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/feeds/876442544085411594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/pada-tahun-1966-truman-capote-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/876442544085411594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8346364852188074286/posts/default/876442544085411594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojokbukubuku.blogspot.com/2010/08/pada-tahun-1966-truman-capote-penulis.html' title='In Cold Blood - Truman Capote'/><author><name>mojokertoensis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04882421467012299707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__uD336bASSc/TF16G0axgrI/AAAAAAAAAAM/MOXdTlp-Rlo/s72-c/photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
